icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mertua Awal Pembawa Petaka

Bab 3 Akal bulus Mertua dan Pelakor

Jumlah Kata:1369    |    Dirilis Pada: 15/06/2022

wal Pemba

a

kaki Mas Lukman semakin mendekat. Bisa ku

udah menyakiti kamu

... entahlah! Aku benar-benar ingin istirahat sekarang, tidak ingin berdebat. Jam lima subuh, aku terja

i keinginanku. Pernah berharap jika setelah menikah, suamiku akan menjadi imam yang baik, yang bisa membimbing diri ini. Semua masalah yang menjadi bebanku, kutumpahkan dalam sujud. Memohon pada Sang Pencipta untuk me

Shalat subuh,

kewajibanku sebagai seorang istri. Entah kenapa, aku belum bisa mengambil keputusan apapun. Aku hanya berdoa, agar Allah memberikanku pet

g masak," seru Jumi ya

an beres-beres rumah aja, Jum! Kalau

endesak diri ini yang tidak kunjung hamil, tapi kini kenyataan menamparku. Ternyata Mas Lukman tidak sesabar yang kupikirkan. Satu jam berlalu, semua masakanku sudah terhidang di meja makan.

nya dengan suara pelan, sepertinya ia ragu mengatakannya padaku,

padanya meskipun tangan ini sibuk memilih baju yang akan diken

'kan kamu yang pegang, sayan

mengambil tas. Mengeluarkan sebuah kartu debit yang ti

tu," seruku sebelum berlalu ke ka

*

, ia memainkan ponselnya. Mendongak

Nanti telat ke kantor l

ah keberatan untuk itu, karena sudah menganggap Jumi seperti keluarg

an sama majikan? Gak tahu diri banget!"

iri, gak diajak makan

mbali bekerja disini. Ia meninggalkan anaknya bersama sang ibu agar bisa bekerja, suaminya merantau. Jumi bekerja karena ingin membantu

*

ri pintu, netraku menangkap sosok ibu

erangkat kerja, ya?

." jawab

i padaku untuk menjelaskan mengenai masalah rumah tanggaku ini? Aku curiga jika ibu mertua tidak memiliki hati, ia sebagai seorang wanita seharusnya bis

ku dan Mas Lukman, akhirnya ibu mertua luluh. Meskipun sikapnya kadang dingin padaku. Mengatur pernafasan agar cairan bening itu tidak meluncur bebas keluar dari m

*

i rooftop yang memang didesain khusus atas permintaan beliau. Tempat yang akan

masalah, cerita sama saya. Ini bukan tempat kerja, jadi saya teman k

eperti atasan lainnya yang hanya bisa memerintah dan menekan tanpa peduli dengan kondisi bawahannya yang mungkin memiliki masalah personal. Aku

garetha, ia menatapku dengan iba. Membawaku ke dalam peluka

Kamu mandiri, bisa hidup, bisa makan walaupun tanpa uang darinya. Jadi wanita jangan lemah, jika masih bisa pertahankan r

rdering menandakan panggilan masuk, menampakan nama ibu mertua disana. Menghapus kasar bekas air mata di pipi. Dan

buat kontrol ke dokter sama USG, kamu kemanain semua uangnya

ja aku menekan pengeras suara agar ia

oh, Bu. Malah kebanya

t kamu! Hamil a

mpu menyayat hati. Tidak ingin membuat hatiku semakin terluka

kerja dulu," tuturku sebelum

lan keluarnya." Bu Margareth

video padaku. Video yang menampakan ibu mertua dan Indah, meskipun hanya punggung mereka yang te

ahal Ibu sudah pengen beli tas sama baju

gak tahu diri lagi. Masa semua uang Mas Lukman mau dia kuasai se

a buat makan, kita cari makanan yang enak dan mahal,

i di perusahaan ini. Jika dikumpulkan penghasilanku satu bulan mencapai miliaran. Mas Lukman tidak pernah ingin tahu mengenai penghasilanku, ia perna

tu harus dimusnahkan, N

ainnya saja. Membiarkan mereka tertawa bahagia di atas pende

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mertua Awal Pembawa Petaka
Mertua Awal Pembawa Petaka
“Kanaya seorang wanita mandiri yang melawan kejamnya dunia seorang diri setelah kedua orangtuanya meninggal. Ia tidak mengenal keluarga besar orangtuanya karena kedua orangtuanya menikah tanpa restu karena beda kepercayaan. Bekerja sebagai seorang asisten CEO dan menikah dengan seorang lelaki tampan bernama Lukman. Kebahagiaan pernikahan Kanaya dan Lukman belum sempurna karena di tahun keempat mereka menikah belum juga memiliki anak. Kanaya yang sangat percaya pada suaminya harus menelan pil pahit saat mengetahui Lukman menikah dengan wanita lain dan yang membuat Kanaya hancur ibu mertuanya juga mendukung pernikahan kedua Lukman. Sanggupkah Kanaya mempertahankan pernikahannya dengan Lukman?”