icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mafia in The Morning

Bab 3 Silent Not Mad

Jumlah Kata:1795    |    Dirilis Pada: 21/03/2022

masih terus terngiang. Dia merasa takut dan mual. Tangannya seperti bernoda darah. Dia ingin meraung dan menangis. Berteriak kencang melepaskan

bersamanya. Hari ini masih ada sedikit jadwal sebelum mengantar mereka naik penerbangan

uru bersiap. Barang-barang miliknya sudah dipak rapi di tas. Mayumi baru selesai

ou goz

mat

Rikimaru-san. O

maru-san. Ada yan

k kamu untuk sarapan

ebentar saya ambi

an sudah ada Mamoru-san dan Irie-san. Mamoru-san sedang membaca sebuah buku dengan fokus. Piring di depannya berisi beberapa lembar roti yang tidak

rasmanan. Dia juga mengambil buah dan segelas air putih. Rikimaru meng

mereka lakukan. Mayumi juga diam saja mengacuhkan keheningan. Sesuatu yang seharusnya tidak lakukan karena mereka masih harus ke

pekat. Mayumi jadi tidak bisa menikmati

ak mau menga

in kalau itu ditujukan untuknya, jadi dia di

, kau tidak mau m

Mayumi menelan ludah. Memang apa yang harus dia katakan? Apa dia harus

ampai melompat jatuh ke bawah. Mayumi semakin merasa jik

a yang harus

yakin harus menghadapi orang di depannya seperti apa. Selama ini dia hanya mengenal Mamoru sebagai Mamoru V, cosplayer tamp

ya? Marah? melampiask

ntuk melakukan konfrontasi padanya. Mungkin malah dia menunggunya

a akan menjawabnya." nadany

tidak suka diberondong pertanyaan. Sama dengan ke

rasa sebai

enutup mulut. Mamoru kemudian mengibaskan tangannya dengan gestur mengusir. Irie dan Rikimaru saling s

mbicaraan kita

melangkah menjauh. Bersama Irie, dia pindah duduk di meja lain yang

nya selalu bilang dia orang yang bersemangat. Tapi sekarang di depan Mamoru

yang ingin A

kema

mbicarakannya dengan orang lain.

lega. Tapi lelah karena tidak tahu bagaiman

rtanya?" ucapnya le

urusan saya. Jadi saya

M

bali dalam

tidur den

emput Rikimaru, dia belum sempat makeup. Dia

idak ap

erus seperti in

engan jelas. Wajahnya masih datar seperti tanpa ekspesi. Tapi jika b

lu dibicarakan. Jad

mendengar k

akukannya

lebih ba

yang m

s gelasnya. Apa yang sebenarnya diinginkan o

k bermaksud membuatmu diam. Tapi kau benar-bena

at itu adalah saat Mamoru-san mengomentarinya sebagai

han saya. Lain kali sa

seperti itu. Mayumi akan kembali ke kehidupan normalnya tanpa perlu mengingat bunyi tembakan s

u menyu

ndengar itu me

aa

tudio mengatakan ka

auh sebelum tahu jika ada sesuatu yang tidak boleh dia

kan berhenti menyukaik

ng Mamoru V. Cosplayer yang selalu dia jadikan idola. Orang yang selalu dia jadikan penyemangat untuk nyentriknya. Tapi pasti jauh dalam hatinya

ingin ke musium, kita bisa pergi awal. Tiga

kimaru sudah ter

merapikan barang-barang

lu pergi. Dia menutup matanya dengan satu t

.

