icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

You Have Me

Bab 5 Tawa Audrey

Jumlah Kata:1417    |    Dirilis Pada: 25/09/2022

ntar dari mulut Miguel saat Audrey dengan begitu p

ali bisa sebahagia ini. Dulu, ketika masih kecil, Audrey tidak memiliki teman. Seandainya ada anak yang

leher, hingga punggungnya. Dengan sigap, si pengasuh la

a keponakan bosnya kelelahan. Tidak biasanya matahar

Mata sipit yang diwariskan sang ayah memicin

di sini. "Miguel, maaf, tapi Aunty tidak membawa baju re

t kolam renang, tanpa ada niatan untuk bergabung atau bergantian bermain bersama Mi

El maunya sama Aunty. Ayo, Aunty." Miguel mer

ll menegakkan kepala. Melihat keponakannya mengham

itu mendahului. Tatapannya

Mungkin Anda bisa menemani Miguel berenang," ucap Au

tangan menopang dagu. "Main yang lain s

ndong berujung dirinya harus pura-pura menjadi sapi sementara anak itu duduk manis di punggungnya selama berpuluh-puluh menit. Karena i

mancung Miguel kembang kempis. Sementara bibirnya sudah be

. Berenangnya nanti so

guel main yang lain saj

ja 'kan

rshall menj

erut dalam seperti sedang memikirkan solusi

r menunggu kata yang akan keluar dari mulut Miguel.

seru Miguel memame

jak, lalu menggandeng

elum juga mengekori dua sultan berbeda generasi itu. Napas Audrey sedikit tersengal

eparuhnya dibiarkan sebagai lahan terbuka. Audrey hanya bisa m

ty,

siap di depan mata? Audrey lantas mangalihkan pandangannya ke Marshall. Pria itu sedang menelepon da

, sini

edang melompat-lompat di atas benda lentur it

, cepa

k berikutnya, tawa mengejek tertangkap indra pendengarannya. Ketika ia menengok, Marshall langsung

addy aja suka lompat-lom

i. Ya, Audrey benar-benar takjub dengan sensasi yang dirasakan. Rasanya menyenangkan dan melegakan. Seperti ada beban besar yang diangkat dari bahu tiap kali tubuhnya melayang di

us saja kepikiran tentang sekretarisnya. Miguel sudah tidur sejak beberapa ja

ai tidak sadar jika di dekatmu j

"Audrey?" gumam Marshall tak yakin. Ia terpaksa masuk ke d

*

emungkinan peminatnya sedikit. Aku tak habis pikir. Apa mereka sudah bosan kaya

rasional, otak Audrey ikut dibuat mumet. "Mereka percaya dengan fitur

tipe orang yan

gu ini bosnya kalau tidak diam, ya, ma

e hanya untuk mengambil

saja

lu direalisasikan. Audrey masih diam menunggu kalimat apalagi yang akan terucap dari mulut

nda itu ke depan Audrey. "Ol

ya kepada Tuan Hansen dan Nyony

enapa kau tidak berterima kasih pad

rey pun berkata, "

. "Aku ingin makan siang di lu

a mencari pekerjaan lain yang setidaknya tidak membahas urusan kantor di jam

tu keluar. Seakan dirinya tak boleh menghirup udara bebas, baru

tanya wanita itu

a merasa kikuk. Dari mana dia harus memulai pertanyaan yan

tiba jadi gagu begini. Lagi-lagi dia ingin tertawa, tapi m

nkah orang tua kebanyakan menyuruh anaknya supaya cepat-cepat memberikan mereka cucu?" Oh, shit! Setelah berkata demikian,

et siang bolong begini mendadak ditanyai seputar pernikahan. Di sisi lain, Audrey juga tak nyaman membahas perihal keluarg

saya untuk memilih jalan hidup ya

ernah membahas

udrey dibarengi

beberapa kali. "Ak

ungguh ia ingin menertawakan bosnya yang begitu mudah percaya pada omong

ana? Apa kau ada re

menelisik. Untuk apa Marshall bertanya hal demikian kepadanya.

narik napas panjang, kemudian menunjuk pintu dengan maksud menyuruh Audrey keluar. "Sepuluh menit lagi kita pergi. Oh, y

t pulang karena Anda belum mengkon

Terserah. Saya mau meng

erjakan sebab selain memesan tiket pesawat, artinya dia ju

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
You Have Me
You Have Me
“Bagi Audrey, cinta itu bullshit! Dia yang dibesarkan oleh seorang ibu yang bekerja sebagai pekerja seks komersial, tanpa adanya figur seorang ayah membuatnya tidak percaya dengan segala hal yang berhubungan dengan hati. Lebih baik bekerja dan menabung untuk hari tua daripada repot-repot mengurusi masalah percintaan. Namun, di tengah kegigihannya mengumpulkan uang, sebuah syarat agar keinginannya terpenuhi tiba-tiba terlontar dari mulut sang ibu. "Menikahlah dengan anak orang kaya dan buat hidup Mama makmur, maka Mama akan keluar dari rumah bordil seperti yang kamu inginkan selama ini." Apakah Audrey akan menuruti keinginan sang ibu? Atau justru tetap pada pendiriannya untuk melajang hingga tua?”
1 Bab 1 Arti Pernikahan2 Bab 2 Kenangan Pahit3 Bab 3 Pekerjaan Dadakan4 Bab 4 Anak Sultan 5 Bab 5 Tawa Audrey 6 Bab 6 Janji Yosua7 Bab 7 Grand Widja Hotel 8 Bab 8 Orang Resek9 Bab 9 Cicilan Bertambah10 Bab 10 Diajak Kencan Pak Bos11 Bab 11 Kekesalan Marshall12 Bab 12 Kedatangan Juno13 Bab 13 Undangan Theo14 Bab 14 Ajakan Davina15 Bab 15 Rayap16 Bab 16 Kemarahan Audrey 17 Bab 17 Pembuktian 18 Bab 18 Rumah Hansen dan Moselle19 Bab 19 Pamrih 20 Bab 20 Katelyn's Birthday21 Bab 21 Permintaan Sukma22 Bab 22 Menawarkan Diri23 Bab 23 Kencan Perdana24 Bab 24 Sukma Kepo25 Bab 25 Pacar26 Bab 26 Tantangan 27 Bab 27 Menjerumuskan Diri28 Bab 28 Pindahan29 Bab 29 Pertemuan Orang Tua30 Bab 30 Ajakan Pulang Juno31 Bab 31 Ketahuan 32 Bab 32 Cemburu Menumpahkan Kopi33 Bab 33 Pertunangan 34 Bab 34 Liam and Lacey35 Bab 35 Mulutmu Harimaumu36 Bab 36 First Time37 Bab 37 Game Over38 Bab 38 Dipecat 39 Bab 39 Manusia Baru 40 Bab 40 Keputusan 41 Bab 41 Audrey, Audrey, dan Audrey 42 Bab 42 Jahil43 Bab 43 Celaka44 Bab 44 Rencana Anthony 45 Bab 45 Penyesalan 46 Bab 46 Penjilat 47 Bab 47 Bertemu Pandang 48 Bab 48 Kabar Baik49 Bab 49 Kepergok 50 Bab 50 Surprise