icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kepincut Janda Tetangga

Bab 7 Perhatian Devit untuk Juwi

Jumlah Kata:1426    |    Dirilis Pada: 09/03/2022

ling pertama karena ingin membaca lebih dulu dari teman-temannya yang lain. Namun ada yang seakan hilang dari kebiasaannya, yaitu panggilan papa yang biasa Salsa

nya Salsa saat tau--t

an papa lagi?" bisik Devit, tak in

lnya om aja," terang Salsa s

dan ada sedikit rasa k

bunda mau cali papa buat Caca ta

apa Ca, ayo selesaikan mewarnainya," titah Devi

dur pukul sepuluh, untuk bangun lagi jam dua melaksanakan sholat tahajjud. Devit memutuskan duduk di dekat

esok. Namun ia tidak bisa berkonsentrasi. Devi

on

aikum, Kak.

a mama kapan kakak ada waktu unt

Juwi yang marah padanya. Pikiran Devit benar-benar tak fokus, bagaimana b

gumamnya. Lalu dengan cepat memba

aya baru saja buka ponsel. Mudah-muda

on

k. Jam sembilan saya tu

begadang ya. Nanti kalau suda

erakhir yang dikirim Devit. Bismill

ngintip dari jendela. Warung Juwi sudah buka dan Juwi sedang melayani bebe

n untuk hari ini entah kenapa dia ingin memasak nasi goreng. Devit keluar kontra

, beli apa, Pak?

mau bikin nasi goreng," ucap Dev

yang masakin sarapan," celetuk tema

sahut Devit melirik ke arah J

apa, Pak?" ta

Juwi, ntar jatuh cinta

di ngaco," sahut Juwi yang tak suka mendengar ledekan bu Nuni

anya," uc

ng kok pake gula?" ce

-ibu rempong pada tertawa termasuk Juwi jadi ikut tertawa. Devit yang melihat tawa

ibu," u

uang seratus rib

erus, gak ada yang warna ijo apa, P

da Wi, adanya

uwi sambil mence

adi bininya, kalau punya suami duitnya setiap har

ka gorengan yang masih hangat. Ada risol, bakwan, lontong isi, kue

li lima bel

traktir." ucap Devit pa

Nuni antusias.

ya. Mereka akhirnya pulang dengan gembira,masing-m

semua, Wi?"

ucap Juwi lalu mengembal

ngun ya?" tanya

el

.. ibu

lagi

ak a

Juwi melotot.

ar bola mata malasnya. Devit seakan anak yang patuh pada ib

iak Devit dari pintu rumahnya. Sontak ibu-ibu yang lew

rsadar buru-buru masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya. Ya

h, namun sedikit garis bi

ian memanggil Devit dengan panggilan papa. Ha h

lagi di dekat jendela rumah kontrakannya, melihat ke arah warung. Kok tutup?

n menggendong Salsa yang tampak lemah, bersama ibunya yang membawa sebuah tas kecil. Penasaran Devit membuka pintu

Bu? Mau

akanya mau ke rumah sakit, saya permisi Pak," ucap ibu Juwi t

. Entah apa yang membuat Devit nekat mengikuti mobil tumpangan Juwi dengan naik ojek pangk

it sampai di rumah sakit tempat Juwi membawa Salsa

bunya terbengong. Devit melarikan Salsa ke ruangan IGD. Disusul Juwi dan Bu Nur. Berdasa

kan mendaftar ke administrasi

i kw tempat yang sudah d

p Devit lagi. Juwi

," ucap Juwi lalu berjalan kemba

juga dengan kelas dua, adanya kelas satu, VIP dan

berapa per m

lain, mohon maaf kami belum membuka layanan BPJS

Devit menyel

eran. "Jangan, Pak, sa

i," sahut Devit, lalu memberik

. Juwi memandang Devit dengan keheranan. Ken

u Nur baru kali ini masuk ke ruangan VIP rumah sakit mahal. Seperti di hotel-hotel kalau kata Bu Nur. Devit membawaka

ganti untuk Juwi. Juwi masuk kembali ke kamar perawatan Salsa. Melihat Devit tertidur dengan pulas. Senyum Juwi terbit. " Terimakasih, Pak," bisik Juwi yang kini teng

tunggu belum datang juga. Ponselnya juga tidak diangkat dari pagi. Pesan juga tidak dibalas. Bahkan Sarah menghubu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kepincut Janda Tetangga
Kepincut Janda Tetangga
“Devit adalah seorang dosen yang akan segera menikahi mahasiswinya, tetapi saat ia terpaksa mengontrak di rumah petakan, Devit malah bertemu dan jatuh hati dengan seorang janda muda bernama Juwi. Bagaimanakah dengan rencana pernikahan Devit? Baca langsung keseruan mereka yuk!”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Mencari Kontrakan3 Bab 3 Tidak Bisa Memasang Gas4 Bab 4 Memperhatikan dari Jendela5 Bab 5 Guru Mengaji6 Bab 6 Juwi Merajuk7 Bab 7 Perhatian Devit untuk Juwi8 Bab 8 Tidak Mungkin Ia Cemburu9 Bab 9 Cemburu Beneran10 Bab 10 Kabar Itu Sampai Pada Sarah11 Bab 11 Jalan-jalan12 Bab 12 Alhamdulillah SAH13 Bab 13 Jono14 Bab 14 Dinodai15 Bab 15 Tidak Sengaja Berciuman16 Bab 16 Cie ... Pengantin Baru!17 Bab 17 OTW Malam Pertama18 Bab 18 Pengantin Baru 19 Bab 19 Menonton Tutorial di Youtube20 Bab 20 Pengantin Baru yang Berkeringat21 Bab 21 Romansa Pengantin Baru22 Bab 22 Percobaan Bunuh Diri23 Bab 23 Pernikahan Sarah24 Bab 24 Tragedi di Pasar25 Bab 25 Tamu tidak Diundang26 Bab 26 Digrebek Warga27 Bab 27 Tragedi Sandal28 Bab 28 Papa Aryo29 Bab 29 Masa Lalu Pak Aryo dan Bu Nurmala30 Bab 30 Sahur31 Bab 31 Berpisah Sebentar32 Bab 32 Begal Sandal33 Bab 33 Menikah Ulang34 Bab 34 Video Akad Nikah Juwi35 Bab 35 Sarah dan Ibunya36 Bab 36 Juwi Terluka37 Bab 37 Melaporkan Sarah ke Polisi (21+)38 Bab 38 Dibawa ke Kantor Polisi39 Bab 39 Kehadiran Jono40 Bab 40 Sarah dikembali ke rumah orang tuanya41 Bab 41 Ke Rumah Mertua42 Bab 42 Sarah Merayu Jono(21+)43 Bab 43 Usaha Sarah Mendapatkan Maaf Jono44 Bab 44 Juwi Belum Juga Hamil45 Bab 45 Terjatuh di Kamar Mandi46 Bab 46 Fitnah dari Mertua47 Bab 47 Fitnah Mertua Bagian 248 Bab 48 Saling Memaafkan(Ending)