icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Istri Bayaran

Bab 9 Tukang Gosip

Jumlah Kata:2001    |    Dirilis Pada: 16/06/2022

: M

atanya lentik, bibirnya merah pucat tidak seperti kebanyakan laki-laki yang merokok. Walaupun dia dingin dan ketus, tapi aku senang sek

Om yang berhasil kupelajari. Kocok telur, bumbui dengan bawang putih, garam, dan merica. Lalu kurebus bayam sampai layu, kemudian peras airnya d

enyumku mengembang melihat omelet hasil karyaku. Mantab pok

cap Om Alister baru keluar dari kamar, pakaian

Kubawa hasil karyaku dengan

rik bangku dan duduk di hadapannya. Mataku

a." Ucapku tersenyum lebar. Aku pastikan Om t

narik piring itu dari depannya. "Kalau nggak dikasih racun, kenapa buatnya cuma

ikan asin, tempe, sayur asem sama sambel terasi..." jawa

ang. Sepertinya sesuai selera lidahnya. Lagi makan saja wajahnya begitu tampan, jadi pe

Om?" t

a itu yang

m kamu ngintip aku kan di ruang tamu?" Kat

ya," sambungku melihat Om belum merespon ucapanku. Siapa coba yang mau ketawa lih

nak-anak." Ucapnya dengan ketus, kali ini aku yakin dia benar-benar marah. La

padaku. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Tatapannya

ku tersenyum. Apa ini berarti hubungan kami semakin dekat.

a ini mata aku saja yang rabunan. Aku menggeleng. "Aku belum laper Mas, liatin makan kamu aja ak

er mendorong piringnya ke depanku, lalu mengalihkan

angsung menyendoki omelet ke mulutku. Ini toh Omelet? Rasa telur juga kok campur sayura

?" tanyaku memberanikan diri. Se

ngkut privasi aku. Aku nggak jamin bisa

Mas, sampe mau lamar-lamar gitu." Okeh, aku sudah pasrah kalau dia mau marah karena pertanyaanku. Aku tahu posisiku t

h tahu sakit tapi masih ingin tahu. "Tapi dia bukan pacar aku, buka

u jadi semakin penasaran dengan wanita itu. Wanita yang mampu membuat Alister sep

sekali lagi aku tidak sadar diri dengan posisiku. Aku p

u tidak karuan begini. "Kamu tetap sama aku, sampe aku bosen dan lepasin kamu." Aku te

empuannya terima lamarannya ya Mas," ucapku

ampuri orang." Ucap Alister penuh penekanan. Aku tertunduk, mengerti dengan ucapannya. Aku hanyalah rempahan rempeyek yang tidak berart

aku ikuti. Satu peraturan yang membuatku senang, dia tidak akan men

ngan seksual saat umur Mila 17 t

ya Mila, bukan berarti kit

hku tapi tidak sampai melakukan hubungan intim itu? Aku jadi ter

buka baju kamu semua dan----" Dia terdiam. "Kamu ngerti kan? Ak

u nggak perlu melayani Ma

gi. Abis itu nggak ada lagi alasan dan bantahan," ujarnya. Sepertiny

a nggak sama perempuan yang Mas mau lam

ra. Menurut kamu pria-pria yang booking perempuan malam nggak punya pasangan? Laki-laki bisa mel

ng kita sayangi, dan menjadikannya objek kemesuman mereka. Tapi kenapa aku merasa tidak rela jika

kerja pergi aja," dengan kurang ajarnya aku mengusir

selesai b

nggak usah diulang-u

Aku menoleh saat mendengar gesekan kursi. Aku memanda

ang harusnya sudah kubuang jauh-jauh setelah menikah dengannya. Aku menutup ma

🌹

kmati rutinita

i datang ke sini tapi nyatanya dia selalu pulang ke sini. Lihat saja pakaianny

cara. Apa dia sengaja mau ngetes apakah aku pencuri atau bukan. T

rumah ini ada warung. Daripada harus ke pasar yang aku

la ya s

Nggak balik modal kalau

ggannya. Aku memilah-milah sayur yang masih segar, di kampung aku sudah terbiasa dengan sayuran segar. Nam

aya ada yang kumpul kebo, baru t

.. Yang mana

nya masih muda, masih bau kencur. Lakinya udah tuir

angan kuat-kuat nanti ada

laki tah, atau mau morotin uangnya doang." Aku meli

digrepek-grepek. Entar kalau sudah hamil palingan gugurin, udah kayak p

bu itu. Tanganku terhenti di sayur kangkung yang sudah lay

nya wanita di depanku, pemilik warung itu. Wanita yang d

urnya berapa harganya?" ucapku

uk dan memberikan uangku, kakiku melangkah

embalia

kan kami tidak salah. Kenapa aku jadi sensitif begini sih! Seluruh tubuhku semakin bergetar, rasanya tidak kuat berdi

diposisi seperti ini. Harusnya aku masih menikmati hari-hariku di sekolah. Mengejar cita-citaku, bukan menikah dengan Mas Alister

, bagaimana kalau wanita itu menerima lamara

kenapa

i di depanku. Pak Udin, supir Mas Alister. Kenapa di

?" tanyaku, mataku melirik ke belaka

Siapa yang bi

asku berdusta. Pak Udin menautkan kedua alisnya, man

n mengerutkan keningku melihat barang-barang itu adalah kebutuhan dapur yang ingin ku

r, untuk stok katanya," ucap Pak Udin sebelum aku sempat bertanya. "Tadi pagi kata

g makasih. Uangnya sudah aku pakai

u, aku mengantarnya ke depan. Tapi langkahnya terhenti dan menatapku ser

diri. Nama saya Karmila Pak, panggila

tidak satu orangpun boleh tahu tentang pernikahan kami. "Gak papa kalau gak mau jawab... saya cuma pesan.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Istri Bayaran
Bukan Istri Bayaran
“WARNING 21+ !!! Aku terjebak dalam situasiku yang sulit, dan hanya dia yang bersedia mengeluarkanku dari sini. Dia Alister Bagaskara. Pria berumur lebih tua dariku. Dan aku menawarkan diriku untuk menjadi istrinya sebagai gantinya. Hidupku yang, menikahi dengan keadaan terpaksa.”