icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dipaksa Menjadi Boneka di Hadapan Istri Palsu

Dipaksa Menjadi Boneka di Hadapan Istri Palsu

Penulis: Miftakhul
icon

Bab 1 Cinta terlarang

Jumlah Kata:1793    |    Dirilis Pada: 28/11/2025

u lihat: mata Anjani. Mereka duduk di bangku kayu usang di taman panti asuhan tempat Anjani t

mua gerakannya halus, nggak pernah tergesa-gesa. Beda banget sama Sakti, cowok yang hidupnya selalu d

menyampirkannya ke bahu Anjani. "Kalau dingin, harusny

ti. "Momen di mana kamu cuma milik aku, bukan milik rapat, bukan milik

isnis miliaran, dan harapan keluarga besarnya. Sakti Valentino, nama belakang yang membawa beban seberat

njani mendekat dan mencium pucuk kepalanya. Aroma sampo murah tapi segar dari

singkat, dan perpisahan yang berat. Tapi malam itu terasa berbeda. Ada firasat an

i senyumnya agak tegang," tan

k. Papa lagi gila-gilaan dengan proyek baru. Dia mau

Kamu butuh istirahat. Aku juga nggak mau kam

sar dalam hidup Sakti itu bukan saham atau proyek, tapi fak

cap Sakti penuh tekad. "Aku akan bicara dengan orang tuak

erdering kencang di saku

rut. Dia nggak pernah dapat telepon dari Papany

dengar lebih formal dan k

lentino, dingin, tajam, dan sama sekali nggak menerima bantahan. Nggak a

kek kenapa?" Sak

... gadis panti asuhanmu itu. Cepat pulang, Sa

tu langsu

yang selama ini dia takuti, terjadi. Keluarga besarnya

maksud Papamu?" tanya Anjani, matanya membesar ket

Mereka sudah tahu tentang kita. Tapi nggak ada yang perlu kamu takutkan. Aku akan hadapi mereka. K

ngguk, terlalu ter

no terasa seperti perjalanan ke jurang. Lima belas men

dengan gerbang besi tempa yang selalu tertutup. Saat Sakti masuk, lam

engan kulit dengan ekspresi datar yang mematikan. Di sampingnya, Mamany

li suara jam kuno yang berdetak pelan, k

at tenang. "Ada apa, Pa? Bisa dijelaska

. Foto itu adalah foto candid Sakti dan Anjani yang diambil beberapa hari lalu, saa

belakang mereka: Sakti dengan kemeja mahal yang dia gulung, Anjani dengan sweater rajutnya, dan

tapi setiap kata menusuk kayak belati es. "Menjalin hubungan serius, selama dua tahun, de

mis cinta. Namanya Anjani. Dan dia pere

ngan suara bergetar. "Kami sudah menyiapkan segalanya untuk masa depanmu. Calon istrimu, Tifany, sudah siap menunggu. K

pernah menjadikan pernikahan sebagai alat bisnis!"

an! Dan kamu, anak tunggal yang akan mewarisi semua ini, seenaknya merusak semuanya demi wanita y

enalnya. Aku nggak mau tahu apa yang sudah kamu janjikan padanya. Malam ini, aku mau kamu dengar baik-bai

n napas. "At

g mereka terima. Semua. Dan akan aku buat dia dan semua temannya di s

k. Ayahnya bukan main-main. Ayahnya punya kekuatan untuk mengh

g memuncak. Dia sadar, kali ini dia nggak cuma berhadapan dengan

anjang. "Aku nggak

nggak percaya dengan apa yang

"Kamu boleh ambil semua asetku, semua kartu kreditku, semua yang aku punya. Kamu b

anpa uangku? Tanpa nama belakang Valentino?" Hardi

rnah membiarkan kamu menyentuh Anjani atau orang-orang di sana. Kalau kamu nekat mengusik mereka, aku akan past

