icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MrP (Mertua Rasa Pelakor)

Bab 5 Kenangan usang

Jumlah Kata:996    |    Dirilis Pada: 23/03/2022

tuk bisa bebas. Namun, aku berpikir kembali bagaimana nanti jika benar-benar tidak mempu

kalian, huh?" Mereka semua duduk di ruang tam

marah saat melihat Azam menarik tanganku tadi? Tatapannya beg

k tau diri!"

ri lu juga butuh duit untuk dia belanja!" Azam memang lebih dewas

aku, Mas Bo'eng, Rian-karena masih ditanggung o

memiliki seorang istri. Bahkan, tak segan mertuaku itu berteman dengan istrinya Om Bagas. Parahnya lagi, istri Om Bagas sering cur

anan? Jika semua tanggungan m

ai. Suami simpanan mertuaku tak pernah membiayai kehidupannya, wanita 52 tahun itu hanya bergantung kepa

tahan. Biar aja dia tau rasa, gimana

a saat itu pun Azam berhenti memberi uang!" an

an Azam barusan, entahlah apa yang harus

a?" bantah Lisa. Kakinya

aku. Siapa pun pasti akan melakukan hal yang sama seperti dirinya, jika melihat suami tercint

kamu juga seorang perempuan, kan? Bagaimana peras

puh. Memang, Azam adalah laki-laki tegas dan dewasa. Impian setiap kaum Hawa. Sifatnya yang

at ini. Aku kembali menyadarkan diri, untuk tidak berharap ataupun men

elirik Mas Bo'eng dan ibunya, mereka terlihat begitu kesal. Setelah itu, mereka pamit untuk makan di luar. A

kita akan pergi makan bersama,"

rang hina seperti kami tidak layak berada ditenga

erosos ibu mertuaku terdengar sedikit meninggi. Je

, kenapa Mami selalu aja ka

n baju-baju, aku merebahkan diri di atas kasur sambil menidurkan Fito. Tak lama, suara mereka pun

h ada stok mie rebus dan telur. Sebelumnya, aku tidak seberani ini menggunakan

alam mangkuk yang telah terisi mie. Nikmat. Telor setengah matang membuat lengkap hidanganku.

abai pun, tak mampu membuatku merasakan panas terbakar.

Meskipun belum sepenuhnya kenyang, setidaknya perutku s

istirahatkan tubuhku. Namun, lagi-lagi aku terbayang wajah Azam saat membelaku tadi. Ah, rasan

mbuatku selalu tertindas oleh perbuatan mereka. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, setelah hampir satu jam menang

*

ang diadakan oleh sekolahku. Sekolahan Azam mengundang beberapa sekolahan yang berbeda

sekolahnya, menghampiri tim kami. Sekedar berbasa-basi

bil dan mencariku. Tak lama, setelah melihatku ia memberi sebuah kertas padaku. Ternyata itu adalah nomor t

zam menyerahkan kertas tersebut padaku. Teman-teman menyoraki

na, harus berjalan kaki sejauh 500 meter untuk bisa s

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MrP (Mertua Rasa Pelakor)
MrP (Mertua Rasa Pelakor)
“Bagaimana rasanya jika rumah tangga yang kita bangun, hancur karena campur tangan mertua? Memiliki suami yang lebih memilih ibunya dari pada anak dan istrinya. Pengalaman hidup membuatku kuat menjalani liku kehidupan. Meskipun manusia memiliki batas kesabaran. "Kamu memilih Mami, atau perempuan sundal itu?!" seru mertuaku. Seperti biasa, suamiku memilih ibunya. Sedangkan aku dan Fito, harus merasakan terlunta-lunta menikmati pahit getir kehidupan. Mertuaku tersenyum puas, saat Mas Bo'eng pergi meninggalkan kami. "Kasihan kamu, jadi kurus seperti ini! Emangnya, gak dikasih makan, ya?" sindirnya lagi. Aku hanya diam memendam semua rasa dalam hati, berusaha untuk tidak termakan emosi. Hatiku terkoyak kembali.”
1 Bab 1 Menantu rasa Pembantu2 Bab 2 Bukan Suami Idaman3 Bab 3 Serba Salah 4 Bab 4 Cinta masa lalu5 Bab 5 Kenangan usang6 Bab 6 Tekad7 Bab 7 Rejeki 8 Bab 8 Pembalasan Ibu Mertua9 Bab 9 Keputusan Terbaik10 Bab 10 Menjadi Karyawan 11 Bab 11 Wanita Lain12 Bab 12 Bertemu dengan Azam13 Bab 13 Hadiah dari Azam14 Bab 14 Cinta itu masih ada15 Bab 15 Hati yang luka16 Bab 16 Harga Diri17 Bab 17 Mencari Kontrakan Baru18 Bab 18 Terjebak Rasa19 Bab 19 Cinta Lama belum kelar20 Bab 20 Bagaikan mimpi 21 Bab 21 Lelaki itu Azam 22 Bab 22 Lembaran Baru23 Bab 23 Kebahagiaan 24 Bab 24 Sebuah 25 Bab 25 Mimpi Buruk 26 Bab 26 Tamu Tak diundang27 Bab 27 Kecelakaan 28 Bab 28 Tidak tahu malu29 Bab 29 Jatuh Cinta Lagi30 Bab 30 Mereka kembali 31 Bab 31 Gairah itu masih Ada32 Bab 32 Pesan Terakhir 33 Bab 33 Kencan34 Bab 34 Perlakuan Ibu Suri dan Anaknya35 Bab 35 Berita Duka36 Bab 36 Susuk Pemikat37 Bab 37 Benalu Elite38 Bab 38 Hutang sekeliling pinggang39 Bab 39 Menjual Handphone 40 Bab 40 Pulang Kampung41 Bab 41 Arka Pratama Bo'eng 42 Bab 42 Bertemu dengan Ambar43 Bab 43 Menjadi Pemandu Lagu44 Bab 44 Pilihan45 Bab 45 Kisah Ambarwati46 Bab 46 Sedikit perubahan47 Bab 47 Memanjakan Diri48 Bab 48 Menjadi Idola49 Bab 49 Hamil diluar Nikah50 Bab 50 Mimpi bertemu dengan Ambar51 Bab 51 Hadiah untuk Ibu52 Bab 52 Hansen Wijaya53 Bab 53 Pekerjaan Baru