icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami pura-pura

Bab 2 Bos kejam

Jumlah Kata:1162    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

har

bersiap, mereka akan pergi bersama karena memang lokasi kantor yang satu arah. Seperti biasa Ad

?" tanya Chika sambil meng

agi pula tidak sempat jika pag

itu. Kita berangk

milik Adinda. Mereka berdua menembus dinginnya pagi, ternyata tadi malam telah tu

isi

yang sampai saat ini belum menemukan tambatan hati. Bukan karena tidak laku

tuk mengelolanya. Sebetulnya Alan tidak terlalu menyukai pekerjaannya saat ini. Sebab ia lebih suka kehidupan y

g pria paruh baya yang

apa

n kalau lusa ada per

ya, "Sudah, Pa. Alan sudah

bali mengoleskan selai di atas

Sayang," ujar T

sarapan di kantor." Alan

a berdenyut. Saat ini Alan hendak pergi ke kantor, sebab banyak sekali pekerjaan yang menunggunya. Ap

tradisi jika pagi hari, maka para karyawan wajib menyambut kedatangan Alan. Seperti biasa Alan ter

i, Pak Alan,

an ruangan untuk pe

k, P

udian duduk di kursi putar miliknya dan mulai membuka laptop. Tidak lama kemudian, datanglah seorang wanita dengan tergesa-

enghubungi kamu tapi tidak bisa. Terus aku juga su

, sekarang lebih

banyak penolakan. Wanita mana yang akan rela jika kehilangan pria sempurna seperti Alan. Ab

ilang kalau aku ti

Lan. Aku rindu tentang kita berdua.

afas sejenak, "Apa perlu aku panggilka

anya ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Alan. Semua ini memang salah Abel, karena

tanya Abel sambil memasa

an lagi. Lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan aku, atau satpam yan

aan kesal. Alan kembali menatap layar laptopnya. Ia sudah penat dengan semua wanita yang mendekatinya hanya karena harta saja. Beberapa saat kemudian, ada yang meng

ani, Pak," ucap Dino sambil mel

ngan untuk pertemu

Itu sudah sel

memang bisa

las dengan

sudah siang, dan sekarang adalah waktunya Alan untuk meeting. Ia berjalan dengan diteman

" Alan mengulurkan tanganny

muda sudah menjadi dire

Sekarang kita mula

ah, karena perumahan itu akan dipergunakan oleh masyarakat menengah kebawah yang masih belum memiliki tempat tinggal. Meeting be

eri tugas yang berat. Dan tidak berada pada bidang yang ia geluti, tetapi Adinda menerima semua itu dengan

eorang wanita cukup nyaring menus

a masih banyak. Apa tidak

n ini, kenapa jadi kamu yan

ryawan yang melawan perintahnya. Maka dari itu Adinda selalu menuruti apa yang Lara perintahkan. Jika tidak karena uang, Adinda sudah sejak l

Bukan bagianku ju

tup layar laptopnya, ia memutuskan untuk pergi mencari makan. Kebetulan jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Adinda akan pergi ke sebuah warung makan langganannya, bukan

sudah tidak sabar untuk menerima makanan agar tidak berbunyi lagi. Tempat it

dak mampir dulu, Nen

buru-buru jadi tid

njawab dengan

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suami pura-pura
Suami pura-pura
“"Pak, bagaimana ini? Mengapa Bapak mengatakan kalau kita suami istri?" Adinda mulai berani menyuarakan isi hatinya. "Apa kamu tega melihat Nenek Laila yang sudah menaruh harapan kepada kita? Nenek Laila sangat baik," jawab Alan, kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. "Tapi, Pak. Bagaimana jika Nenek tahu yang sebenarnya?" "Tidak akan." "Saya tidak ingin menjadi istri pura-pura, dan begitupun Bapak menjadi suami pura-pura saya." "Jadi, kamu ingin menjadi istri saya sesungguhnya?" Deg! Adinda terdiam, ia tidak mampu menjawab pertanyaan Alan. Ia terjebak dengan perkataannya sendiri. Tetapi, Adinda tidak tinggal diam. Ia terus berdebat dengan Alan. Hingga akhirnya, Adinda kesal dan membelakangi Alan. "Saya tidak ingin berpura-pura seperti ini, Pak!" tegasnya.”
1 Bab 1 Pertemuan2 Bab 2 Bos kejam3 Bab 3 Perdebatan di Rumah Makan4 Bab 4 Pulang Bersama5 Bab 5 Kekasih baru6 Bab 6 Pergi dari Rumah7 Bab 7 Kejadian Tidak Terduga8 Bab 8 Satu Kamar9 Bab 9 Pasangan Suami Istri10 Bab 10 Jantung Berdebar11 Bab 11 Pria Menyebalkan12 Bab 12 Suami Sempurna13 Bab 13 Pipi yang Merona14 Bab 14 Menikmati Waktu Berdua15 Bab 15 Jatuh Hati16 Bab 16 Kedekatan Alan dan Salma17 Bab 17 Cemburu18 Bab 18 Perjodohan19 Bab 19 Pasangan Sungguhan20 Bab 20 Pijatan Di Malam Hari21 Bab 21 Percaya Diri Yang Tinggi22 Bab 22 Kekompakan23 Bab 23 Menikmati Senja24 Bab 24 Genting25 Bab 25 Ancaman26 Bab 26 Hubungan Tanpa Status27 Bab 27 Kecemasan Adinda28 Bab 28 Malang Nasib Alan dan Adinda!29 Bab 29 Kerinduan30 Bab 30 Rencana Pertemuan Dua Keluarga31 Bab 31 Jodohku, Suami pura-pura 32 Bab 32 Mantan Kekasih33 Bab 33 Surat Wasiat