icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Bab 3 

Jumlah Kata:627    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

ina

eh, seolah hatiku sudah terlalu lelah untuk merasakan emosi yang membakar

ahaya kecil itu mengingatkanku pada banyak hal, banyak kenangan ya

elum aku sempat bereaksi, sebuah tamparan keras mendarat di pip

-nyala, seolah siap membakar apa pun yang ada di depannya. "Dasar wanita ke

a, bingung. "

ih erat. "Kamu menyuruh orang untuk mempermalukan Riana di d

Tidak ada y

semua penghinaan itu! Apakah kamu tidak puas dengan pernikahan yang kubiarkan terjadi ini? Apakah kamu tidak a

merasakan sakit yang menjalar di pipiku, di hatiku. Tubuhku teras

aring di tempat tidur, wajahnya pucat pasi. Melihatnya, aku sadar b

Riana terus menggumamkan namaku, "Maafkan

ku kehilangan keseimbangan dan punggungku membentur sudut meja. Rasa sak

Lihatlah apa yang sudah kamu lakukan!" Dia ber

ng. "Aku tidak melakukannya," guma

a berteriak lagi, am

uangan. "Maaf, Tuan. Tapi pasien membutuhkan tra

anku. "Ambil darahnya!" Ia memerin

ku sering kelelahan, dan aku menderita anemia. Donor da

arik lengan bajuku dengan kasar.

hangat mengalir dari nadiku ke dalam tabung. Aku mengangkat kepalaku, menatap Prad

nyelamatkanku?" tanyaku, suara

ndari tatapanku. "Tidak," gumamnya, "Aku akan men

wajahku agar dia tidak melihat

palaku pusing. Aku merasa sangat lemah. Tubuhku limbung, hampir ja

ganggumu lagi." Aku menatapnya, ada tekad yang kuat di mataku. "

uk menyadari bahwa kami berd

lisahan. "Apa yang kamu bicarakan?" Ia bertanya, suarany

capannya. "Pasien sudah sadar, Tu

apku, ragu-ragu. "Aku akan segera ke

ku hanya menatap pung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
“Selama sepuluh tahun pernikahan, aku menahan siksaan batin karena suamiku, Pradipa, tak pernah bisa melupakan cinta pertamanya, Riana. Aku mencintainya secara buta, namun yang kudapat hanyalah penghinaan dan pengkhianatan. Puncaknya, saat Riana mencoba bunuh diri, Pradipa dengan kejam memaksaku yang menderita anemia untuk mendonorkan darah demi menyelamatkannya. Saat itulah hatiku benar-benar mati. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Di ambang kematian, aku melihat kehidupan masa laluku yang lain-di mana akulah yang menjadi sosok kejam seperti Pradipa. Aku menyakiti dan menghancurkan pria yang tulus mencintaiku, Adam, hingga ia memilih mengakhiri hidupnya. Penyesalan yang menusuk jiwa itu membuatku terbangun. Kini, aku terlahir kembali. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan melepaskan Pradipa, membiarkannya mengejar kebahagiaannya sendiri, dan aku akan mencari kedamaian untuk diriku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10