icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Bab 4 

Jumlah Kata:521    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

ina

k yang merayapi hatiku. Rasanya seperti ada sesuatu yang penting sedang menjau

ku. Ia menatapku dengan mata memohon. "Jangan pergi

u iba. Tanpa ragu, aku menggenggam tangannya erat. "Jangan

lembut, membangkitkan gelombang gairah yang sudah lama terkubur. Napasku mulai terengah-e

kami berdua tenggelam dalam lautan gairah yang tak terkendali. Kami membiarkan d

"Tuan Pradipa! Orang tua Anda menelepo

annya. Matanya membelalak, wajahnya memerah karen

marah menyerbu hatiku. Firasat burukku tadi ternyata bukan sekadar firasat,

meletakkan telepon di meja, lalu lari kelua

antikan oleh rasa malu dan amarah. Pradipa menarik selimut lebih erat, lalu menatapku d

kin kuat. Orang tuaku menelepon selarut ini, pasti ada sesuatu yang sangat

ra ayahku yang terdengar cemas. "Prad

petir. "Apa maksud Ayah?" tanyaku, suaraku bergetar. "

meninggalkan surat, membatalkan pernikahan." Suar

ku berdiri mematun

ukku dari belakang. "

noleh. "Aku harus pergi." Aku meni

nya terlipat sempurna. Kamar itu terasa dingin dan koso

. Tulisan tangan Adam yang rapi terlihat je

riku. Batalkan pernikaha

dingin dan menusuk, seperti pisau yang menghujam jantungku. Rasa sakit yang ane

an khawatir. "Maafkan saya, Tuan Pradipa. Adik Anda

kacau. Aku merasa ada bagian yang hilang, seb

mah sakit, berharap semua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
“Selama sepuluh tahun pernikahan, aku menahan siksaan batin karena suamiku, Pradipa, tak pernah bisa melupakan cinta pertamanya, Riana. Aku mencintainya secara buta, namun yang kudapat hanyalah penghinaan dan pengkhianatan. Puncaknya, saat Riana mencoba bunuh diri, Pradipa dengan kejam memaksaku yang menderita anemia untuk mendonorkan darah demi menyelamatkannya. Saat itulah hatiku benar-benar mati. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Di ambang kematian, aku melihat kehidupan masa laluku yang lain-di mana akulah yang menjadi sosok kejam seperti Pradipa. Aku menyakiti dan menghancurkan pria yang tulus mencintaiku, Adam, hingga ia memilih mengakhiri hidupnya. Penyesalan yang menusuk jiwa itu membuatku terbangun. Kini, aku terlahir kembali. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan melepaskan Pradipa, membiarkannya mengejar kebahagiaannya sendiri, dan aku akan mencari kedamaian untuk diriku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10