icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Bab 2 Kau Penting Bagiku

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 03/12/2025

An

t aku menutup kedua mataku, tapi tiba-

n menyerangnya dari belakang. Ian terjungkal ke lantai, mengeluark

ututku lemas, tubuhku goyah, dan akhirnya terjatuh terduduk. Pandanganku te

rdaya. Dia mendekat, tatapannya terlihat sangat

unia terasa berputar terlalu menakutkan untukku. Aaron, seolah membaca pikiran

nya, membawa serta semua ketakutan dan kecemasan yang kurasakan. Aku bersyukur, sangat bersyukur

dia melepas jaketnya dan memakaikannya padaku. "Kita pergi da

on, jika kau tahu yang sebenarnya, akankah kau masih bersika

sedikit khawatir, membuyarkan l

Dadaku sesak saat mengingat pelecehan yang hampir menimpaku tadi. Tetapi seolah menjawab kegelisahan dan ketakutanku, Aaron menggenggam tanganku, jemarinya

Aaron mengantarku hingga ke depan mobil.

sih, Aaron

sakit," katanya. "

stirahat di rumah sudah cukup untukku. Tapi, lukamu..."

uh wajahnya sekilas, lalu tersenyum. "Kau sendiri

ku. Setelah memastikan aku duduk de

a bersalah menggerogoti hatiku karena membiarkannya begitu s

taku. Aku tahu dia naik bus sekolah, tapi bus sekol

namun terasa sebuah keraguan tergurat di sana. Aku tahu dia tipe yan

sak, "Aku tidak bisa membiarkanmu pulan

h senyuman tipis terukir di bibirn

memarnya mencolok, dan sudut bibirnya berdarah. Aku tak bisa menahan diri. J

ekali?" tany

Jangan terlalu mengkh

tong pembicaraan kami.

ang dulu,

sopir itu sebelum

rumahku dulu. Aku a

anya luka kecil, ak

si dengan keras kepalanya.

n mengobatimu, dan itu bukan permintaan. Aku

erhenti di depan rumahku. Aku m

uk sofa kulit cokelat tua di ruang

tu disimpan di laci bawah, dekat wastafel. Tanganku menarik laci itu terbuka,

di depannya, membuka kotak P3K di atas meja. "Ini akan s

r sedikit, meski aku mencoba untuk tetap tenang. Jarak antara kami

u akhirnya, mencoba memecah ketegangan.

isa melindungimu," katan

bisikku, menekan perban pada luka di alisnya. "

akan sembuh. Beberapa memar ini bukan apa-apa. Selama kau

enar-benar menatapnya, dan untuk sesa

nku, aku tersentak kecil. Sentuhannya lembut, n

suaraku nya

ia menarik tanganku perlahan, membawanya lebih dekat ke

seperti bisikan. "Kau penting bagiku. Aku t

merasakan kehangatan napasnya menerpa wajahku. Seluruh tubuhku terasa panas, dan a

eperti dunia ini hanya ada kami ber

ngan ponselku memecah kehen

a. Aku menatap Aaron sekilas. "Aku harus menjaw

Aku berdiri, melangkah menjauh ke sudut ruangan

," sa

ng. "Ini dari rumah sakit. Kami ingin memberi tahu bahwa kondisi ibu Anda, Mr

rjadi?" tany

kritis. Kami perlu

amku dengan keras. Hatiku terasa berat d

egera ke sa

tamu dan melihat Aaron seperti tamp

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Jebakan di Ruang Seni2 Bab 2 Kau Penting Bagiku3 Bab 3 Ancaman Keluarga Bennett4 Bab 4 Pengkhianatan dan Kepalsuan5 Bab 5 Kehancuran6 Bab 6 Melarikan Diri7 Bab 7 Mimpi Buruk8 Bab 8 Bertemu Kembali9 Bab 9 Jadi Ini Balas Dendammu 10 Bab 10 Seratus Lima Puluh Ribu Dolar11 Bab 11 Dua Kali Lipat12 Bab 12 Milikku untuk Dihancurkan (POV Aaron)13 Bab 13 Tawaran Keji Aaron14 Bab 14 Tamu yang Tak Diundang15 Bab 15 Syarat Sebuah Penyerahan16 Bab 16 Kau Datang, Maka Kau Milikku (POV Aaron)17 Bab 17 Tawanan Tanpa Pilihan18 Bab 18 Kau Akan Membayar (POV Aaron)19 Bab 19 Bukan Penjara, Bukan Rumah20 Bab 20 Lima Menit21 Bab 21 Tubuhmu Milikku (POV Aaron)22 Bab 22 Tak Diduga (POV Aaron)23 Bab 23 Senyum yang Bukan Untukku24 Bab 24 Kontrak dan Luka25 Bab 25 Tumpangan Terpaksa26 Bab 26 Penyelamatan yang Berbahaya27 Bab 27 Pertemuan Dua Iblis28 Bab 28 Luka yang Mengikat (POV Aaron)29 Bab 29 Bertindaklah Sesuai Peranmu (POV Aaron)30 Bab 30 Kata Baik Pertama31 Bab 31 Saat Kebenaran Berpihak Kembali32 Bab 32 Terlambat untuk Meminta Maaf33 Bab 33 Badai Dalam Diam (POV Aaron)34 Bab 34 Hati yang Kuingkari35 Bab 35 Pria yang Tak Akan Pernah Berhenti36 Bab 36 Luka yang Tak Pernah Ia Tunjukkan37 Bab 37 Dinding yang Dia Bangun38 Bab 38 Kesempatan di Ruang Casting39 Bab 39 Masa Lalu Itu Kembali Lagi40 Bab 40 Akhirnya Bertemu41 Bab 41 Jangan Melampaui Batas (POV Aaron)42 Bab 42 Melawan Aturanku Sendiri (POV Aaron)43 Bab 43 Harga Sebuah Pilihan44 Bab 44 Menjauh dari Cengkeramannya45 Bab 45 Selama Kontrak Itu Ada46 Bab 46 Terkepung Malam Itu (POV Aaron)47 Bab 47 Lengan yang Terluka (POV Aaron)48 Bab 48 Aku Tak Menoleransi Kegagalan (POV Ian)49 Bab 49 Aturan Tidak Berlaku Untukku (POV Ian)50 Bab 50 Apa yang Kubiarkan Terjadi (POV Aaron)51 Bab 51 Memulai Kembali