icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Penulis: Blcak Areng
icon

Bab 1 Senyum yang berharga mahal

Jumlah Kata:1030    |    Dirilis Pada: 16/11/2025

ilik Ika, rumah yang Mas Delon belikan untuk cinta pertamanya, tempat di mana panggilan 'Sayang' kini berlabuh. Elsa sendiri hanya menginap di sana

madunya yang sedang hamil muda. Jemarinya yang ramping bergerak cepat, efisien, terlatih sempurna. Sejak dipoligami lima tahun lalu,

Namun, di balik lipatan hijab yang rapi itu, ada kepala yang pusing dan kening yang berk

ya, getir. Ia menekan perutnya sej

k El

Elsa. Ika masuk ke dapur, mengenakan gamis longgar dan hij

an topeng senyumnya langsung terpasang. Senyum yang mencapa

mual, tapi Kak Elsa sudah menyiapkan segalanya. Smoothie ini pasti

an kehangatan di perut Ika-kehangatan yang menandakan adanya kehidupan yang sudah la

siapkan bekalmu untuk di mobil. Hari ini kan kita mau dengar detak jantu

bang, siap tumpah, tetapi Elsa menelannya, se

n juga ada Ibu nya Delon yang datang yang tidak lain adalah mertua Elsa

pan dan berseri-seri

ang pinggang Ika. Panggilan 'Sayang' itu terdengar begitu alami, begitu milik Ika

u mertuanya. "Elsa, kamu sudah siap? Ayo kita berangkat." Ha

angguk, "S

enyetir, Ika di sebelahnya. Elsa duduk di belakang, diapit oleh

tempati oleh Delon dan Ika, Delon bilang rum

ursery room, dan masa depan. Delon tertawa lepas, tawa yang ti

yang kelihatan senang dan bahagia akan mendapatkan momongan momongan yang diberikan oleh

itu, meskipun ia salah menafsir

nyak hal, termasuk perasaanmu," ujar Ibu Delon tulus. "Ibu memanggilmu ke rumah Ika

ang Ika, Bu. Dan Elsa sela

da, Ibu ingin kamu benar-benar nyaman, Nak

tuh perhatian penuh dari Mas Delon,

gi kata

al di rumah Ibu. Dengan kamu tidak sering berada di rumah Delon dan Ika. Delon bisa fokus 10

nya bener-bener seperti ingin m

ndah, bukan karena benci, melainkan karena yakin Elsa tidak diperlukan lagi dalam inti keba

keterpurukan itu sudah berada di batasnya, mendesa

menoleh ke depan, ke arah Mas Delon,

nak, mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa. "Tapi... Elsa rasa, untuk sekarang, Elsa bisa tetap

erkejut dan lega

in kamu tidak apa-apa? Kamu tidak ak

t matanya, air mata yang harus ia tahan karena

ada apa-apa di sini, Elsa harus bolak-balik. Lebih baik Elsa di sini. Mas Delon tidak perlu khawatirk

i, senyum yang disempurnakan oleh keputusasaan dan pengorbanannya. Se

n terakhir. Aku harus tetap di sini. Jika aku pergi, adi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Senyum yang berharga mahal2 Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit3 Bab 3 Taman Rahasia di balik kaca4 Bab 4 Wawancara rahasia5 Bab 5 Kunjungan di kebun6 Bab 6 Kehangatan di Balik Layar7 Bab 7 Wawancara dengan sang CEO8 Bab 8 Dua Kehidupan di Tengah Kebun Alasan di Balik Jaket Tebal9 Bab 9 Misi rahasia jantung kota10 Bab 10 Harga Sebuah Kerahasiaan11 Bab 11 Dua misi sebelum tengah hari12 Bab 12 Jamuan di balik Kepalsuan13 Bab 13 Pekerjaan adalah pelarian14 Bab 14 Riset IPO dan ancaman perjalanan15 Bab 15 Keberangkatan Rahasia dan Harga Diri di Udara16 Bab 16 Kejutan Di Mata Arya17 Bab 17 2 jam setelah ketegangan18 Bab 18 Keseimbangan di ketinggian19 Bab 19 Konfrontasi di ambang pintu20 Bab 20 Tamparan kesopanan21 Bab 21 Sendirian di ruang tunggu kehidupan22 Bab 22 Eksekusi kebohongan 3 hari23 Bab 23 Protokol Kanker dan Kesepian24 Bab 24 Tetes racun25 Bab 25 Hari Terakhir Racun dan Konfrontasi Kepulangan ​26 Bab 26 Bekas Luka Rahasia dan Penyesalan yang Membeku27 Bab 27 Harga Diri dan Tuntutan Prioritas28 Bab 28 Batasan Dingin dan Harga Pengorbanan29 Bab 29 Panggilan Tengah Malam dari Hati yang Terluka30 Bab 30 Pagi Dingin, Tanggung Jawab Sendiri31 Bab 31 Proyek Mandiri dan Penolakan Bermartabat32 Bab 32 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Tatapan Cemburu33 Bab 33 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Janji Masa Depan ​34 Bab 34 Batas Kekuatan dan Penolakan Terakhir ​35 Bab 35 Harga Diri, Proyek Arya, dan Permintaan Maaf di Tengah Malam ​36 Bab 36 Mandiri37 Bab 37 Kepulangan yang Tak Sama Lagi38 Bab 38 Jarak yang Menjadi Nyata39 Bab 39 Puncak Rapuh di Bawah Langit Kampung ​40 Bab 40 Rahasia yang Tersingkap dan Pintu yang Tertutup41 Bab 41 Penyesalan yang Terlambat dan Kebohongan demi Cinta42 Bab 42 Pintu yang Terkunci dan Rumah di Masa Depan43 Bab 43 Murka di Tanah Kamboja44 Bab 44 Layar yang Berpijar dan Larangan untuk Pulang45 Bab 45 Rapuh dalam Keheningan Malam46 Bab 46 Kepulangan yang Asing di Rumah Sendiri47 Bab 47 Privasi yang Terampas dan Luka yang Kian Dalam48 Bab 48 Memutus Rantai Ketergantungan49 Bab 49 Benteng Pertahanan dan Pertemuan Tersembunyi50 Bab 50 Api Cemburu dan Sisa Tenaga yang Terkuras ​51 Bab 51 Kebaya Putih di Tengah Pesta yang Megah ​ ​Pagi itu, kediaman52 Bab 52 Pilihan untuk Waras53 Bab 53 Pertemuan di Gerbang Perpisahan54 Bab 54 Membeli Kembali Kebebasan dengan Air Mata55 Bab 55 Pamitnya Sang Bidadari yang Terluka56 Bab 56 Sisa Tenaga di Depan Gerbang Baru57 Bab 57 Puing-Puing yang Tersisa58 Bab 58 Rahasia yang Tak Terbendung Lagi59 Bab 59 Rumah sakit