icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Cinta Dari Suami Obsesif

Bab 2 

Jumlah Kata:640    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Ekaput

u serak karena sakit. "Aku istri Simo

u? Jangan bercanda!" Dia merampas pon

cari di daftar kontak, matanya membelalak saat me

an mimpi!" Dia menggelengkan kepalanya dengan jijik. "Tapi aku punya

ya yang panjang. Aku menatapnya, ber

terdengar dingin, datar, dari pengeras suara ponsel

etik kemudian, t

Simon. Suara yang dulu aku ken

Dia memukul wajahku dengan ponselnya. Sudut bibirku robek, darah mulai merembes. "Dia bahk

kepalaku tak tertahankan. "Dia mungkin punya ba

ahwa dia tidak percaya sepatah kata pun. "Jadi, kau mencoba bilang

nnya maju ke depan.

mbentakku, wajahnya penuh kemarahan yang dipaksakan. "W

mon? Kau pikir kami sebodoh itu?"

mu akan terungkap, dan saat it

-kilat. "Baiklah. Mari kita buktikan. Kalau ka

ksaku menyimpannya. Dia bahkan mengancam akan menghentikan perawatan kakek jika aku mengubah nam

takku berputar. Apa y

ertawa, suaranya menusuk.

a. Nomor pribadi Simon. Dia mengaktifkan penge

r kencang. Ini akan berakhir. D

a operator: "Nomor yang Anda tuj

or pribadi Simon tida

ebelumnya. Kuku panjangnya menggores pipiku, meninggalkan jejak darah yang panas dan menyengat. "Ka

atu temannya, "dia punya kek

yahut. "Simon tidak mungkin m

ung, jalang." Virginia tersenyum bengis. "Teman-

aju, mata mereka

a orang apa yang terjadi pada wanit

ini! Kita bu

ha memalingkan wajah, tapi tangan mereka mencengkeram rambutku, memak

ap ke vila Simon, mengklaim dirinya i

ding vila dengan lukisan

benci bunga matahari, kan? Dia bahkan pernah marah be

pertimu tidak akan mampu membayar biaya pemb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
Luka Cinta Dari Suami Obsesif
“Aku dipaksa menikah dengan Simon Adijaya, pria yang mengurungku selama sepuluh tahun, demi menyelamatkan nyawa kakekku. Namun, tepat di hari kakekku seharusnya pulih, aku malah dihajar habis-habisan oleh kekasih barunya, Virginia. Dia dan teman-temannya menyeretku, mematahkan jari-jariku, dan menghancurkan wajahku hingga tak bisa dikenali. Saat Simon pulang, dia melihatku yang berlumuran darah dan cat, tergeletak di antara puing-puing lukisan bunga matahariku. Tanpa ragu, dia menyebutku "sampah". "Buang dia ke sungai," perintahnya dengan dingin. Aku dilempar ke air yang sedingin es. Saat kesadaranku hampir hilang, aku mendengar kabar yang menghancurkan segalanya: kakekku telah meninggal pagi itu. Simon, pria yang merebut orang tuaku, kebebasanku, dan tanganku, kini juga telah merenggut satu-satunya alasanku untuk hidup. Api dendam yang selama ini terpendam akhirnya meledak. Aku bersumpah, aku akan menghancurkan dunianya, membuatnya merasakan setiap tetes penderitaan yang kurasakan, sampai dia berlutut memohon kematian yang tak akan pernah kuberikan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10