icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Cinta Dari Suami Obsesif

Bab 3 

Jumlah Kata:706    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Ekaput

a matahari ini!" teriak Vi

as, dan menumpahkan cat-catku. Setiap aksi

menendangku lagi. Kali ini di pe

akitnya begitu hebat, aku tidak bisa bernapas

nya," katanya dengan jijik. "Kau pikir kau siap

tanam. Dia benci noda. Dia bilang bunga matahari itu suci. Tapi dia juga yang menanamkan bunga matahari itu di kebun.

Mataku berkaca-kaca menatap dinding-dinding yang kini penuh coretan dan noda

biasanya hanya pergi satu jam untuk berbela

nia berdering. Dia meng

riaknya. "Aku

i seberang. Sebuah suara wani

halangi..." Ibu Lilis t

ggir saja, nenek tua! Jangan menghalan

ngi jalan Ibu Lilis. Dia tidak akan bisa kem

encian. "Bagaimana menurutmu, jalang? Hukuman apa

ng, menuangkan seember cat merah ke atas kepalak

ta gadis pirang itu. "Dia mencoba meniru Virginia,

apa pria untuk 'menikmati' dia?" us

mua kerugian ini? Atau kita k

senyum puas muncul di bibirnya. Dia berdiri, tiba-

!" teriaknya, suaranya dipenuhi amar

ku. Rasa sakitnya membuat pandanganku kabu

mereka berteriak. "Kita potong sa

ulan demi pukulan menghantamku. Kepalaku pusing, mat

ajahku yang sudah babak belur. Mer

rkan pisau cutter dari tasnya. Wajahnya

tidak akan pernah bisa menggae

rginia, ini sudah keterlaluan

gurusnya. Ini hanya membuat dia tid

annya yang lain, matanya melirik ke s

a tidak akan marah jika dia tah

unya. Mereka mencengkeramku, menahanku. Aku merasakan dinginnya pisau cutter di kulitku, lalu

rak, tidak ada lagi yang bisa keluar. A

Jika aku tidak memberimu pelajaran, semua orang akan menirum

nnya. Dia menekan pisaunya ke jari-jariku. Aku merasakan set

agar kau tidak bisa mel

t itu terlalu besar. Aku merasakan selur

ebuah suara

kalian l

mo

ya pucat pasi, matanya penuh amara

kalian masuk ke sini?" s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
“Aku dipaksa menikah dengan Simon Adijaya, pria yang mengurungku selama sepuluh tahun, demi menyelamatkan nyawa kakekku. Namun, tepat di hari kakekku seharusnya pulih, aku malah dihajar habis-habisan oleh kekasih barunya, Virginia. Dia dan teman-temannya menyeretku, mematahkan jari-jariku, dan menghancurkan wajahku hingga tak bisa dikenali. Saat Simon pulang, dia melihatku yang berlumuran darah dan cat, tergeletak di antara puing-puing lukisan bunga matahariku. Tanpa ragu, dia menyebutku "sampah". "Buang dia ke sungai," perintahnya dengan dingin. Aku dilempar ke air yang sedingin es. Saat kesadaranku hampir hilang, aku mendengar kabar yang menghancurkan segalanya: kakekku telah meninggal pagi itu. Simon, pria yang merebut orang tuaku, kebebasanku, dan tanganku, kini juga telah merenggut satu-satunya alasanku untuk hidup. Api dendam yang selama ini terpendam akhirnya meledak. Aku bersumpah, aku akan menghancurkan dunianya, membuatnya merasakan setiap tetes penderitaan yang kurasakan, sampai dia berlutut memohon kematian yang tak akan pernah kuberikan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10