icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Penulis: Bella Storm
icon

Bab 1 

Jumlah Kata:1115    |    Dirilis Pada: 15/12/2025

siplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati

ulai saat Isabel, wanita licik yang

mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan

ai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia mele

ku," rengek Isabel manja. "

ku, Vincent m

l untuk

awakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara ak

arah yang ia tumpahkan malam i

igala paling langka dan suci yang

k, menatap mata pria yang dulu k

ofia Per

aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meled

ncent Dirgantara,

wa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlar

a

ia

erpustakaan kediaman Dirgantar

pasku berhembus stabil, berirama denga

merobek lembaran

k. K

kan-renyah dan tajam, seolah aku sedang mendengarkan pat

hku sendiri, Hendra, sebagai persembahan untuk Alpha Vincent. Sebuah dokumen yang

menjadi serpihan sampah di a

g membakar di dadaku. Yang ada hanyalah ketenangan yang absolut

usak dokumen. Ini ada

siapkan makan malam di aula utama. Suara tawa, denting gelas kristal, da

oleh dinding tebal dan status sosi

bu ini, aku hanyalah hantu. Seor

perpustakaan didorong terbuka kasar,

melangk

wajahnya dihiasi senyum polos yang terlalu lebar untuk menj

perabot usang, langkah kakinya berisik saa

yengat langsung memenuhi ruang

us dan esens bunga kimiawi, begitu kuat hingga mencek

identitas jiwa. Tapi Isabel selalu menutupi ket

dang menandai wilayahnya deng

l, mengatur bunga-bunga itu deng

h terbuka, suara tawa ber

nc

ah respons terkondisi yan

awanya melengking sengaja agar menembus dind

nyumnya berubah, matanya menyipit de

ang lama. Airnya sudah bau," katany

h perintah dari seseorang yang

m diriku ingin menunduk, ingin patuh pada

engepal di balik rok gaunku yang lusuh hin

h lebar, dan Vince

ang tiba-tiba menerjang. Udara terasa lebih berat, seolah o

n tidak m

g baru saja kurobek, seolah itu tidak ada artinya. Seolah usahak

seperti lintah. "Lihat, Sofia sepertinya tidak senang dengan kontrak dari ayah

dirancang untuk meren

ngin, kosong, seperti melihat serangg

s. Tanganku yang

yut nyeri, mengingatkanku pada

r agar bisa kabur dari perjodohan gila ini. Tapi takd

Vincent menci

m kegilaan *Mate*. Dia meninggalkan gigitan di leherku-tapi bukan *M

u, menyembunyikan hubungan kami, sementara aku dengan naifnya berpiki

tang. Sang "pe

ar datar, tanpa emosi. "Dia hanya sed

amku lebih keras dar

gan terpancar jelas di wajahn

ner Wolf*-ku yang melolong sedih di sudut

ku

ku membungkuk perlahan. Bukan untuk menghormati me

diriku yang pernah diinjak

aki mereka menjauh, aku merogoh saku

secarik kertas

atasan dan frekuensi *Mind-Lin

, suaraku bergetar bukan karena takut, tapi karena a

arah hutan gelap di kejauhan yan

kau buang," ikraku pada malam. "Tapi kau kehilangan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
“Ayahku menjualku kepada Alpha Vincent sebagai "Kontrak Disiplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati, melainkan tawanan yang disembunyikan di gudang berdebu. Namun, neraka yang sesungguhnya dimulai saat Isabel, wanita licik yang ia puja, datang menginvasi hidupku. Isabel memalsukan penyerangan dan menuduhku sebagai pelakunya. Tanpa mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan merantaiku dengan perak murni-racun paling mematikan bagi kaum kami. Saat kulitku melepuh dan mendesis terbakar oleh lilitan rantai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia melelang kalung peninggalan almarhum ibuku tepat di depan mataku. "Vincent, belikan itu untukku," rengek Isabel manja. "Anjingku butuh kalung baru." Tanpa menatapku, Vincent memberikannya. "Terjual untuk Isabel." Hancur. Bukan hanya tubuhku, tapi juga jiwaku. Mereka menertawakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara aku menahan rasa sakit dari *Silver* yang menggerogoti tulangku. Vincent tidak tahu satu hal. Darah yang ia tumpahkan malam ini bukanlah darah Omega lemah. Itu adalah darah *White Wolf*, serigala paling langka dan suci yang memiliki kekuatan penyembuh mutlak. Di ambang kematian, aku mendongak, menatap mata pria yang dulu kucintai itu dengan tatapan kosong. "Saya, Sofia Permana..." Vincent tertegun, matanya membelalak melihat aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meledak dari tubuhku, melelehkan rantai besi itu. "...menolakmu, Vincent Dirgantara, sebagai Mate-ku." Malam itu, saat dia meraung kesakitan karena putusnya ikatan jiwa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlari menuju takdirku sebagai Luna di Pack lain yang jauh lebih kuat.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18