icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit

Jumlah Kata:1453    |    Dirilis Pada: 16/11/2025

terasa lebih seperti butik kesehatan. Arsitektur bangunannya yang serba kaca dan marmer mencerminkan kesu

ujar Ika manja sambil m

nya terfokus penuh pada Ika. Pria itu membuka pintu Ik

rasa berat, bukan hanya karena beban emosi, tetapi juga k

ehat ya, Sa," bisik Ibu D

ar berharap bayi itu sehat. Kebahagiaan bayi itu adalah satu-satunya j

mesra tentang nama yang sudah mereka siapkan-nama yang terasa asing dan jauh di telinga Elsa. Ibu Delon men

uran di kisah i

ada pintu bertuliskan "Onkologi: Konsultasi Rawat Jalan." Jan

kembali terngiang di benaknya. Rasa takut itu menyeruak, beradu dengan rasa sakit di

permisi ke toilet se

Setelah ini giliran Ika,"

etapi tidak masuk. Ia justru berbelok menuju lorong ya

b sage green dengan wajah teduh, kontras dengan wanita yang ia rasakan di

mata kepedihan, yang sejak tadi ia

rena cemburu. Air mata

tahu ia tidak bisa melaw

simal (kemoterapi) karena takut rahasianya terbo

Delon, melainkan membuka sebuah folder tersembunyi.

memerlukan pen

Aku harus bertahan. Bukan untuk Mas Delon, tapi untuk Risa dan Dani. D

pesan dari Ika: Kak Elsa, sudah dipangg

m, memaksakan oksigen masuk ke paru-parunya. Ia menatap cermin itu sekali

mu, Elsa. Tuan ru

on serta Ika baru saj

mbicarakan tentang furniture bayi. Tiba-tiba, sua

Delon dan Ika keluar dengan wajah berseri-seri, wajah ya

n dengan suara bangga. "Dan... Delon j

mencium keningnya. Ika tertawa b

nuh kebahagiaan yang dipenuhi cinta. Semua yang ia inginkan,

Ibu Delon, "Selamat, Bu. Selam

memaksakan senyum tulus yang tersisa di hatinya

itu, tetapi ia segera

dikit bergetar." Ika menarik diri, menatap mata Elsa.

Ika. Tatapan tulus Ika adalah kelemahan terbesarn

lu terharu. Apalagi tahu jenis kelaminnya laki-laki. Sud

is, tapi segera ber

g Mas harus benar-benar menjaga Ika

nada lega. "Terima kasih, Elsa.

argaan terakhir sebelum ia mati penghargaan karena telah berhasil menjadi istri yang pen

rjalan bergandengan di depan. Mereka adalah masa depan. Elsa adal

n pil pereda nyeri dan menelannya tanpa ragu. Penyakitnya haru

il untuk Ika. Ibu Delon sudah masuk ke m

n. Jaga Ika baik-baik," ujar Ibu D

g masih berdiri di samping mobil, memandang

" pangg

Ia menoleh dan me

pulang, kan?" tanya Delo

asa bersalah. "Kak Elsa, aku minta maaf. Tadi Ibu [Delon

idak, Sayang. Ucapan Ibu itu tulus. Ak

ke rumah kakak. Kenapa Kakak tidak menginap lagi saja di rumah kami ma

dan kembali ke dunianya yang sunyi. Ia harus segera pergi sebelum efek

arah mobil, lal

Tapi, Mas Delon, aku rasa aku tida

n kamu bilang kamu akan tinggal di rumahmu sendiri yang

disematkannya khusus untuk

Mas tahu sendiri, aku tidak punya pembantu. Jika ditinggal semalam, debunya su

ini, besok sudah pasti aku tidak sempat. Apalagi, rumahku kan jauh l

Ia harus menunjukkan pada Delon bahwa ia mandiri dan sibuk mengurus diri sendiri, sehingga Delon tidak perlu khawatir dan akan terus men

