icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kemarau Kapan Berlalu?

Kemarau Kapan Berlalu?

Penulis: Itnasusatir
icon

Bab 1 Terik Satu

Jumlah Kata:1411    |    Dirilis Pada: 06/07/2022

buhi rumput liar. Mata bengkaknya terdapat lingkar hitam efek tidur beberapa jam dalam sehari selama dua minggu. Bahkan a

ekian kali lelaki tua penjaga makam menyuruhnya

ana si kurus berteriak memanggil nama yang ada di batu nisan. Memeluk t

Pak. Yang suka nyariin saya aja di

k di dekat kepala si kurus. "Sayangnya, dia su

u nisan seolah ia tengah menyampaikan perasaan sesal yang menda

ri keriputnya menggenggam lembut tangan si kurus. "Melihat rasa s

saya masih bisa dimaafkan, Pak? Dia yang menyelamatkan saya, dia yang memb

n angin menguarkan bau tidak sedap dari sana. Bibir hitamnya t

ng, bukan kamu y

a lelaki itu. Penjaga makam langsung menoleh, tetapi tidak dengan si kurus be

a di sebelah si kurus. Namun, si kurus tak bergerak. Men

g nyari, seenggaknya Mas kasihan sama tu

ia itu aku. Jadi, tolong berhenti siksa

si wanita. "Iya. Semuanya memang salah lo," ucapnya. "Ka

urung hantu mulai bernyanyi di naungan pohon kantil. Namun, si wanit

ran bening di wajahnya sebentar. "Karena aku yakin, dia enggak mau orang yang paling dia

an nama di batu nisan. Lirih, ia berka

ik

terus mengejarnya. Napas lelaki itu mulai tersengal, keringat membanjiri kaos hitam polosnya. Mata gelapnya memindai setiap tempat yang ia lalui, mulai

ng jelas terdengar. Rasa ingin menyerahkan diri tiba-tiba terbersit di otaknya. Namun, sisi otakn

ng lebih sempit dan gelap. Siapa sangka, gang gelap itu membawanya pada rumah kecil yang sekitarnya

-polisi tadi belum melihatnya. Segera, ia memasuki rumah

ari Galih, rekan sekaligus atasannya. Belum sempat membaca isi pesan tersebut, derap langkah kaki di luar

adi nggak di

p yakin kalau perempuan itulah si pemilik rumah tidak terawat ini. Bisa jadi ketika ia keluar nanti, si pe

r bimbang. "Polisin

s terjengkang ke lantai. Setelahnya si perempu

idadari bertubuh mungil dengan rambut panjang bergelombang. Mata bulatnya melotot marah, tapi menggemaskan

rtak sang gadis me

Saya cuma nump

oli

iak. "Gue enggak ambil apa pun di rumah lo. Kalau sampai lo panggil

ngguk, dan Sam melepaskannya. "Saya

embali menilik ponselnya, membaca pesan yang sudah bertambah

h ini enggak a

a orang yang mengirimnya pesan. Pandangannya tertuju

s itu

tu langsung menyembunyikan plasti

duduk di kursi kayu tidak jauh dari tempatnya berdiri, fokus pa

n masih

awab Sam santai tanpa menga

amping berlalu masuk ke salah satu ruangan di sana. Ia melongok ke

asuk dari keponak

a? Kok, bel

ya bertransaksi tadi. "Kebon Me

ita aj

? Pensil? Ala

a, keponakannya itu suka menggambar sketsa dan gambar-gambar unik lainnya. Sam tidak melarangnya. Lagi

. boleh

sesuatu. "Gue tadi digaji bany

sahutan dar

Di

er. Jangan lu

bal di sana, bayangan hal-hal apa yang ingin ia lakukan menari-nari di benaknya. Mendaftarkan sekolah Renaldi, me

tapi ia harus tetap berhemat karena tidak selalu mendapat panggilan untuk mengantar barang. Sekolah tempat Ren

dari kursi, lelaki itu menuju ruangan yang tadi dimasuki sang pemilik rumah. Baru hendak mengetuk pintu

lo aman

n. Ke

yar sama si

Kenapa

gembuskan napas. "It

rjap. "Hah

bandar, Sam. Dan lo engg

Lih. Kalau enggak jadi

Sam," sahut Galih dengan suara ber

e biayain Renaldi pake apa? Tabungan g

ari kerjaan

intu tersebut terbuka dan si pemilik rumah tah

kan, abis

erkata lagi, "Kalau capek

*

30 Agus

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kemarau Kapan Berlalu?
Kemarau Kapan Berlalu?
“Demi menyekolahkan keponakannya, Renaldi, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba dengan bayaran sedikit karena harus dibagi dengan temannya yang super pelit, Galih. Namun, suatu ketika Galih mengatakan kalau Sam harus mencari pekerjaan lain lantaran ia ingin berhenti jadi kurir narkoba dan pulang kampung. Sam yang keuangannya menipis, memutar otak, memikirkan pekerjaan apa yang bisa dilakukan seorang luusan SMP sepertinya di ibu kota. Ketika itulah Sena datang dengan segala pengetahuannya tentang masa silam keluarga Sam beserta ancaman: kalau Sam tidak mau bekerja dengannya, Sam akan dilaporkan ke polisi karena mengedarkan obat terlarang, dan Renaldi tidak bisa sekolah. Akhirnya, Sam menerima tawaran Sena. Sayangnya, penyesalan datang terlambat. Pekerjaan yang Sena tawarkan adalah pekerjaan menjual diri.”
1 Bab 1 Terik Satu2 Bab 2 Terik Dua3 Bab 3 Terik Tiga4 Bab 4 Terik Empat5 Bab 5 Terik Lima6 Bab 6 Terik Enam7 Bab 7 Terik Tujuh8 Bab 8 Terik Delapan9 Bab 9 Terik Sembilan10 Bab 10 Terik Sepuluh11 Bab 11 Terik Sebelas12 Bab 12 Terik Dua Belas13 Bab 13 Terik Tiga Belas14 Bab 14 Terik Empat Belas15 Bab 15 Terik Lima Belas16 Bab 16 Terik Enam Belas17 Bab 17 Terik Tujuh Belas18 Bab 18 Terik Delapan Belas19 Bab 19 Terik Sembilan Belas20 Bab 20 Terik Dua Puluh21 Bab 21 Terik Dua Puluh Satu22 Bab 22 Terik Dua Puluh Dua23 Bab 23 Terik Dua Puluh Tiga24 Bab 24 Terik Dua Puluh Empat25 Bab 25 Gerimis Kecil26 Bab 26 Hujan27 Bab 27 Pelangi28 Bab 28 Badai29 Bab 29 Hilang30 Bab 30 Lenyap31 Bab 31 Menjadi Berarti32 Bab 32 Berjuang Lagi33 Bab 33 Ikhlas34 Bab 34 Tamu35 Bab 35 Salwa36 Bab 36 Untuk Lembaran yang Baru37 Bab 37 Berkunjung38 Bab 38 Kemarau yang Berlalu