icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perjalanan Zera

Bab 5 Chapter 05 | You Did Well, Zera.

Jumlah Kata:1248    |    Dirilis Pada: 15/12/2021

haladzim, ini

ra yang pingsan, di bawa oleh

kamarnya

u Zai

ebetulan Ali dan Aisyah yang baru kembali dari luar pond

a tadi pagi yang Aisyah lihat, sudah sirna. Membuatnya sendu dan i

umnya ngobrol sama Aisy

?" tanya umik Hanna pada pemuda

rong dekat pintu dapur Zein melihat seorang

gsan. Zein reflek menangkapnya, dan melindungi

rkejut melihat Zera pingsan dan terlebih,

Zera. Dia ke

g menyuruh Zera

erjakan apa, Aisyah pikir bantu masa

ksa dulu, kita

puterinya memeriksa Zera lebih dalam lagi. Ia khawatir d

ucap abi Hanan yang baru kembali dari masjid pondok, beli

bawa Zera ke kamar," jawa umik Ha

i, kenapa b

ejadiannya, dan abi Hanan j

ah ma

di umik suruh dia buat pe

enyuruh mereka bersiap - siap, bagaimanapu

nolehkan kepala, terlihat Aisyah kelua

jahnya menjelaskan kepada siapapun yang me

mbil tangan besarnya me

tepatnya apa. Tadi Zera sadar, dia sedikit cer

nnya muncul. Ia sedih mengingat betapa rapuhnya Zera, g

a terluka di dalam. Namun Zera suka menutupinya, walau terk

ah ke pondoknya, Zera kesulitan mencari nafkah

dan ayah, juga bermain, belajar bersama teman - temannya. Justru Zera setiap

lai? Semuanya sudah siap," ucap Hanif, salah

cara hari ini. Setelahnya baru kita coba ajak bicara Zera," kata abi

id Ad-dhiya ulami' karangan Habib Umar bin Hafidz, di lanjut dengan penyamb

terima kasih banyak terutama kepada abi Hanan dan umik Hanna, ustadz Ali, dan semua santri santriyah. InsyaaAllah saya akan menjalank

ri, mereka melihat acaranya di pondok mereka tidak melihat secara langsung, m

i meninggalkan kawasan pondok puteri, memasuki lor

amu'al

rahmatullahi wabarakat

a," ucap Jihan sambil memicingkan matanya, ia tak suka kalau Aisya

a Aisyah mengambil dokter umum, dan berencana untuk mengambil spesi

adikku uda

ceritain dulu

g aja, aku juga bel

ng di telfon tadi, bukan

, udah ayo masu

asuki pintu kamar bernama Zainab. Mereka

ek

jahnya masih terlihat pucat da

pergelangan tangan Zera, ia mencoba mendekatkan Zera pada Jihan. Berh

Kenalin, nama kakak Jihan R

gan nyaman, ia memposisikan diri bukan sebagai

laam. Nama ku,

pertama mereka mendekati Zera lancar

sesekali Jihan menceritakan kisahnya bersama teman - temannya s

uga, Zera juga

ereka teman, teman dekat. Tapi mereka menjauhi

tu ungkapan Zera, mereka berdua mencoba menghibur dan men

pingsan ya?" tanya

ih tenang ketika Aisyah memeluknya, memberikan Zera kehangat

dapur itu menolak kehadiran Zera, seperti teman - teman Zera di masa l

a, lalu mulai memberikan beberapa kal

Kalau itu luka, buang dan keluarkan. Itu tidak manfaat, dan hati itu tempatnya Allah ﷻ memandang hamba Nya, kala

InsyaaAllah tidak akan terjadi lagi di masa sekarang dan masa depan. Kala

benci sama kita. Tapi kita harus selalu baik sama orang lain,"

an air matanya menetes, mengang

di balik pintu dengan celah

u bertahan samp

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka