icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Warisan Sang Monster

Bab 3 Apartemen sementara

Jumlah Kata:1650    |    Dirilis Pada: 18/11/2025

rasa menyiksa. Setelah Elara meninggalkan Montage Lounge dengan tas penuh uan

mengucapkan kata-kata penghiburan. Dia hanya menyerahkan kunci elektr

kata Viktor, matanya tanpa ekspresi. "Pengacara akan menemuimu malam i

tap tumpukan dolar di tasnya-jumlah yang bisa membeli kebaha

mar kecil yang selama ini menjadi benteng pertaha

an. Nyawa Lily dibeli. Dibeli de

yang paling penting: boneka usang Lily, beberapa foto, dan obat-obatan. Dia tidak membawa bany

tempat yang lebih baik-tempat yang lebih besar dan

bagus?" tanya Lily, suaranya lemah

utrinya erat-erat. Pelukan itu adalah satu-satunya hal yang

meskipun kotor, adalah pilihan yang menyelamatkan h

lexander-terasa seperti rumah boneka yang terlalu

menghadap ke pemandangan kota yang sama yang dilihat Alexander dari kantornya. Ad

Lily langsung tertidur lelap, kelelahan kare

mu, dikelilingi oleh kemewahan yang tidak dia inginkan. Dia me

20:00, bel p

g, kali ini bukan karena takut kehilangan Lily,

am yang membuat kehadirannya terasa mengancam, bahkan tanpa ia mengucapkan sepa

apis emasmu, Elara," kata Alex

tas meja kaca. Dia langsung berjalan ke kamar Lily. Elar

r nyenyak. Ekspresinya tidak terbaca. Tidak ada kelembutan, tet

tan terbaik akan tiba besok pagi. Dan pengacara terba

ik dan men

kita, Elara. Malam ini adal

buka map kulit itu. Di dalamnya ad

perintah

a, merasakan jarak yang t

a seseorang. "Ini bukan kontrak asmara, ini kontrak kepemilikan. Kau akan menandatanganinya untuk menjamin pembay

pasalnya, dan setiap kata terasa

e mana pun aku pergi, kapan pun aku memintanya. Pakaianmu, penampilanmu

gmu sebagai pelayan dan penyamaranku sebagai Alex si gelandangan, harus

tidak boleh jatuh cinta padaku. Aku tidak akan jatuh cinta padamu.

dirimu sepenuhnya kepadaku, dan kau harus menerima itu

mata membasahi pipinya, tetapi dia tidak menge

oba memahami emosi wanita itu. "Ini adalah malam pertamamu. Aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang

emas di atas kontra

Dia tidak membaca detail hukum di balik kat

isan tangan yang goyah, di man

enatap tanda tangan Elara, dan mengangg

diri untuk memenuhi setiap keinginanku. Malam pertama kita akan dimulai setelah kau merasa lebih nyaman," kata Alexander.

kecil itu, hanya bisa menatapnya

uanmu. Dan kau sudah setuju. Malam ini kau hanya perlu membiasakan diri berada di ba

kerjanya yang usang, pakaian yang dipenuhi noda kopi dan bau minyak goreng. Pa

memar kecil dari shift kerja yang brutal. Wajahnya pucat, matanya merah. Ini adalah El

s. Sesuatu yang mewah yang bahkan tidak pernah dia impikan sebelumnya. Sete

sedang berbicara di telepon di ba

dengan nyenyak, tampak lebih tenang darip

ulanginya, menjadikan frasa itu s

r sudah selesai menelepon. Dia melihat Ela

enuh penilaian. Tatapan itu menelanjanginya, menganalisis setiap lekuk tubu

bih baik," katanya, s

nggur merah ke d

if. "Kita akan minum dan kau akan bercerita tentang dirimu. Bukan s

hingga separuh. Cairan pahit dan manis itu membakar t

i?" tantang Elara, matanya

tahu mengapa kau memberiku roti basi itu di taman. Kau t

yang sangat pribadi, pertanyaan yang mengungkapkan ba

rbagi. Dia punya hati yang baik. Aku melakuk

yang paling jujur dan paling polos yang

"Kebaikanmu hampir membuat putrimu mati

saya buat! Bukan salah kebaikan saya, tapi

yang kejam itu. Aku akan menggunakan kekejamanku untuk melindungimu. Selama kau berada di baw

iri. Handuk di tubuh Elara terasa s

lara. Malam

dingin membasahi punggungnya.

ra menutup matanya, bersiap untuk se

mengangkat tangannya, dan perlahan, dengan gera

lagi. Tidurlah di kamar ini. Aku ingin kau tahu, aku bisa saja memaksamu, tapi aku memilih untuk tidak melaku

as anggurnya, dan berjalan menuju kamar utama, m

xander, suaranya kembali dingin, sebelum menutup

h direnggut. Malam panas itu tertunda, tetapi bayangan Alexander yang dingin dan menuntut terasa jauh lebih menakutkan daripada pak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Warisan Sang Monster
Warisan Sang Monster
“Alexander Volkov, penguasa tunggal yang namanya mendominasi segala lini. Kekayaan tak terbatas, kekuasaan mutlak semua tunduk di hadapannya. Ia tak pernah gagal mendapatkan apa pun yang diincar, dan tak ada satu jiwa pun yang berani menentang kegelapannya. Namun, segala kemewahan itu perlahan terasa hambar. Mencari sensasi baru, Alexander meninggalkan singgasananya dan menyamar menjadi gelandangan biasa. Tak disangka, penyamaran ini membawanya pada Elara Senja, seorang wanita yang hidupnya dipenuhi badai dan tengah berjuang mati-matian demi nyawa putrinya. Elara adalah sosok terbuang, diusir oleh keluarganya sendiri karena memiliki putri yang 'tak diinginkan'. Ia mengais rezeki sebagai pelayan restoran, sementara sebagian besar penghasilannya habis untuk pengobatan kronis yang diderita sang putri. Setiap hari, Elara melihat 'gelandangan' itu di taman dan memberinya sedikit makanan. Namun, perjuangan Elara mencapai puncaknya. Ia harus kembali berperang merebut hak asuh putrinya yang kini sedang kritis. Saat Alexander mengetahui penderitaan Elara, ia melepas penyamarannya dan datang di hadapan wanita itu sebagai Alexander Volkov yang sebenarnya penguasa dunia. Ia menawarkan bantuan total, asalkan Elara bersedia memenuhi satu syarat: menyerahkan satu malam yang membara dan menerima status sebagai kekasih bayarannya. Akankah Elara mengorbankan harga dirinya dan malam panas itu demi menyelamatkan malaikat kecilnya dari jurang kematian?”
1 Bab 1 Dia punya segalanya2 Bab 2 surat tuntutan hak asuh3 Bab 3 Apartemen sementara4 Bab 4 Kasus hak asuh akan dibatalkan5 Bab 5 Rasanya seperti mimpi6 Bab 6 janji kosong yang membuatnya terikat7 Bab 7 senang karena ibunya tidak lagi lelah8 Bab 8 menjadi kekasih bayaran yang sempurna9 Bab 9 menepati janjinya10 Bab 10 membuat gaun musim panasnya berkibar11 Bab 11 Kau telah membuktikan dirimu berharga12 Bab 12 terperangkap13 Bab 13 menyembunyikan diri.14 Bab 14 masih mengawasinya15 Bab 15 citranya yang tak terkalahkan16 Bab 16 Bukan hanya miliaran yang dia tinggalkan17 Bab 17 Dia tidak lagi mengenakan berlian18 Bab 18 Dia tidak suka ketinggian19 Bab 19 Semua orang di ruangan itu terkejut20 Bab 20 Kue cokelat itu tidak gosong21 Bab 21 kenapa kita sangat kaya 22 Bab 22 Skandal pribadi bisa dibantah