icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mendarat di Hatimu yang Retak

Bab 4 Setelah drama di kantor

Jumlah Kata:1097    |    Dirilis Pada: 25/12/2025

kemarin, Liora menghabiskan waktu luangnya dengan termenung di balkon apartemen kecilnya. Di tangannya ada sebuah foto lama yang sudah agak menguning di bagian pingg

harus jadi sekeras i

nya sakit, dan sebagai kru cadangan, Liora harus masuk untuk penerbangan malam menuju Singapura. Liora menghela napas, rasa lelah yan

nampilkan rancangan maket sebuah resort mewah. Namun, konsentrasinya buyar. Pikirannya terus melayang pada keb

ngat saat Liora kecil menangis karena jatuh dari sepeda, dan Arlo berjanji

rsalah karena sudah membentak Liora mulai merayap, tapi e

ak memiliki nama pengirim, hanya sebuah kotak karton cokelat kecil. Saat dibuka, mata Liora membelalak. Di dalamnya ada gantungan kunci berbentuk bo

is. Tapi senyum itu memudar saat dia meliha

-barang masa lalu ini baik-baik, karena di masa depa

lo sedang mencoba memutus ikatan terakhir mereka, tapi caranya sangat kasar. Liora

mencari nomor telepon sekretaris

Tolong sampaikan ke Pak Arlo, kalau dia mau buang barang masa lalu, jangan setengah-setengah. Saya tunggu dia di taman komp

. Dia tahu ini nekat. Dia tahu dia mungkin ak

lu sering mereka pakai sudah berkarat, dan rumput liarnya mulai meninggi. Liora mengenakan pakaian s

ngkin Arlo benar-benar tidak peduli. Mungkin bagi Arlo, Liora hanyal

ebuah mobil hitam mewah berhenti di pinggir jalan. Arlo keluar da

npa basa-basi. "Kamu telepon kantor cuma buat drama

h, jadi arsitek sukses ini bisa dat

ya sangat mengintimidasi. "Aku sudah kasih barang kamu balik. Aku s

a, Arlo! Anak perempuan yang dulu kamu kasih setengah bekal makan siangnya pas aku lupa bawa dom

u, aku denger suara Sheila yang ketawa di belakang punggungku. Setiap kali aku lihat

i Arlo, meskipun pria itu sempat mundur selangkah. "Kamu nggak bisa hukum aku atas kesalahan

k dekil itu. Tangannya gemetar. Dia ingin membuangnya ke semak-semak, dia ingin menunjukkan b

et sama segala hal yang berhubungan sama aku,"

ng muka. Dia tidak membuang boneka itu, melainkan mem

hujan," ucap Arlo, suarany

erhenti bersikap kayak orang asing kalau ketemu

berhenti sebentar. "Aku nggak janji apa-apa. Tapi tolong... jangan pakai se

rdiri mematung. Ada rasa perih di dadanya, tapi juga ada sedikit harapan. Arlo tidak m

ri. Arlo bukan cuma benci pramugari, dia benci pada dirinya sendiri yang pernah terluka. Dan Liora, dengan segala kekeraspalaannya, baru saja memutus

i mata Liora. Dia akan menarik Arlo keluar dari bayang-bayang Sheila, bagaimanapun caranya. Karena ba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mendarat di Hatimu yang Retak
Mendarat di Hatimu yang Retak
“Bagi Liora Anindya, langit adalah rumah. Namun bagi Arlo Dirgantara, langit adalah pengingat akan pengkhianatan yang menghancurkan hidupnya. Sepuluh tahun tidak bertemu, takdir mempertemukan kembali dua teman masa kecil ini dalam situasi yang canggung. Arlo bukan lagi anak laki-laki yang dulu melindungi Liora. Ia kini adalah pria dingin yang membangun "tembok" tinggi di sekeliling hatinya. Luka itu ditinggalkan oleh mantan tunangannya-seorang pramugari yang meninggalkannya demi kemewahan saat Arlo berada di titik terendah. Sejak saat itu, Arlo bersumpah tidak akan pernah memercayai siapapun yang mengenakan seragam kebanggaan tersebut. Ketika Liora hadir kembali membawa kehangatan masa kecil mereka, Arlo terjebak dalam dilema. Di satu sisi, kehadiran Liora adalah satu-satunya pelipur lara yang ia miliki, namun di sisi lain, seragam yang dikenakan Liora adalah pemicu trauma (PTSD) yang terus menghantuinya. Akankah Liora mampu membuktikan bahwa tidak semua "penghuni langit" memiliki hati yang terbang berpindah-pindah? Ataukah luka Arlo terlalu dalam hingga ia memilih untuk meruntuhkan jembatan yang coba dibangun oleh Liora?”
1 Bab 1 Suara bising Bandara2 Bab 2 Ponsel di atas nakas bergetar hebat3 Bab 3 suasana di meja makan4 Bab 4 Setelah drama di kantor5 Bab 5 kehujanan di taman6 Bab 6 Ucapan Arlo di pintu pesawat7 Bab 7 Getaran di bawah kaki8 Bab 8 ruang tunggu kedatangan9 Bab 9 gerbang yang tertutup di belakang10 Bab 10 Kegelapan di kamar Arlo11 Bab 11 lebih hangat dibanding hari-hari biasanya12 Bab 12 terbungkus plastik pelindung13 Bab 13 Alarm berbunyi pukul empat pagi14 Bab 14 Pesawat Boeing15 Bab 15 Cowok itu baru saja mendarat16 Bab 16 Arlo tidak membuang waktu17 Bab 17 Pesawat yang membawa mereka kembali ke Jakarta18 Bab 18 tidak ada apa-apanya19 Bab 19 tidak Liora rasakan20 Bab 20 berjuang buat dia21 Bab 21 berserakan di atas meja nakas22 Bab 22 Hari pertama Liora kembali ke bandara23 Bab 23 Persiapan pernikahan24 Bab 24 Gedung serbaguna25 Bab 25 menaungi hidup mereka