icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami pura-pura

Bab 4 Pulang Bersama

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

engerjakan sebagaian perkerjaannya. Tidak terasa, malam semakin larut. Adinda memutuskan untuk mengakhiri dan me

a hari

i ke sebuah hotel yang berada di kotanya. Karena klien meminta tempat meeting yang berad

da menatapnya menyidik, dan betapa terkejutnya ia, ternyata pria itu adalah orang yang tempo hari ditemuinya di warung makan. Spontan

?" tanya Adinda masih

PT. Bintang Nusantara, untuk m

enganggu

kan duduk kembali, dan saya memin

memulai meeting, terlebih dulu mereka berdua saling berkenalan. Dan sejak itu Adinda tahu nama dari pria itu. Sejujurnya Adinda masih kesal, tetapi

aimana presentasi yang telah anda b

apa pohon di sekitarnya. Serta, taman kecil yang terletak diantara bangunan, itu bertujuan untuk membuat pembeli jadi tertarik. Mengingat pada zaman sekar

idak memakan bia

, sudah pasti tidak bermasalah, Pak. Kami sud

a pikir panjang lagi, Alan meminta agar berjabat tangan sebagai tanda kalau mereka akan melakukan kerja sama. Adinda gembira sekali, ka

kamu itu salah sa

ul,

sebagus ini? Dan yang saya tahu,

seharusnya bukan dia yang berada di sini, tetapi Adinda harus melakukanny

nsi berbicara kamu itu c

saja, Pak. Lagi pula sa

disusul oleh Adinda. Rencananya ia akan menginap di hotel, tetapi karena sedari tadi Chi

an menjadi putih tidak terlihat. Adinda lebih berhati-hati, dan menurunkan kembali laju mobilnya. Tetapi, secara tiba-tiba mobil yang dikendarai o

ini mobil?" g

inda melihat ke sekitar, tidak ada satu orang pun di sana. Akhirnya terpaksa Adinda turun dari mobil, ia hendak mencari taksi agar bisa sampai rum

n terus mengusap lengannya agar menciptakan kehangatan. Adinda merogoh tasnya dan

ana caranya aku bisa pulang?" Adinda ti

ebuah mobil yang berhenti tepat di depannya. Adinda menyernyitkan dahinya sambil terus menatap ke arah mobil itu. Perlahan kaca mobil men

" teria

a menunjuk di

Mau berapa lama di

a berpikir sejenak, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam mobil. Alan melihat Adinda

," ujar Alan sambil memberi

enapa be

ja lihat kamu, oiya mo

g terparkir di pinggir jalan, "Tadi sewakt

suruh montir untuk membetulkan mobilmu.

Pak. Tapi ada yan

lhasil mereka berdua saling diam untuk beberapa saat. Adinda tampak

? Saya ingin menghubungi teman saya, agar bisa menjemput ke sini." Adinda har

saja, lagi pula saya

eh rekan kerjanya itu. Alan melajukan mobilnya menembus guyuran hujan yang lebat. Sementara Adinda mengeratkan jaketnya agar

pengaman yang dipakainya, ia mengucapkan banyak terima

jika saya merepotkan," uj

kah sejak hari ini ki

tetapi itu berarti ia akan

lam rumah. Rupanya Chika sudah pulang lebih cepat, ia melihat ke arah Adinda

Pak Alan belum aku kem

Adinda memutuskan untuk menyimpannya dan akan ia kembalikan

adi, Din?" tanya Chika sa

pa-siapa." Adin

s yang terangkat lalu duduk

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suami pura-pura
Suami pura-pura
“"Pak, bagaimana ini? Mengapa Bapak mengatakan kalau kita suami istri?" Adinda mulai berani menyuarakan isi hatinya. "Apa kamu tega melihat Nenek Laila yang sudah menaruh harapan kepada kita? Nenek Laila sangat baik," jawab Alan, kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. "Tapi, Pak. Bagaimana jika Nenek tahu yang sebenarnya?" "Tidak akan." "Saya tidak ingin menjadi istri pura-pura, dan begitupun Bapak menjadi suami pura-pura saya." "Jadi, kamu ingin menjadi istri saya sesungguhnya?" Deg! Adinda terdiam, ia tidak mampu menjawab pertanyaan Alan. Ia terjebak dengan perkataannya sendiri. Tetapi, Adinda tidak tinggal diam. Ia terus berdebat dengan Alan. Hingga akhirnya, Adinda kesal dan membelakangi Alan. "Saya tidak ingin berpura-pura seperti ini, Pak!" tegasnya.”
1 Bab 1 Pertemuan2 Bab 2 Bos kejam3 Bab 3 Perdebatan di Rumah Makan4 Bab 4 Pulang Bersama5 Bab 5 Kekasih baru6 Bab 6 Pergi dari Rumah7 Bab 7 Kejadian Tidak Terduga8 Bab 8 Satu Kamar9 Bab 9 Pasangan Suami Istri10 Bab 10 Jantung Berdebar11 Bab 11 Pria Menyebalkan12 Bab 12 Suami Sempurna13 Bab 13 Pipi yang Merona14 Bab 14 Menikmati Waktu Berdua15 Bab 15 Jatuh Hati16 Bab 16 Kedekatan Alan dan Salma17 Bab 17 Cemburu18 Bab 18 Perjodohan19 Bab 19 Pasangan Sungguhan20 Bab 20 Pijatan Di Malam Hari21 Bab 21 Percaya Diri Yang Tinggi22 Bab 22 Kekompakan23 Bab 23 Menikmati Senja24 Bab 24 Genting25 Bab 25 Ancaman26 Bab 26 Hubungan Tanpa Status27 Bab 27 Kecemasan Adinda28 Bab 28 Malang Nasib Alan dan Adinda!29 Bab 29 Kerinduan30 Bab 30 Rencana Pertemuan Dua Keluarga31 Bab 31 Jodohku, Suami pura-pura 32 Bab 32 Mantan Kekasih33 Bab 33 Surat Wasiat