icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Warisan Sang Monster

Bab 5 Rasanya seperti mimpi

Jumlah Kata:1611    |    Dirilis Pada: 18/11/2025

m matahari terbit. Bukan karena alarm, melainkan karena rasa tegang yang menjalar di setiap ototnya. Dia harus s

urnya kini bukan lagi kaus katun belel, melainkan robe sutra yang terasa asing

ng sarapan bersama perawat pribadinya. Melihat Lily makan dengan lahap, wajahny

cerah. "Aku suka sereal di

trinya, mencoba menimbun energi dari cinta tulu

na, membaca dokumen sambil menyesap kopi hitamnya. Dia mengenakan kemeja putih mewah dan celana pa

sapa Alexander,

las Elara, suarany

dan menilai. "Kau terlihat cemas. Hilangkan

engambil sepotong buah. Dia tidak ingin ma

a. "Dan saya ingin tahu kapan saya bisa

ennya. "Itu bagian dari at

mnya, bukan hanya kontrak, tetapi juga jadwal

n San

etiap pagi, kau harus sarapan bersamaku. Setiap malam, k

ersenyum, kau harus terlihat bahagia, dan kau harus patuh. Jangan

meminta uang tunai kecuali untuk kebutuhan Lily. Ua

mum, kau harus merespons. Sentuhan adalah t

Tapi kau harus jujur tentang perasaanmu kepadaku.

tidak boleh bertanya. Kau hanya menurut. Pelanggar

an yang paling efektif. Ancaman yang b

kehidupan pribadi?" tany

meskipun aku berusaha menyembunyikannya," jawab Alexander. "Kau adala

di depan umum," protes Elara. "Poi

pis. Senyum yang dingi

purna. Di sini, di balik pintu tertutup, aku ingin melihat api di matamu. Aku ingin

etiket dengan Clarissa, lalu fitting gaun untuk acara amal malam

ara amal. Dia harus berpura-pura

ni," kata Elara, mendoro

a Alexander, m

asa seperti mengkhianati diri saya send

ra. Pertahankan api itu. Tapi, kau harus makan. Aku tidak akan membiarkan kek

atu harinya dulu. Dia mengambilnya dan menggigit dengan enggan. Rasa mentega yang k

a mengajarkan Elara cara berjalan, cara duduk, cara memegang gelas an

v, bukan pelayan yang terburu-buru!" seru Clarissa, memukul punggun

semua ini?" tanya Elara, fr

an ke acara amal. Anda adalah perisai dan pialanya. Anda harus bersinar. Senyum. Tapi janga

jumlahnya. Kain-kain sutra, beludru, dan organza terasa lembut di kulitnya,

Anda kenakan. Gaun itu menonjolkan mata Anda. Ingat, Nona Senja, malam ini, Anda tidak

mbali ke penthouse. Alexander

mancarkan aura bahaya yang terkendali. Dia tam

ud itu. Gaun itu pas di tubuhnya, memperlihatka

apan menilai. Tatapan itu penuh dengan ke

uaranya serak. "Kau telah m

ini, Elara tidak ragu. Dia tahu ini adal

rasa seperti besi. Saat dia memegangnya, Elara merasa seperti seluruh kekuasaannya dipindah

Elara. "Kau bukan kekasih sejatiku. Kau adalah transaksiku. Di luar sana, kau akan tersenyum dan membiark

