icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Penulis: Von Hsu
icon

Bab 1 Jebakan di Ruang Seni

Jumlah Kata:1012    |    Dirilis Pada: 03/12/2025

An

eni," ujar salah seorang temanku, suarany

lah, dan aku harus segera menjenguk Mom di rumah sakit. Dengan rasa penasa

engan ragu, mataku menjelajahi setiap sudut ruangan. Tapi, tak ada siapa pun di sana.

ler?" pa

engan rasa frustasi. Apakah mungkin temanku salah? Atau mung

hal itu

mulutku dari belakang,

ss

enjalar ke tengkukku, membekukan tubuhku di tem

k akan menyakitimu jika k

i mulutku, aku berbalik dengan cepat untuk melihat siap

kau lakukan di

i dengan kunci yang dia ambil dari sakunya. Bunyi "klik" kun

lakukan?!" t

Tatapan matanya membuatku semakin takut padanya. Aku berjal

danya dingin. "Kenapa? Aku sudah sabar selama

watinya, tapi tangannya segera mence

aranya terdengar meningg

u menghantam lantai. Rasa sakit menusuk ke punggungku. Sebelum aku

" bisiknya, napasnya

i bawahnya. Jantungku berdetak kencang, setiap otot di tubuhku me

nya menyapu sisi wajah hingga ke leh

arkan dari saku celananya. Aku ingin berteriak, ingin melawan, tapi tubuhku tak

mati saja," b

angannya ada di mana-mana, melanggar batasan, dia juga mulai membuka kancing

endangnya hingga tubuhnya terhuyung mundur. Suara er

deras dalam tubuhku. Aku menerjang ke arah pintu, jari-jariku melepaskan kain yang m

menggedor-gedor pintu dengan sekuat tenaga, berhara

keram pergelangan tanganku dengan cepat,

ke mana-mana, An

amannya tidak goyah. Dia mencondongkan tubuhnya lebih dekat padaku, berusaha menciumku t

, kau d

Rasa lega merayap dalam tubuhku, tapi tangan Ian la

a di telingaku, tatapann

n memanggil lagi, le

ya semakin tampak menakutkan. Tangannya menekan mulutku se

akhirnya menemukan sasaran di tangannya. Aku menggigit dengan sekuat

raku serak karena mena

dia menamparku dengan keras, membuat pandanga

aksa, berusaha menyentuhku kembali. Aku melawan lebih keras, mencakar da

seperti seseorang yang sedang berusaha mendobrak pi

tu. Mata kami bertemu. Aku tidak tahu bagaimana penampil

k!" teri

. Aaron mendaratkan pukulan yang kuat ke rahang Ian, tapi Ian

, Aaron terhuyung, tubuhnya ambruk ke lantai ketika mendapatkan sera

araku pecah. "Berhenti, I

memukuli Aaron, tanpa henti. Tidak, ji

ruangan mencari sesuatu, apa saja untuk membant

an mengayunkannya sekuat tenaga. Kursi itu mengenai bahu Ian,

au jalang!

an mundur hingga punggungku menghantam dinding di belakangku. Aku ket

ngga udara seakan tersedot dari paru-paruku. Kedua tanganku berusaha memukul

gela," desisnya. "Kalau kau mau mene

semakin mengencang di tenggorokanku. Dadaku terasa terbakar karena kek

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Jebakan di Ruang Seni2 Bab 2 Kau Penting Bagiku3 Bab 3 Ancaman Keluarga Bennett4 Bab 4 Pengkhianatan dan Kepalsuan5 Bab 5 Kehancuran6 Bab 6 Melarikan Diri7 Bab 7 Mimpi Buruk8 Bab 8 Bertemu Kembali9 Bab 9 Jadi Ini Balas Dendammu 10 Bab 10 Seratus Lima Puluh Ribu Dolar11 Bab 11 Dua Kali Lipat12 Bab 12 Milikku untuk Dihancurkan (POV Aaron)13 Bab 13 Tawaran Keji Aaron14 Bab 14 Tamu yang Tak Diundang15 Bab 15 Syarat Sebuah Penyerahan16 Bab 16 Kau Datang, Maka Kau Milikku (POV Aaron)17 Bab 17 Tawanan Tanpa Pilihan18 Bab 18 Kau Akan Membayar (POV Aaron)19 Bab 19 Bukan Penjara, Bukan Rumah20 Bab 20 Lima Menit21 Bab 21 Tubuhmu Milikku (POV Aaron)22 Bab 22 Tak Diduga (POV Aaron)23 Bab 23 Senyum yang Bukan Untukku24 Bab 24 Kontrak dan Luka25 Bab 25 Tumpangan Terpaksa26 Bab 26 Penyelamatan yang Berbahaya27 Bab 27 Pertemuan Dua Iblis28 Bab 28 Luka yang Mengikat (POV Aaron)29 Bab 29 Bertindaklah Sesuai Peranmu (POV Aaron)30 Bab 30 Kata Baik Pertama31 Bab 31 Saat Kebenaran Berpihak Kembali32 Bab 32 Terlambat untuk Meminta Maaf33 Bab 33 Badai Dalam Diam (POV Aaron)34 Bab 34 Hati yang Kuingkari35 Bab 35 Pria yang Tak Akan Pernah Berhenti36 Bab 36 Luka yang Tak Pernah Ia Tunjukkan37 Bab 37 Dinding yang Dia Bangun38 Bab 38 Kesempatan di Ruang Casting39 Bab 39 Masa Lalu Itu Kembali Lagi40 Bab 40 Akhirnya Bertemu41 Bab 41 Jangan Melampaui Batas (POV Aaron)42 Bab 42 Melawan Aturanku Sendiri (POV Aaron)43 Bab 43 Harga Sebuah Pilihan44 Bab 44 Menjauh dari Cengkeramannya45 Bab 45 Selama Kontrak Itu Ada46 Bab 46 Terkepung Malam Itu (POV Aaron)47 Bab 47 Lengan yang Terluka (POV Aaron)48 Bab 48 Aku Tak Menoleransi Kegagalan (POV Ian)49 Bab 49 Aturan Tidak Berlaku Untukku (POV Ian)50 Bab 50 Apa yang Kubiarkan Terjadi (POV Aaron)51 Bab 51 Memulai Kembali