icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Bab 3 Ancaman Keluarga Bennett

Jumlah Kata:1154    |    Dirilis Pada: 03/12/2025

ela

g di kepalaku. Mom dalam kondisi kritis. Mereka membutuhkan persetujuanku untuk operasi. Tapi aku tidak tahu bagaimana

cepat, memaksakan senyum yang kuharap terlihat alami. "

matanya tajam. "Apa ada

eluargaku," jawabku. Aku bisa mendenga

gel

berusaha menahan air mata yang hendak kelu

atanya pelan. "Tapi kalau kau butuh

pkan. Aku ingin jujur padanya tetapi kata-kata itu tidak pern

bisikku sebelum berba

*

nuh dengan skenario buruk. Aku mencoba menelepon Dad beberapa kali, tetapi seperti sebelumnya, tidak

enuju ruang ICU. Begitu tiba di pintu IC

nama Mrs. Jones?"

aya," jawa

nggu untuk menjelaskan prosedur," katanya

, dengan jas putihnya, menatapku deng

untuk menyelamatkan ibu Anda," ujar Dr. Smith. "Namun, ka

cemas semakin menghimpit. "A

ya. Setelah itu, dia menyerahkan formulir kepada perawat

l di pojok ruangan. "Silakan tand

formulir itu. Setelah menandatangani d

ulai persiapannya," kata perawat it

ng, sementara aku hanya bisa menatap pintu rua

yangan Mom terus muncul di pikiranku. Senyum lembutnya, tawa hangatnya yang selalu membuat r

padaku, menyemangatiku saat aku menghadapi ujian sekolah, atau sekedar mengingatkanku

dari bibirku. Aku mencoba menenangkan diri sebelum akhirnya kembal

mbuka layar, berharap menemukan sesuatu yang bisa memberikan sedikit ketenangan. Ta

ncam Pailit Setelah Kr

semua masalah ini akan menimpa keluargaku. Proyek gagal, investor mundur, dan p

di ruang operasi, perusahaan Dad yang terancam pailit, dan kini dunia kami mungkin akan runtuh. Aku mera

itu, aku mendengar suara seorang wanit

la Jo

legan berdiri beberapa langkah dariku. Cara dia berdiri, dengan p

ela. Siapa An

Victoria Bennett. Akhirnya

hubungannya dengan si brengsek Ian? Seketika, ingatan kejadian di sekolah kembali menyeruak. Aku kembali t

"Aku mendengar cerita tentang anakku, Ian. Juga t

ang mulai menguasaiku. "Ian pantas menda

tu yang bisa kau tentukan. Aturan hanya berlaku jika seseor

kekuasaan, kami tidak berhak me

u tahu betapa mudahnya untuk menghancurkan sesuatu

a tidak bisa menga

baran kenyataan. Di dunia ini, yang lemah hanya bisa bertahan jika mereka tahu tempa

untuk membalas, te

n besok. Pikirkan baik-baik. Orang yang hampir melecehkanmu itu adalah Aaron. Ian hanya

ulutnya. "Kau ingin aku memfitnah Aaron?" suaraku mulai me

tih yang kau pikirkan. Jika kau melakukan apa yang aku minta, keluarga Bennett akan membantu menyela

n meresap ke dalam diriku dan me

dia mengangkat alis, matanya terlihat penuh keyaki

lu mengulurkannya padaku. "Sebaiknya kau pikirkan ini baik-baik, An

arkan satu kalimat terakhir. "Terkadang, untuk mendapatkan

aja. Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh, seme

terus terngiang di kepalaku. Tidak. Aku tidak akan mengkhianati Aaron. Namun, pikiranku berperang

iku, tak bisa kutahan lagi. Siapa sang

a akhirnya, suara berat engsel pint

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Jebakan di Ruang Seni2 Bab 2 Kau Penting Bagiku3 Bab 3 Ancaman Keluarga Bennett4 Bab 4 Pengkhianatan dan Kepalsuan5 Bab 5 Kehancuran6 Bab 6 Melarikan Diri7 Bab 7 Mimpi Buruk8 Bab 8 Bertemu Kembali9 Bab 9 Jadi Ini Balas Dendammu 10 Bab 10 Seratus Lima Puluh Ribu Dolar11 Bab 11 Dua Kali Lipat12 Bab 12 Milikku untuk Dihancurkan (POV Aaron)13 Bab 13 Tawaran Keji Aaron14 Bab 14 Tamu yang Tak Diundang15 Bab 15 Syarat Sebuah Penyerahan16 Bab 16 Kau Datang, Maka Kau Milikku (POV Aaron)17 Bab 17 Tawanan Tanpa Pilihan18 Bab 18 Kau Akan Membayar (POV Aaron)19 Bab 19 Bukan Penjara, Bukan Rumah20 Bab 20 Lima Menit21 Bab 21 Tubuhmu Milikku (POV Aaron)22 Bab 22 Tak Diduga (POV Aaron)23 Bab 23 Senyum yang Bukan Untukku24 Bab 24 Kontrak dan Luka25 Bab 25 Tumpangan Terpaksa26 Bab 26 Penyelamatan yang Berbahaya27 Bab 27 Pertemuan Dua Iblis28 Bab 28 Luka yang Mengikat (POV Aaron)29 Bab 29 Bertindaklah Sesuai Peranmu (POV Aaron)30 Bab 30 Kata Baik Pertama31 Bab 31 Saat Kebenaran Berpihak Kembali32 Bab 32 Terlambat untuk Meminta Maaf33 Bab 33 Badai Dalam Diam (POV Aaron)34 Bab 34 Hati yang Kuingkari35 Bab 35 Pria yang Tak Akan Pernah Berhenti36 Bab 36 Luka yang Tak Pernah Ia Tunjukkan37 Bab 37 Dinding yang Dia Bangun38 Bab 38 Kesempatan di Ruang Casting39 Bab 39 Masa Lalu Itu Kembali Lagi40 Bab 40 Akhirnya Bertemu41 Bab 41 Jangan Melampaui Batas (POV Aaron)42 Bab 42 Melawan Aturanku Sendiri (POV Aaron)43 Bab 43 Harga Sebuah Pilihan44 Bab 44 Menjauh dari Cengkeramannya45 Bab 45 Selama Kontrak Itu Ada46 Bab 46 Terkepung Malam Itu (POV Aaron)47 Bab 47 Lengan yang Terluka (POV Aaron)48 Bab 48 Aku Tak Menoleransi Kegagalan (POV Ian)49 Bab 49 Aturan Tidak Berlaku Untukku (POV Ian)50 Bab 50 Apa yang Kubiarkan Terjadi (POV Aaron)51 Bab 51 Memulai Kembali