icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Bab 5 Kunjungan di kebun

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 16/11/2025

ya dan menata ulang sofa ketika suara mesin mobil

pintu, memasang sen

elainkan senyum 'aku-baik-baik-sa

an merah marun milik Elsa. Ia mengenakan kaus polo kasual. Wajahnya terlih

dikit canggung. Ia jarang datan

n kecilku," sambut Elsa, mengulurkan tangan. Mereka

r betah di sini ya. Kebun ini... bagus. Ika benar-

mil, Mas," jawab Elsa

kebun. Ayo, aku tunjukkan m

kecil itu, menciptakan momen yang terasa aneh dan intim setelah sekian l

Elsa?" tanya Delon, men

ja," kata Elsa, tangannya bergerak cepat membimbin

han tak sengaja terjadi. Sentuhan yang seharusnya biasa saja, namun teras

gannya. Namun, saat itu, ia

" ucap Delon, sua

enyentuh tangannya, membalik telapak tanga

Ia mendekatkan tangan Elsa ke pipinya

ali? Bahkan lebih dingin dar

jarang sekali ia rasakan karena setelah Delon menikahi Ika, sentuhan keintiman di antara mereka hampir h

ak merasakan kehangatanmu yang seperti ini. Bukan kare

kitkan, tapi karena sentuhan itu mengingatkan pada masa lalu yang hilang, dan

nya dengan halus, sambil te

ersih-bersih rumah, jadi tanganku dingin karena terkena air. Atau mungkin karena a

"Ayo Mas, cepat petik yang banyak. Nanti Ika keburu rewel ka

ka dan ngidamnya sebagai

njukkan keraguan. "Iya, iya. Demi Ika dan calon anakku." Delon kem

at itu tidak mengubah apa-apa. Delon tidak curiga pa

maduku. Aku tidak akan mengganggu kebahagiaan itu. Dinginnya

dengan sayuran segar, D

Nanti aku telepon, pastikan kamu benar-benar bai

yum lega-lega karena rahasianya ama

sau kebun, ia menyentuh pipinya dengan tangan kirinya. Ia

anik, bukan cinta. Tapi setidaknya, aku berhasil mendapa

n sayuran segar dari kebun Elsa duduk di kursi penumpang. Aroma tanah dan

kan mobilnya. Ia meng

a; ditanam, dirawat, dan

ang selal

yum yang meyakinkan, tapi ada sesuatu yang berbeda. Dan

ri. Rasa dingin dari telapa

u bukan di

t dan lembut. Tangan Elsa, sebaliknya, terasa dingin, hampir beku,

a dia diperiksa?" gumam D

arang. Hubungan mereka bukan lagi pernikahan, melainkan sebuah perjanjian-perjanji

g perpisahannya

emi istri dan

istrinya yang pertama, yang berdiri di sana tanpa pernah merengek meminta pe

cinta pertamaku. Tapi kenapa aku jadi sekurang ajar ini pada Elsa? Kenapa aku bic

a. Rumah yang sederhana, di mana Els

asakan Elsa selalu paling hangat, pelukan Elsa paling menenangkan. Meskipun rumah itu se

ada, tetapi ia sering merasa jenuh dan lelah de

lai memba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Senyum yang berharga mahal2 Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit3 Bab 3 Taman Rahasia di balik kaca4 Bab 4 Wawancara rahasia5 Bab 5 Kunjungan di kebun6 Bab 6 Kehangatan di Balik Layar7 Bab 7 Wawancara dengan sang CEO8 Bab 8 Dua Kehidupan di Tengah Kebun Alasan di Balik Jaket Tebal9 Bab 9 Misi rahasia jantung kota10 Bab 10 Harga Sebuah Kerahasiaan11 Bab 11 Dua misi sebelum tengah hari12 Bab 12 Jamuan di balik Kepalsuan13 Bab 13 Pekerjaan adalah pelarian14 Bab 14 Riset IPO dan ancaman perjalanan15 Bab 15 Keberangkatan Rahasia dan Harga Diri di Udara16 Bab 16 Kejutan Di Mata Arya17 Bab 17 2 jam setelah ketegangan18 Bab 18 Keseimbangan di ketinggian19 Bab 19 Konfrontasi di ambang pintu20 Bab 20 Tamparan kesopanan21 Bab 21 Sendirian di ruang tunggu kehidupan22 Bab 22 Eksekusi kebohongan 3 hari23 Bab 23 Protokol Kanker dan Kesepian24 Bab 24 Tetes racun25 Bab 25 Hari Terakhir Racun dan Konfrontasi Kepulangan ​26 Bab 26 Bekas Luka Rahasia dan Penyesalan yang Membeku27 Bab 27 Harga Diri dan Tuntutan Prioritas28 Bab 28 Batasan Dingin dan Harga Pengorbanan29 Bab 29 Panggilan Tengah Malam dari Hati yang Terluka30 Bab 30 Pagi Dingin, Tanggung Jawab Sendiri31 Bab 31 Proyek Mandiri dan Penolakan Bermartabat32 Bab 32 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Tatapan Cemburu33 Bab 33 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Janji Masa Depan ​34 Bab 34 Batas Kekuatan dan Penolakan Terakhir ​35 Bab 35 Harga Diri, Proyek Arya, dan Permintaan Maaf di Tengah Malam ​36 Bab 36 Mandiri37 Bab 37 Kepulangan yang Tak Sama Lagi38 Bab 38 Jarak yang Menjadi Nyata39 Bab 39 Puncak Rapuh di Bawah Langit Kampung ​40 Bab 40 Rahasia yang Tersingkap dan Pintu yang Tertutup41 Bab 41 Penyesalan yang Terlambat dan Kebohongan demi Cinta42 Bab 42 Pintu yang Terkunci dan Rumah di Masa Depan43 Bab 43 Murka di Tanah Kamboja44 Bab 44 Layar yang Berpijar dan Larangan untuk Pulang45 Bab 45 Rapuh dalam Keheningan Malam46 Bab 46 Kepulangan yang Asing di Rumah Sendiri47 Bab 47 Privasi yang Terampas dan Luka yang Kian Dalam48 Bab 48 Memutus Rantai Ketergantungan49 Bab 49 Benteng Pertahanan dan Pertemuan Tersembunyi50 Bab 50 Api Cemburu dan Sisa Tenaga yang Terkuras ​51 Bab 51 Kebaya Putih di Tengah Pesta yang Megah ​ ​Pagi itu, kediaman52 Bab 52 Pilihan untuk Waras53 Bab 53 Pertemuan di Gerbang Perpisahan54 Bab 54 Membeli Kembali Kebebasan dengan Air Mata55 Bab 55 Pamitnya Sang Bidadari yang Terluka56 Bab 56 Sisa Tenaga di Depan Gerbang Baru57 Bab 57 Puing-Puing yang Tersisa58 Bab 58 Rahasia yang Tak Terbendung Lagi59 Bab 59 Rumah sakit