ilap. Perjalanan itu sunyi. Alexander hany

istal berkilauan, dan ratusan orang kaya raya dari seluruh kota

masuk, keheningan menyelimuti ruang

a pasangan ke acara publik, kini hadir bersama wanita yang

liti, mencari celah, mencari kelemahan. Dia merasakan ce

yang menjanjikan kehancuran. Dia

paling menarik di ruangan ini. Tunjuk

inggi-tinggi. Dia tersenyum. Bukan senyum tulus, tapi senyum

Alexander memperkenalkan Elara deng

tail. Hanya

ng Elara, Alexander akan memotongnya dengan senyum dingin dan mengubah

seorang wanita tua yang kaya dan terke

ia baru, ya? Di mana kau menemukannya? Dia te

Dia adalah Elara, Nyonya Harrington. Dan dia adalah seleraku. D

ia terlihat seperti permata yang belum dipoles. Hati-h

n bahwa dia bukan permata atau mainan. Dia

menjawab. "Aku tidak akan membiarkannya patah, Nyony

itu terasa seperti segel, seperti tanda k

nder, tertawa pada lelucon yang tidak dia mengerti, dan membiarkan Alex

, Alexander tampak puas. Dia melep

suaranya penuh kemenangan. "Kau membuat mereka se

di sana, tanpa ria

nya muncul. "Saya membenci setiap detik di sana. Saya membenci

t, matanya bersinar. "Itu

dengan kuat, ciuman yang menuntut, yang men

xander di antara ciuman. "Dan a

srah. Dia telah memainkan perannya dengan sem

n satu hal: Lily aman. Dan dia akan bertahan, meskipun dia har

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Warisan Sang Monster
Warisan Sang Monster
“Alexander Volkov, penguasa tunggal yang namanya mendominasi segala lini. Kekayaan tak terbatas, kekuasaan mutlak semua tunduk di hadapannya. Ia tak pernah gagal mendapatkan apa pun yang diincar, dan tak ada satu jiwa pun yang berani menentang kegelapannya. Namun, segala kemewahan itu perlahan terasa hambar. Mencari sensasi baru, Alexander meninggalkan singgasananya dan menyamar menjadi gelandangan biasa. Tak disangka, penyamaran ini membawanya pada Elara Senja, seorang wanita yang hidupnya dipenuhi badai dan tengah berjuang mati-matian demi nyawa putrinya. Elara adalah sosok terbuang, diusir oleh keluarganya sendiri karena memiliki putri yang 'tak diinginkan'. Ia mengais rezeki sebagai pelayan restoran, sementara sebagian besar penghasilannya habis untuk pengobatan kronis yang diderita sang putri. Setiap hari, Elara melihat 'gelandangan' itu di taman dan memberinya sedikit makanan. Namun, perjuangan Elara mencapai puncaknya. Ia harus kembali berperang merebut hak asuh putrinya yang kini sedang kritis. Saat Alexander mengetahui penderitaan Elara, ia melepas penyamarannya dan datang di hadapan wanita itu sebagai Alexander Volkov yang sebenarnya penguasa dunia. Ia menawarkan bantuan total, asalkan Elara bersedia memenuhi satu syarat: menyerahkan satu malam yang membara dan menerima status sebagai kekasih bayarannya. Akankah Elara mengorbankan harga dirinya dan malam panas itu demi menyelamatkan malaikat kecilnya dari jurang kematian?”
1 Bab 1 Dia punya segalanya2 Bab 2 surat tuntutan hak asuh3 Bab 3 Apartemen sementara4 Bab 4 Kasus hak asuh akan dibatalkan5 Bab 5 Rasanya seperti mimpi6 Bab 6 janji kosong yang membuatnya terikat7 Bab 7 senang karena ibunya tidak lagi lelah8 Bab 8 menjadi kekasih bayaran yang sempurna9 Bab 9 menepati janjinya10 Bab 10 membuat gaun musim panasnya berkibar11 Bab 11 Kau telah membuktikan dirimu berharga12 Bab 12 terperangkap13 Bab 13 menyembunyikan diri.14 Bab 14 masih mengawasinya15 Bab 15 citranya yang tak terkalahkan16 Bab 16 Bukan hanya miliaran yang dia tinggalkan17 Bab 17 Dia tidak lagi mengenakan berlian18 Bab 18 Dia tidak suka ketinggian19 Bab 19 Semua orang di ruangan itu terkejut20 Bab 20 Kue cokelat itu tidak gosong21 Bab 21 kenapa kita sangat kaya 22 Bab 22 Skandal pribadi bisa dibantah