as dan selama ini memang memegang banyak kunci pentin

Kamu pilih perang, Sakti. Perang

Anjani dari meja. Dia melipatnya rapi dan menyimp

hanya bisa menutup wajahnya, menangis histeris meli

anpa menoleh. Dia tahu, mulai detik ini, dia adalah or

pada Anjani tadi harus ditepati: dia harus mey

dini hari. Lampu di jendela kamar Anjani sudah mati. S

terbuka pelan. Anjani keluar, masih meng

ni, langsung memeluk Sakti erat-e

ti, mendekap Anjani. "Mereka sudah tahu. P

usin aku, kan? Aku tahu. Sakti, aku nggak mau kamu menderita. Aku nggak mau kamu

Aku sudah putuskan. Aku pilih kamu. Aku bilang ke dia, dia

gak ngerti risiko apa yang kamu ambil? Kamu bisa kehilangan segalanya! Panti i

sik panti, aku akan bocorkan rahasia bisnisnya. Dia nggak akan ambil risiko itu, Anjani." Sakti memaksaka

atanya dengan ibu jari. "Kita akan hadapi

ri?" Anjan

pun hidup dalam ketakutan Papaku akan memisahkan kita. Besok, kita harus lakukan apa yan

u tulus. Dia tahu, pernikahan itu akan jadi pengkhianatan besar bagi keluarga Sakti, sebuah tamparan keras di

a siri? Kamu yakin?

ing Anjani lama. "Mulai sekarang, kita resmi jadi musu

ci yang belum terucap secara resmi, terpatri kuat. Mereka berdua tahu, mere

mencari saksi, mencari penghulu. Dia nggak bisa kembali ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dipaksa Menjadi Boneka di Hadapan Istri Palsu
Dipaksa Menjadi Boneka di Hadapan Istri Palsu
“Sakti, seorang pemuda dari keluarga terpandang yang jatuh hati pada Anjani, gadis yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Jelas, hubungan mereka ditentang keras oleh kedua orang tua Sakti yang menjunjung tinggi status sosial. Demi cintanya, Sakti nekat menikahi Anjani secara diam-diam tanpa restu keluarga. Namun, sehari setelah janji suci terucap, badai menerjang. Kakek Sakti, yang sangat disayanginya, tiba-tiba mendapatkan donor jantung sebuah kesempatan emas untuk hidupnya. Pendonornya adalah sahabat lama sang Kakek. Namun, ada syarat mengejutkan: operasi transplantasi hanya bisa dilakukan jika Sakti mau menikahi cucu si pendonor, Mala, gadis yang sudah dianggap Sakti seperti adiknya sendiri. Sakti benar-benar terjepit. Di satu sisi, ada nyawa kakeknya yang terancam. Di sisi lain, papanya menekan dan mengancam akan mencelakai Anjani jika Sakti menolak. Tak punya pilihan, Sakti akhirnya menikahi Mala. Satu tahun berlalu, rahasia pernikahan poligami Sakti terbongkar oleh Anjani. Rumah tangga yang dibangun di atas kebohongan dan pengorbanan itu kini di ambang kehancuran. Mampukah pernikahan segitiga ini bertahan? Dan mampukah cinta sejati menemukan jalannya di tengah badai pengkhianatan dan restu yang tak kunjung datang?”
1 Bab 1 Cinta terlarang2 Bab 2 Menikah siri3 Bab 3 Koridor rumah sakit4 Bab 4 pernikahan yang sempurna5 Bab 5 Dua bulan dia hidup di penthouse6 Bab 6 Bulan madu7 Bab 7 menghabiskan waktu8 Bab 8 Hari masih gelap9 Bab 9 pengorbanan suaminya10 Bab 10 janji suci11 Bab 11 memeluknya dari belakang12 Bab 12 pernikahan itu palsu13 Bab 13 aura permusuhan14 Bab 14 meremehkan tekad Mala15 Bab 15 Dua minggu terasa seperti dua tahun16 Bab 16 membiarkan diri mereka pulih17 Bab 17 sederhana18 Bab 18 Dia sudah jadi bocah kecil19 Bab 19 Mereka mau menyumbang lima puluh persen20 Bab 20 protes karena pelukan