icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Cinta Dari Suami Obsesif

Bab 5 

Jumlah Kata:423    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Adijay

ingin es, tapi aku tidak merasakan apa-apa. Hanya teror ya

k, berdarah, kotor oleh ca

kata-kata maaf, janji-janji bodoh. Aku akan patuh. Aku akan mel

ohon, buka matamu." Suarak

setelah ayahnya meninggal. Tapi dia bertahan, demi kakekny

, mencoba memberinya kehangatan. Aku meliha

iriku. Siapa yang melakukan ini? Si

betapa dia mencintai batik. Merusak tangannya

agi hidup, aku akan melihatnya melukis di sampingku, setiap hari. Aku ingin di

ping-keping, seperti j

yang aku sebut 'sampah'. Wanita yang aku per

dia berjuang untukku. Aku pikir aku bisa bermain-main dengan emosinya, dan dia akan kembali

annya. Aku yang mele

ah. Aku menatap tangannya, lalu wajahnya yang hancur, lalu kembali ke tangannya. Realitas

curkan kanvasku.

ak, tidak!" Aku bert

igil. Air mataku jatuh ke wajahnya, be

para penjaga. "Jika terjadi sesuat

i lumpur, memeluknya erat, mencoba menyatukan kembali kepingan dirinya ya

emua itu tidak

at adalah wajahku yang penuh penderitaan. Dia

-apa untukku. Tidak ada cinta. Tidak ada keben

coba memperba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
“Aku dipaksa menikah dengan Simon Adijaya, pria yang mengurungku selama sepuluh tahun, demi menyelamatkan nyawa kakekku. Namun, tepat di hari kakekku seharusnya pulih, aku malah dihajar habis-habisan oleh kekasih barunya, Virginia. Dia dan teman-temannya menyeretku, mematahkan jari-jariku, dan menghancurkan wajahku hingga tak bisa dikenali. Saat Simon pulang, dia melihatku yang berlumuran darah dan cat, tergeletak di antara puing-puing lukisan bunga matahariku. Tanpa ragu, dia menyebutku "sampah". "Buang dia ke sungai," perintahnya dengan dingin. Aku dilempar ke air yang sedingin es. Saat kesadaranku hampir hilang, aku mendengar kabar yang menghancurkan segalanya: kakekku telah meninggal pagi itu. Simon, pria yang merebut orang tuaku, kebebasanku, dan tanganku, kini juga telah merenggut satu-satunya alasanku untuk hidup. Api dendam yang selama ini terpendam akhirnya meledak. Aku bersumpah, aku akan menghancurkan dunianya, membuatnya merasakan setiap tetes penderitaan yang kurasakan, sampai dia berlutut memohon kematian yang tak akan pernah kuberikan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10