icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas

Bab 3 

Jumlah Kata:967    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

DANG SITI

apu wajah datar saya dan kemarahan Teguh.

nya sedikit melunak. "Ibumu ini aneh

kening. "Ibu tid

, berlari masuk. Dia baru pula

ara menatap saya dengan mata berkaca-kaca. "R

sedikit teriris melihat matan

ak buat Rawon, Saya

a menghentakkan kakinya. "Nenek j

angkannya. "Sabar, Sayang. Nanti M

rcaya. "Ibu! Kenapa begini? Rara kan lapar

dari luar," jawab saya

eninggi. "Sejak kapan Ibu jadi malas begini? Setiap h

ak saya. "Di rumah saja? Menuru

s rumah, itu kan memang tugas Ibu. Lagipula, Ibu kan tidak bek

k sesakit yang saya bayangkan. Saya sudah

ulandari, aku harus menjadi pembantu seumur h

emalingkan muka, men

aman aku tidak tidur, mengompres dahimu, menyanyikan lagu nina bobo. Kamu bilang, 'Mama,

pi saya melihat bahu

unya pemberian almarhum Ibu saya, agar kamu bisa membayar uang pangkal. Kamu bi

sekarang, kamu bilang aku tidak melakukan apa-apa? Kamu lebi

da suaranya defensif. "Lagipula, Mama Wulan memang wa

an dengan nada meremehkan

i air mata kesedihan, melainkan

emang aku hanya 'ibu rumah tangga biasa' yang tidak di

guh menyela, suarany

atap langsung ke mata Teguh. "Aku

terperangah. Kartika menatap saya deng

suaranya bergetar. "S

Atau mungkin aku baru sa

ju, mendekati saya. "Apa kata orang nanti? Reputasi

artinya reputasi bagimu, Teguh, jika

ram. "Kamu pikir kamu siapa? Hanya

mbalas, suara saya kini lebih kuat. "Seoran

ahi. "Ibu jangan mengada-ada! Ibu pasti sedang

"Dia akan sedih? Oh, kurasa dia justru

m!" Teguh

ereka. "Aku sudah terlalu lama diam! Empat puluh tahun aku diam, Teguh! E

ngungan dan ketakutan terlihat jelas di w

iset'-mu yang sebenarnya adalah bulan madu setiap tahun. Aku tahu tentang anakku yang lebih menganggap Wulanda

nar-benar pucat pasi. Rizal menatap

imana kamu bisa ta

ang penting adalah, aku tidak akan lagi

rteriak, mencoba mengancam. "Kamu akan ter

"Mungkin. Tapi setidaknya aku akan bebas. Bebas

memohon, kini suaranya terdengar panik. "Kam

aya tegas. "Ini

, tapi saya menariknya. "Kamu tidak akan mendapatkan ap

anya. "Aku hanya butuh kebebasan. Dan aku akan men

nuh perhitungan. Reputasinya.

, Bu..." Rizal masi

mu sudah punya istrimu sendiri. Uruslah rumah tanggamu se

amarah. "Kamu akan menyesal! Kamu akan

natap mereka satu per satu. "Mulai sekar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
“"Aku tak pernah menyangka, setelah empat puluh tahun, kebenaran bisa terungkap dari tablet cucuku." Niat hati ingin mengunduh lagu anak-anak di tablet baru cucu, jari saya malah tak sengaja membuka folder bernama "Proyek Riset". Isinya bukan dokumen kerja, melainkan ribuan foto mesra suami saya dengan sahabat karib saya sendiri, Wulandari, di berbagai negara selama empat puluh tahun terakhir. Ternyata, "perjalanan dinas" suami saya selama ini hanyalah kedok untuk bulan madu abadi mereka, sementara saya di rumah menjadi babu gratisan. Yang lebih menghancurkan hati, saya menemukan video anak kandung saya, Rizal, sedang tertawa lepas membantu Wulandari mengangkat lukisan berat. Padahal seminggu lalu, dia menolak membantu saya menggeser lemari dengan alasan "saraf kejepit". Di video itu, Rizal mencium pipi pelakor itu dan berbisik, "Mama yang seharusnya." Dunia saya runtuh seketika. Rupanya, karena Wulandari mandul, mereka bersekongkol menjadikan saya "inkubator" hidup untuk melahirkan keturunan bagi keluarga terpandang suami saya. Saya hanyalah wanita desa polos yang dimanfaatkan, tidak dicintai, dan diam-diam dihina oleh suami dan anak sendiri. Mereka pikir saya akan diam demi reputasi dan takut hidup miskin? Salah besar. Hari itu juga, saya mengemasi barang, menuntut cerai, dan menguras harta gono-gini yang menjadi hak saya. Saya pergi ke Bali, menjadi penenun sukses yang dipuja ribuan orang. Dan ketika mereka datang mengemis di kaki saya setelah hancur lebur dan kehilangan segalanya, saya hanya tersenyum dingin dan menutup pintu selamanya.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10