Mas Delon carikan Kakak pembantu saja. Agar Kakak

dak nyaman karena Ika menyinggung masalah

a. Nanti aku transfer

e saja, jangan na

nya. "Aku sudah panggil taksi. Taksi online-ku sudah datang, ak

hiasi senyum palsu terakhirnya. Ia berbalik cepat,

n air mata kepedihan itu mulai merembes keluar. Ia melihat pantula

nya pulang ke rumahku yang sunyi, tempat Jendela Kaca yang s

mbawanya menjauh dari Delon, dari Ika, dari kebahagiaan, dan men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Senyum yang berharga mahal2 Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit3 Bab 3 Taman Rahasia di balik kaca4 Bab 4 Wawancara rahasia5 Bab 5 Kunjungan di kebun6 Bab 6 Kehangatan di Balik Layar7 Bab 7 Wawancara dengan sang CEO8 Bab 8 Dua Kehidupan di Tengah Kebun Alasan di Balik Jaket Tebal9 Bab 9 Misi rahasia jantung kota10 Bab 10 Harga Sebuah Kerahasiaan11 Bab 11 Dua misi sebelum tengah hari12 Bab 12 Jamuan di balik Kepalsuan13 Bab 13 Pekerjaan adalah pelarian14 Bab 14 Riset IPO dan ancaman perjalanan15 Bab 15 Keberangkatan Rahasia dan Harga Diri di Udara16 Bab 16 Kejutan Di Mata Arya17 Bab 17 2 jam setelah ketegangan18 Bab 18 Keseimbangan di ketinggian19 Bab 19 Konfrontasi di ambang pintu20 Bab 20 Tamparan kesopanan21 Bab 21 Sendirian di ruang tunggu kehidupan22 Bab 22 Eksekusi kebohongan 3 hari23 Bab 23 Protokol Kanker dan Kesepian24 Bab 24 Tetes racun25 Bab 25 Hari Terakhir Racun dan Konfrontasi Kepulangan ​26 Bab 26 Bekas Luka Rahasia dan Penyesalan yang Membeku27 Bab 27 Harga Diri dan Tuntutan Prioritas28 Bab 28 Batasan Dingin dan Harga Pengorbanan29 Bab 29 Panggilan Tengah Malam dari Hati yang Terluka30 Bab 30 Pagi Dingin, Tanggung Jawab Sendiri31 Bab 31 Proyek Mandiri dan Penolakan Bermartabat32 Bab 32 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Tatapan Cemburu33 Bab 33 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Janji Masa Depan ​34 Bab 34 Batas Kekuatan dan Penolakan Terakhir ​35 Bab 35 Harga Diri, Proyek Arya, dan Permintaan Maaf di Tengah Malam ​36 Bab 36 Mandiri37 Bab 37 Kepulangan yang Tak Sama Lagi38 Bab 38 Jarak yang Menjadi Nyata39 Bab 39 Puncak Rapuh di Bawah Langit Kampung ​40 Bab 40 Rahasia yang Tersingkap dan Pintu yang Tertutup41 Bab 41 Penyesalan yang Terlambat dan Kebohongan demi Cinta42 Bab 42 Pintu yang Terkunci dan Rumah di Masa Depan43 Bab 43 Murka di Tanah Kamboja44 Bab 44 Layar yang Berpijar dan Larangan untuk Pulang45 Bab 45 Rapuh dalam Keheningan Malam46 Bab 46 Kepulangan yang Asing di Rumah Sendiri47 Bab 47 Privasi yang Terampas dan Luka yang Kian Dalam48 Bab 48 Memutus Rantai Ketergantungan49 Bab 49 Benteng Pertahanan dan Pertemuan Tersembunyi50 Bab 50 Api Cemburu dan Sisa Tenaga yang Terkuras ​51 Bab 51 Kebaya Putih di Tengah Pesta yang Megah ​ ​Pagi itu, kediaman52 Bab 52 Pilihan untuk Waras53 Bab 53 Pertemuan di Gerbang Perpisahan54 Bab 54 Membeli Kembali Kebebasan dengan Air Mata55 Bab 55 Pamitnya Sang Bidadari yang Terluka56 Bab 56 Sisa Tenaga di Depan Gerbang Baru57 Bab 57 Puing-Puing yang Tersisa58 Bab 58 Rahasia yang Tak Terbendung Lagi59 Bab 59 Rumah sakit