ah satu musium di Jakarta. Banyak orang sepertinya punya niat berk

tidak perlu banyak berkomentar karena ada papan penjelasannya. Mamoru-san juga tidak terlihat menikmati. Dia h

ana itu kafe kan

ya

hat di sana

lamnya memesan berbagai minuman. Ajaibnya di sana ada cendol. Mayumi berinisiatif membeli sat

um ke bandara. Apa ada rekom

, aku bisa ajak k

eh,

aling familiar untuknya. Mereka masuk ke toko-toko yang menarik. Rikimaru menanyakan ini dan itu jika menemukan

an yang menarik. Mayumi izin pergi ke atm sebentar. Sehingga m

Orang itu melirik ke sana kemari sebelum mendekati seorang ibu yang sedang melihat-lihat baju. Tas si ibu terbuka. Tahu apa yang akan

teriakn

rkan. Karena jaraknya jauh, sepatu itu kena ke bahu pencopet membuatnya oleng. Copet itu mau menyeimbangkan diri saat tiba-tiba ada tangan lain yang memegangnya. Laki-laki tinggi berwajah oriental menahan tangannya. Pencopet i

aku, lep

ompet itu kembali pada si Ibu. Dia berterima kasih berulang k

a baru keluar dari tempat penjual cemilan

kaki, membuat Mayumi mengikuti arah pandangnya. Benar juga k

wa hambar. Dia berbalik untuk me

bisa bersantai. Mayumi mengambil napas berulang-ulang untuk mendapatkan keberanian. Dia mendekati Ma

enyodorkan bingkisan. Tangannya gem

ya. Dia langsung membukanya di tempat. Isinya sebuah lu

on pada temanku. Buat permint

h, tapi kau

ima

.

mereka masuk gate keberangkatan, Mayumi segera mengetik laporan ke atasannya pani

u agar menyampaikan bahwa mereka mengirimkan sedikit tip ke re

ning? Dari mana mereka

ilai fantastis tiba-tiba mendarat di saldo atmnya

a banyak sekali nolnya di belak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mafia in The Morning
Mafia in The Morning
“Mayumi baru saja habis kontrak dari pekerjaan lamanya. Sambil mencari pekerjaan baru, dia ikut sebuah acara Jepang dan menjadi volunteer di sana. Keberuntungan ada dipihaknya saat dia menjadi LO seorang guest cosplayer favoritnya. Mamoru V, seorang cosplayer tampan asal Jepang yang menjadi idolanya dari sejak dia berada di bangku SMA. Sesuatu hal yang tidak terduga terjadi. Saat akan mengantar guest itu untuk pergi ke studio poto, mereka dihadang sekumpulan bersenjata. Mobil mereka dikejar dan ditembaki sampai harus bersembunyi di gedung terbengkalai. "Mamoru-san anoo.. itu properti cosplay kan ya?" tanya Mayumi takut saat melihat idolanya mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tas. "Mn." Suara tembakan terdengar.”
1 Bab 1 Volunteering Day2 Bab 2 Studio Photo3 Bab 3 Silent Not Mad4 Bab 4 Surprise5 Bab 5 Move to Japan6 Bab 6 Mamo's Brother7 Bab 7 Sariawan desuka 8 Bab 8 Ask9 Bab 9 Snow White Lick10 Bab 10 His Throat Go Dry11 Bab 11 Keep Mamoru Temper Down12 Bab 12 Meeting an Old Acquitance13 Bab 13 That School Girl Who Got Bullying14 Bab 14 Fujiwara's Challenge, Not for you Mr Mafia15 Bab 15 Aniki, Deathly Weapon and Mom16 Bab 16 Watch Your Back17 Bab 17 Handsome Bodyguard But He18 Bab 18 A Late Night Visit, Ryoushin ni Shikarareta19 Bab 19 Something in The Backstage20 Bab 20 Fujiwara Solve The Problem Mamoru Still Mad21 Bab 21 Just Follow Kaasan, Okey22 Bab 22 Suddenly Becoming Maid23 Bab 23 Help Me Mr Mafia24 Bab 24 A Fear for Love One25 Bab 25 Trapped in Mafia Mansion No!26 Bab 26 Run will be Hard27 Bab 27 Reason Fujiwara Like That