icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas

Bab 4 

Jumlah Kata:901    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

DANG SITI

kini terucap lantang. Teguh, Rizal, bahkan Kartika, semuanya terdiam. Raut wajah mereka menunjukkan campuran keterkejutan,

m. "Justru aku baru menyesal sekarang, Teguh. Menyesal karena telah

ingin memeluk saya. "Bu, jangan bic

seharusnya' di belakangku. Kamu berpura-pura sakit pinggang agar tidak membantuku

hnya memerah. Dia t

am. "Jangan mempermalukan ka

kankah kamu yang seharusnya malu, telah hidup dalam kebohongan selama empat puluh tahun? M

belalak. Dia tidak menyangka saya a

kini meraih tangan Rara. "Rar

menatap kami dengan mata polos yang kebingungan. Kartika menarik Rar

Teguh. Aura ketegang

u tahu kamu marah. Tapi jangan sampai kamu bertindak bodoh. Kamu tida

saya, berdiri tegak di had

at puluh tahun saya menelan kepahitan. Kata-katanya, tatapannya,

bermimpi memiliki keluarga bahagia. Saya membayangkan diri saya yan

bodohny

. "Kamu pikir aku hanya Siti, wanita bodoh yang bisa kamu permainkan sesukamu? Kam

ada kata yang keluar. Dia terkeju

k panah tajam. "Aku yang mencuci bajumu, menyetrika kemejamu agar kamu terlihat rapi di depan publik. Aku yang membersihkan r

n sahabatku sendiri! Kamu menghabiskan uangmu untuk perjalanan mewah dengan Wula

nya memerah padam. Dia tidak

ti!" dia berteriak. "Aku suamimu

ikan padaku, Teguh? Kehidupan yang penuh kebohongan? Kehidupa

ecah. Dia melangkah maju, tangannya

ani kamu menyentuhku, Teguh, aku akan pastikan reputasimu hancur berkeping-keping. Aku puny

saya dengan mata ketakutan dan kebencian. Dia tahu say

guh mengulang ancamannya, tapi kali ini suaranya terdengar

a tapi hidup dalam penjara kebohongan," jawab saya. "Aku bukan

nar-benar ingin cerai. Lepaskan aku. Atau

am. Dia tah

aya yang sudah berdebu. Saya hanya memasukkan beberapa helai baju sederhana, dompet, dan ponsel sa

eguh masih berdiri terpaku di tempatn

Saya tidak menguca

buka pin

ra malam yang sejuk menyentuh kulit

saya yang sebenarnya, s

saya. Saya tidak tahu ke mana saya akan pergi. Saya tidak tahu bagaimana sa

angkir kopi hangat dan sepotong kue cokelat. Kue yang dulu tidak pernah saya

cahaya rembulan. Menikmati setiap s

ng baru. Dan saya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
“"Aku tak pernah menyangka, setelah empat puluh tahun, kebenaran bisa terungkap dari tablet cucuku." Niat hati ingin mengunduh lagu anak-anak di tablet baru cucu, jari saya malah tak sengaja membuka folder bernama "Proyek Riset". Isinya bukan dokumen kerja, melainkan ribuan foto mesra suami saya dengan sahabat karib saya sendiri, Wulandari, di berbagai negara selama empat puluh tahun terakhir. Ternyata, "perjalanan dinas" suami saya selama ini hanyalah kedok untuk bulan madu abadi mereka, sementara saya di rumah menjadi babu gratisan. Yang lebih menghancurkan hati, saya menemukan video anak kandung saya, Rizal, sedang tertawa lepas membantu Wulandari mengangkat lukisan berat. Padahal seminggu lalu, dia menolak membantu saya menggeser lemari dengan alasan "saraf kejepit". Di video itu, Rizal mencium pipi pelakor itu dan berbisik, "Mama yang seharusnya." Dunia saya runtuh seketika. Rupanya, karena Wulandari mandul, mereka bersekongkol menjadikan saya "inkubator" hidup untuk melahirkan keturunan bagi keluarga terpandang suami saya. Saya hanyalah wanita desa polos yang dimanfaatkan, tidak dicintai, dan diam-diam dihina oleh suami dan anak sendiri. Mereka pikir saya akan diam demi reputasi dan takut hidup miskin? Salah besar. Hari itu juga, saya mengemasi barang, menuntut cerai, dan menguras harta gono-gini yang menjadi hak saya. Saya pergi ke Bali, menjadi penenun sukses yang dipuja ribuan orang. Dan ketika mereka datang mengemis di kaki saya setelah hancur lebur dan kehilangan segalanya, saya hanya tersenyum dingin dan menutup pintu selamanya.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10