icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DILEMA SUAMI BAYARAN

Bab 2 Pencetus petaka

Jumlah Kata:1460    |    Dirilis Pada: 11/02/2022

a dan keluarganya. Ibunya berhasil melakukan transplantasi jantung. Alby adik pertama Barra masuk salah satu universitas d

aling membantu, simbiosis mutualisme, tak ada pihak yang dirugikan. Satu tahun itu Barra lalui penuh kesakitan. Sakit yang tampak oleh

a Indonesia. Kota metropolitan, namun Jakarta masih memiliki sawah yang menjadi akses jalan tikus yang

rjaan. Masih tak percaya, ia menaklukkan hati seorang anak ningrat. Astra, gadis dengan ukiran sempurna, kulit putih bersih dan hidu

sudah ditentukan, tapi Barra tak memiliki tabungan lebih untuk hari bahagia itu. Barra tak pernah bebankan masalah pribadi pada ibu maupun adiknya. Saat pikirannya ka

meminta keluarga Barra tak perlu pusing memikirkan perihal biaya. Barra cukup menyiapkan mahar yang ia mampu. Bagi Pak Abbas urusan uang hanya masalah simpel. Barra senang punya calon m

un anggaran khusus pengobatan sang ibu. Ibunya harus rutin kontrol ke rumah sakit. Sang ibu mengidap berbagai penyakit, dokter bilang komplikasi. Barra harus membawanya k

sepi. Tak banyak kendaraan yang lewat. Barra meresapi

kan bunyi ponsel. Ia sampai terjatuh

dan butuh menjadi dua kata yang beradu di otak besarnya. Banyak hal yang m

saling berjabat. Tuan Hiro memesankan minum dan makan untuk Barra. Mereka menikmati makan m

ro hanya meneguk sedikit jus kiwinya. Bagi Barra pantang membuang makanan. Tuan Hiro merogoh selembar k

Surat perjanjian lagi, tapi isinya masih bisa Barra toleransi. Sangat menguntung

a, ada di bawahnya.

tak membacanya lagi. Bukankah itu salinan? B

nyayangi putrinya itu, namun banyak hal yang mengharuskan ia menyembunyikan identitas Annisa. Hari ini Tuan Hiro menemui Ba

unjangan bulanansebesar lima puluh juta. Air liur Barra hampir menetes mendengar nominal tersebut. Barra meninggalk

Tuan Hiro adalah seorang bos, Tuan Hiro terlihat serius mengerjakan sesuatu di sana. Barra meliri

ada penghulu. Barra dituntun duduk di kursi deka

i selesai, semua keluar. Ada yang membedakan, semua saksi dan satu penghulu mendapat amplop dari asist

membulat sekilas, hampir lompat dari kelopaknya. Apa ini, perjanjian macam apa. Bukankah pernikahan siri yang berkuasa penuh adalah suami. Ah bodoh, Barra tertipu lagi. Di d

arah, emosi menggunung di dada Barra. Barra di tinggalkan sendiri, di ruang tamu rumah megah milik Annisa. Ingin sekali tangannya mer

hidupnya di abdikan untuk keluarga Tuan Hiro. Bi Sumi merawat Annisa sejak Annisa masih duduk di sekolah dasar. Bi Sumi pernah cerita, ia sampai tak ada keinginan menikah hingga sekarang. Demi siapa, ya demi Annisa. Tuan Hiro tak mengizinka

ya Barra kembali duduk tenang di sofa ruang tamu tersebut. Bi Sumi berikan satu gelas es jeruk pada Barra. Barra meneg

onya muda." Ucap Bi Sumi pelan-pelan, sangat

i, kau itu suami Annisa yang pertama? Apa kau benar-b

ia mendampingi Annisa, meski saat Annisa bercinta dengan lelaki lain. Ken adalah supir pribadi Annisa, yang berakhir sebagai suami. Campur tangan Tuan Hiro tak lepas dari semua ini. Bisa di pa

. Karena kurangnya interaksi antara orangtua dan anak, Tuan Hiro hanya menekan tindakan pendek ya

da di meja tamu, ia membuangnya ke sembarang arah. Sekuat tenaganya, ada yang menghantam lemari hias, ada yang menghantam jendela ka

a yang berjarak cukup jauh, ia memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DILEMA SUAMI BAYARAN
DILEMA SUAMI BAYARAN
“Barra Farzan, lelaki muda yang sudah menyandang status duda. Semua terjadi begitu saja, ia tak menyesal. Namun Barra mulai bosan dengan hidupnya yang selalu pahit, ada keinginan untuk bahagia. Memiliki istri secara benar adalah cita-cita Barra. Mimpinya di aminkan oleh semesta, gadis cantik putri dari konglomerat ibukota benar-benar jatuh dalam pesona Barra. Hubungan yang sempat ditentang itu akhirnya lolos ke jenjang pernikahan seperti apa yang Barra bayangkan setiap malam. Barra menegak manisnya kesempurnaan akad, di dampingi dua keluarga. Ini bukan mimpi, ini benar terjadi. Khayalannya terlaksana, sampai hubungan mereka berhasil diresmikan. Di atas pelaminan, Barra mencuri-curi kecupan di bibir Astra. Keduanya tertawa bahagia. Tanpa Barra sadari seorang wanita berjalan menuju altar pelaminan. Dipenuhi amarah. Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Astra. "Dasar pelakor! wanita murahan! Aku ini masih istrimu, Mas. Kamu tega meninggalkan aku dan Beby?" Astra juga Barra terdiam beku, semua pasang mata menatap penuh intimidasi pada Barra dan Astra. Siapa yang tak sensitif saat kata 'pelakor' disebutkan? Rahasia apa yang Barra sembunyikan? Akankah keduanya bisa menjalani kehidupan sepasang suami-istri layaknya rumah tangga lain? Atau Barra akan habiskan hidupnya sebagai suami bayaran? Happy reading. Novel karya diara_di”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Pencetus petaka3 Bab 3 Gagal membeli mahar4 Bab 4 Siapa Annisa 5 Bab 5 Tertangkap basah 6 Bab 6 Kecurigaan Annisa7 Bab 7 Tragedi pelaminan8 Bab 8 Dilema, Papa atau Barra 9 Bab 9 Kebohongan termanis10 Bab 10 Pelanggan pemberi luka11 Bab 11 Gagal Malam Pertama12 Bab 12 Detektif 13 Bab 13 Suami bayaran 14 Bab 14 Kerinduan Astra 15 Bab 15 Jangan tinggalkan aku 16 Bab 16 Bubur Ayam17 Bab 17 Pengintai 18 Bab 18 Pertarungan 19 Bab 19 Gadis Papa 20 Bab 20 Kebakaran 21 Bab 21 Pertunjukan Hidup 22 Bab 22 Berperang23 Bab 23 Penawaran