icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kafan Hitam

Bab 5 4. Kain Hitam

Jumlah Kata:822    |    Dirilis Pada: 06/04/2022

ruk membuat kendaraan bergoyang beberapa kali. Tak ada yang berbicara semenjak si kuda besi mela

t kepala. Sungguh, ia akan sangat malu bila sampai Kiai mendengar

g," ucap santri yang tengah mengemudi, "menur

engangguk. Pemuda itu segera memakai peci

an. Saat sampai di lokasi, Pak Yayat, Pak Harun, Aep ser

nya Pak Yayat. Dua orang penggal

u, Pak," saran Rojali. Ia menyisir sekeliling. Dari arah tan

ani yang berbicara hingga setengah badan dua orang penggali makam itu tertanam di lub

eriak dua penggali

Harun bahkan sampai terjatuh. Secara mendadak, dua penggali kuburan itu merayap ke atas, melempar cangkul sembara

dengan kakinya yang mulai tak nyaman menginjak tanah kuburan.

sebagian jatuh kembali ke dalam. Entah dari m

ng santri untuk ikut turun. Pemuda itu menekan kuat-kuat ketakutan,

saling menumbuk, berbagi kecemasan. Kaburnya si penggali makam bukan hanya meninggalkan ke

. Beberapa kali ia meneguk saliva, menekan ketakutan dalam-dalam. Tepat saat lolongan anjing kembali terdengar, ia n

atasnya jatuh ke dalam liang lahat. Ingin mundur, tetapi sudah kepalang tanggung. Alhasil

staz?" Pak H

azah lebih detail. Matanya menyisir pandangan, memakai kembali peci yang sempat terjatuh

an dengan itu, pintu gubuk tiba-tiba terbuka. Sua

gucur segera ia sapu dengan lengan baju."Saya ...

ayat rebah di tanah.

menepuk pipi Pak Y

at tangan menyibak papan, bongkahan batang pisang tiba-tiba berbalik. Sontak saja kepala desa itu me

rcucuran. "Tutup! Tutup!" perintahnya kemudian. Pria itu memutar tubuh, k

jarkan langkah dengan si kepala desa. Pistol yang bersarang di pinggang bergerak-gerak seiring

batan tak sekencang langkah yang saling menyus

hat sudah tertutup sepenuhnya. Gundukan tanah merah itu dengan cepat di

berjalan kaki bersama Aep karena kendaraan tak muat menampung orang. Tak a

etak sarungnya. Pandangannya sempat tertuju pada kawasa

ojali, "tapi ... ada hal g

ekeliling. Persawahan yang biasanya diramaikan aksi cangkul dan

n yang membungkus jenazah ...

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kafan Hitam
Kafan Hitam
“Desa Ciboeh digegerkan dengan penemuan jasad Mbah Atim dalam kondisi tanpa kepala. Setelah kematian penjaga makam tersebut, kejadian-kejadian di luar nalar mulai menghantui kehidupan warga desa. Rojali, pemuda 26 tahun lulusan pesantren di kabupaten, berusaha menyibak tabir misteri di balik kematian Mbah Atim. Namun, semakin jauh melangkah, semakin dekat pula pemuda itu dengan fakta dan realita yang tersembunyi di balik peristiwa hilangnya salah satu warga lima tahun lalu, kelompok misterius bernama Kalong Hideung, juga pada jalan takdirnya sendiri. "Silaing butuh bantuan kaula (kamu butuh bantuan saya)?"”