icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Crazy In Love

Bab 4 Part 3

Jumlah Kata:1795    |    Dirilis Pada: 27/01/2022

n. Namun, saat ini ia sendiri. Dika ada acara keluarga. Sedangkan Kevin, harus menjaga adiknya yang masih balita karena ditinggal kedua orang tuanya. Jamal memejamkan matanya tenang. Menikmati

jukkan hati

a kantoran sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. Huft, sepertinya ia juga

itu nyaring. Sepi sekali. Ia jadi merinding melihat langit yang mulai menggelap, membuat suasana sekolah menjadi semakin mencekam. Jamal merinding. Ia menyesal sekali,

h sampai ke tempat motor bahenolnya. Dengan cepat

.

ya yang super aktif itu tak bisa

n papa sama mama susah-susah cari uang buat kita biar makan enak, eh, lo

li. Merasa lucu melihat kakaknya yang sedang mengomel

ama temen-temen sekarang. Gara-gara lo nih, gue harus jagain m

kaca-kaca. Bibirnya melengkung ke bawah.

EEE...

ubuh kecil itu, digendong. Kemudian ia menepuk-nepuk bokong adiknya be

.

basah mememenui celananya. Anggun mendengus. Sepertinya ini adalah jadwal palang merahnya. Dengan malas ia menuju lemari, mengecek apakah m

.

gun. Ia merasa bersalah, seharusnya ia bisa membantu sang kakak untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tapi, sang kakak selal

ampai kedatangan aku ngg

epalanya ke arah sumber suara. Kemud

ini. Pusing kakak tuh, dapet tugas

in merasa bersalah. Matanya mulai ingin mengeluarkan air mata. Ke

ngan terlalu memfosirkan tubuh kakak.

hanya tersenyum menangg

aafin Anggun ya,kak. Aku

capek kakak nguap gitu aja. Jadi jangan merasa bersalah. Kakak kerja bukan buat kamu aja, tapi buat di

las-malasan dalam belajar. Ia juga terkadang menjadi pemalas ulung ketika di kelas. Memilih tidur daripada menden

ak

H

ggun menyodorkan tang

at

el

li

be

apa,

i ta

i ta

? Ituloh, pembalut kakak. Aku a

h. Jangan diambil semuanya lho." Ucap sa

u balikin deh. Makasih yaa..

hati

ak mau ti

bungkus ya. Kakak lagi

ungkan jempolnya kemudian pe

.

nya akan sakit mendengar omelan sang ibu. Sebelum masuk ia menutup telinga

-tiba menciut. Daripada mendengar suara dingin ayahnya ia lebih memi

. Assalam

alam. Darima

m di sekolah dulu sam

magh

Santai aja anak gantengmu ini t

la nafas pelan. Ingin memarahi

h. Kita makan malam

rmat kepada sang ayah kemudian b

.

khidmat. Tak ada perdebatan dari ketiga

Panggil

ya

akan, mama mau n

ya

n sendok yang beradu dengan piring. Benar-benar hening. Aneh seka

rga itu menikm

.

nya sang ibu akan membicarakan hal yang begitu serius kalau sudah memanggilnya seperti ini. Meng

ihnya. Tak lupa ia juga mengoleskan krim malam pada wajahnya yang bel

a?" Tanya Jam

sentak kaget mendengar su

sudah dat

unya. Ia mengernyit ketika melihat sang ibu

yodorkan uang berwa

ah

n mama pemb

nger Ma? Aku kan cowok. Malu

au jadi an

itu Ma, aku

ukuman kalau kamu pulang telat tadi. Masih unt

a. Yaudah ak

ah nyantolin cewek sana si

ya

.

melihat-lihat mencari barang pesanan ibunya. Sial. Ia

a dulu sama nyokap. Kalau kayak gini gue cuma bisa dikira orang i

kan untuk bertanya kepada p

k." Pangg

saya?" Sahu

namanya pembalut yang seperti

akan bola matanya tak percaya

" Tanya orang

eras-keras dong

ian menjelaskan barang yang dimaksud dan

an bersayap yan

a hijau. Pojok kiri. Se

at ia meraih barang itu, seseorang telah mengambilnya terlebih dahulu. Saat melihat si

mu lo? Gak di sekolah gak di luar sama

gue dong mau pe

n baran

a tak pernah meminjam atau meminta barang ke cowok aneh ini. Ia m

angkat tangannya tinggi bermaksud memp

kan dia di depan banyak orang. Ingin sekali ia merobeh mulu

ikin aja apa

ini ke lo?! Lagian gue yang ngambil

perjuangan gue nyari barang itu. Gue udah m

lo mau nyari keliling Jakarta juga gue nggak perduli.

nyuruh. Emangnya elo. Sok sokan beli b

cewek kali. Emangnya

ga keributan benar-benar terjadi. Jamal yang berusaha mendapatkan barang di tangan Anggun. Tak perduli berapa banyak barang yang berjatuhan. Lulu

keluar!" Ucap s

alah apa-apa disini! Dia tuh yang salah" Sah

Kalau lo langsung ngasih barang itu ke gue

g itu sala

ke arah keributan. Menerka-nerka, sepertinya mere

suka. Ia benar-benar risih menj

ok,huh? Denger ya, cowok di depan gue ini mau ngerebut barang milik gue! Dan kalian tau apa?

ra bersamaan. Ia marah karena gadis ini sering sekali mempermalukannya. Ia malu

alitas Anggun? Tidak. Lihat saja, ia akan membalas perbuatan gadis di depannya ini. Ses

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Crazy In Love
Crazy In Love
“Dia adalah cowok yang bisa dibilang mendekati sempurna. Lihatlah, wajahnya yang tampan, hidungnya yang bangir, dagunya yang tegas, serta tatapannya yang tajam. Bak idol korea! Otaknya juga bisa dibilang encer bagi pemalas sepertinya. Tubuhnya ideal, tidak kegemukan maupun kekurusan, justru ia memiliki otot-otot sempurna yang bisa membuat kaum hawa menjerit histeris. Tapi satu hal yang membuatnya malu. Yaitu namanya. Kenapa orang tuanya harus memberikan dia nama Jamaluddin? Ia semakin kesal saat seorang gadis dengan seenaknya menertawakan namanya dengan keras. Ia benar-benar ingin menghancurkan gadis yang telah mempermalukannya itu.”
1 Bab 1 PROLOG2 Bab 2 Part 13 Bab 3 Part 24 Bab 4 Part 35 Bab 5 Part 46 Bab 6 Part 57 Bab 7 Part 68 Bab 8 Part 79 Bab 9 Part 810 Bab 10 Part 911 Bab 11 Part 1012 Bab 12 Part 1113 Bab 13 Part 1214 Bab 14 Part 1315 Bab 15 Part 1416 Bab 16 Part 1517 Bab 17 Part 1618 Bab 18 Part 1719 Bab 19 Part 1820 Bab 20 Part 1921 Bab 21 Part 2022 Bab 22 Part 2123 Bab 23 Part 2224 Bab 24 Part 2325 Bab 25 Part 2426 Bab 26 Part 2527 Bab 27 Part 2628 Bab 28 Part 2729 Bab 29 Part 2830 Bab 30 Part 2931 Bab 31 Part 30