icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

30 Days With Mr. Vague

Bab 2 2. Driving Me Crazy

Jumlah Kata:1221    |    Dirilis Pada: 22/12/2021

Aku l

k beberapa jam setelah a

tang?" keluhku sa

menunggu satu, dua, tiga, atau beberapa jam lagi untuk Louton datang dan membawakanku makanan serta minuman, sesuai dengan p

sedang terjadi padaku. Tentunya ketika aku bangun tidur, aku berharap bahwa apa yang sedang terjadi padaku ini adalah mimpi. Nam

osan dengan suasana sekitar yang sepi, juga dala

ngatku, aku memang tidak pernah melakukan sekecil apa pun kesalahan padanya, karena aku

igiti kuku jari selama berji

gkinan yang baru saja tercetus di kepalaku. "Ah, tidak. Tidak mungkin," tampikku kemudian seraya menggele

k mungkin k

erbaik dan terbesar di USA. Tidak ada pemberitaan tentang kebangkrutan atau semacamnya hingga membuat Louton melakukan hal gila i

pa alasan," gerutuku mengacak-acak rambut. Frustrasi akibat tidak bi

bat menerima jambakan darinya. Tenaganya itu sungguh ber

is. Sulit untuk mengakui, tapi itu adalah

. Kutebak ia baru saja selesai joging. Terlihat juga dari bulir-bulir air keringat yang menempel

bisanya otakku b

g dengan dua buah pap

r. Langkah kakinya berhenti di salah satu sisi te

masih duduk meringkuk di atas tempat tidur, bersandar pada

jawab Louton langs

bag untuk melihat apa isi di dal

anyaku kesal, saat lagi-lagi menemukan sebotol air miner

omentarku, Louton ter

atu sandwich," tampik Louton seakan pernyat

t lapar," keluh

tu konsek

dimana aku sadar jika suar

dah berhenti di ambang pintu. Kulihat wajah

ku kemudian dengan intonasi yang terdengar begitu menyedihkan. "Dan aku pun yakin kalau

sampingnya hingga menimbulkan suara pukulan yang begitu kental di telinga. Aku terlonjak d

ar membuatku takut. Detak ja

tidak be

cengkeram kerah blus yang kupakai seja

n bernapas.

perempuan yang

r, kemudian melemparku ke lantai yang dingin dengan ter

tasku. Sorot matanya tajam. Bahu dan dadanya bergerak naik turun dengan cepat. Matanya memelotot ke arahku. Raut wajahnya menggambarkan kemarahan yang lu

nggerakkan kedua kakiku ke belakang dengan tenaga seadanya. Meskipun

, aku memeluk d

h. "Apa salahku sampai kau

t mata, kulihat Louton berjongkok di depanku, meraih daguku dengan telunjuk dan ibu jarinya, lalu dengan gerak pelan membawa wajahku ke depan untuk berhadapa

i bulir-bulir air mengerj

. Tatapannya padaku kini melunak. "Berperilaku baikl

dadaku yang terbuka, dikarenakan beberapa kancing blus bagian atas ter

i ia justru beranjak dari posisinya dan berjalan mengarah pada tempat tidur. Mengambil salah

ya, kemudian pergi. "Tenang saja. Kau a

asa ingin tahuku dari balik timbunan

a sedetik setelahnya aku langsung menundukkan p

hukum

s mampu membuatku

au aku tidak melakukan kesalahan apa

mengatakan jika aku menghukummu at

ukan padamu,

ndiri," jawabnya seraya

ikku di saat Louton telah keluar melewati p

gedor dengan sekuat tenaga sambil mencoba meletakkan

ia

mungkin saja bisa membuat pintu ini terbuka, tapi percuma. Tidak ada apa pun. Ruangan ini beserta de

ua ini memb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
30 Days With Mr. Vague
30 Days With Mr. Vague
“Rose tidak menyangka jika seseorang yang telah menculiknya adalah Louton Vague, seorang ahli waris dari salah satu Holding Company terbaik di USA. Padahal selama ini Rose selalu melihat Louton sebagai sosok pria muda tampan yang sopan dan berwibawa. Namun, setelah tahu bagaimana perlakuan Louton padanya, kini Rose tahu bahwa ternyata Louton adalah pria misterius dan menakutkan yang berhati dingin, kejam, bahkan tak segan menyerang fisik perempuan. Meski begitu, menghabiskan waktu berhari-hari bersama Louton, paling tidak membuat Rose tahu jika ada yang salah dengan diri pria itu. Kesalahan yang mungkin saja bisa Rose perbaiki, karena Rose merasa bahwa ada sisi baik yang tersembunyi di dalam diri Louton dan entah kenapa ... itu justru membuat Rose luluh. Rose tahu apa yang dirasakannya pada Louton adalah salah. Tidak sepantasnya ia justru menaruh rasa simpati pada seseorang yang telah menculiknya. Lantas, Rose harus bagaimana? Apa setelah dirinya terbebas dari Louton, ia harus melaporkan tindakan Louton? Apa setelah dirinya terbebas dari Louton, ia bisa bertemu dengan Louton lagi agar dapat terus mengubahnya menjadi seseorang yang jauh lebih baik?”
1 Bab 1 1. Why Did You Do This To Me 2 Bab 2 2. Driving Me Crazy3 Bab 3 3. You Are So Mean4 Bab 4 4. Escape Plan5 Bab 5 5. There's Something Wrong With You6 Bab 6 6. You Confuse Me7 Bab 7 7. I Can Understand8 Bab 8 8. Are You Spying On Me 9 Bab 9 9. More Than That10 Bab 10 Two Sides