icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jay and her Odd Daddy

Bab 2 Sisa 8 Nyawa Lagi

Jumlah Kata:1251    |    Dirilis Pada: 05/06/2022

rasi. Ingin rasanya menenggak minuman isotonik rasa kelapa atau rasa buah lainnya, seperti yang lazim dilakukan orang-orang dalam iklan di TV. Atau

i saja ia dapat dari ruang tunggu poli rumah sakit. Chai hanya mengambil 2, malu mengambil barang gratisan banyak-banyak. Dan Chai masih

k tega melihat sang bapak kelelahan menunggu resep di apotek, belum lagi pasien rawat jalan yang ikut menunggu resep membludak. Chai sudah menunggu r

ia berteduh di sini, berdiri seperti orang bodoh. Tak peduli dengan tatapan aneh orang-orang yang sedari tadi lalu-lalang melewatinya. Tatapan Chai berkelana ke man

epingin melihat makanan yang dijual di sana namun ia tidak dapat membelinya. Paling banter ia hanya dapat membeli roti kemasan harga seribu rupiah,

asil oksigen, peneduh kota serta penambah nilai estetika. Chai tidak punya tujua

kat perempatan, sekitar 50 meter jaraknya dari posisi Chai saat ini. Kafe itu terlihat agak lengang

ar ngopi dan mengobrol dengan sesamanya. Desain kafe itu artistik, elegan, dengan tampilan depannya berupa kaca jendela tinggi yang memungkinkan pelanggan kafe un

angunan kafe tersebut. Tulisan Serein Cafe dalam kaligrafi yang indah berwarna hitam dengan tepian putih. Simpel namun elegan. Tepian berwarna putih itu sesunggu

a Chai b

i pikirannya, seseorang yang entah bagaimana caranya, Chai harap bisa ia temui kembali. Ya, bertemu dengan pria asing ma

fe. Tepatnya pada jendela kaca tinggi yang membuatnya dapat melihat wajah pelanggan kafe di dalam sana. Ada du

keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak SD yang memilih tempat di sisi dekat dinding tembok. Sepertinya sengaja menghindari dindi

ng menghadap ke jendela. Pengaturan yang dimaksudkan agar pelanggan yang ingin duduk di sana dapat menikmati pemandangan deng

gu, pose yang jika dilakukan oleh orang biasa akan terlihat sangat buruk jika bukan terlihat seperti sedang m

ngan warna dasar rambut cokelat tua. Sangat modis. Sosok pria itu semakin terlihat berkilauan akibat ditimpa cahaya matahari puku

. Sembari pikirannya berkelana ke masa ketika ia pertama kali memasuki kafe t

tuk menyadari pada detik selanjutnya bahwa pria itu bukanlah hasil de ja vu kosongnya semata

i, bukan? Gadis berambut sebahu itu mengucek matanya dua kali demi memastikan penglihatannya. Sampai ia me

u saja jika Chai tidak cepat-cepat memanfaatkan momen! Maka dengan pikiran

II

dari arah kanannya. Untungnya bunyi klakson dari sang pemotor yang lumayan kencang itu

et motor. Gadis itu sekalian menjernihkan kepalanya untuk berpikir rasional dan mementingkan ke

mi Chai barusan. Namun Chai tidak akan pernah mengetahui hal itu, karena ketika Chai melirik kemba

ncoba bercanda dengan dirinya sendiri. Sebuah usaha kecil untuk menenangkan diri dan tremor yang melanda akibat kejadian barusan. Mata gadis itu masih setia melirik, lantas m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jay and her Odd Daddy
Jay and her Odd Daddy
“"Semua butuh uang!" adalah realita Jay. "Jangan menjual harga dirimu untuk uang," merupakan prinsip yang diajarkan oleh ibu Jay. Jayashri, akrab disapa Chai. Gadis di awal usia 20-an yang menghadapi dilema antara kebutuhan dan prinsip. Semua berawal dari pertemuan pertama mereka di taman RS. Ketika seorang pria asing menghentikan usaha putus asa yang Chai hendak memotong nadinya-sekaligus untuk memotong semua tekanan hidup dan ekonominya yang menggila. "Pekerjaan ini disebut sugar baby." "Maaf. Mungkin aku memang miskin, tapi saya tidak akan menjual harga diri demi uang!" Chai berlalu meninggalkan sang pria. Hingga kemudian takdir kembali mempertemukannya dengan pria itu. Untuk kedua kalinya, pria itu kembali menyentuh topik yang sama, namun kali ini dengan pendekatan yang berbeda. "Kontrak bisa didiskusikan, tidak ada pelecehan, ini adalah hubungan timbal balik." Chai dilema. Haruskah ia menerima tawaran pria tersebut? Realita atau prinsip?”
1 Bab 1 Jay, Bukan Laki-laki. Miskin Tepat Sekali.2 Bab 2 Sisa 8 Nyawa Lagi3 Bab 3 Boleh Aku Minta Kontak Anda 4 Bab 4 Untuk Siapa 5 Bab 5 Persetujuan dan Perseteruan6 Bab 6 Dia Tidak Datang 7 Bab 7 Amplop Cokelat Tebal8 Bab 8 Tertangkap Oleh si Kembar9 Bab 9 Salah Kamar10 Bab 10 Call Me Daddy11 Bab 11 Daddy Sudah Makan, Belum 12 Bab 12 Jurang Perbedaan13 Bab 13 Closet Ini dan Kloset Itu14 Bab 14 14. Pressurring Shopping