icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Bab 4 Wawancara rahasia

Jumlah Kata:1292    |    Dirilis Pada: 16/11/2025

ckness seperti Ika, melainkan karena rasa nyeri yang menjalar dari perutnya. Ia segera me

(VA) itu dijadwalkan pukul 10 pagi. Ia harus tamp

dak nyari lagi langsung masuk ke dalam k

gi empat yang diatur rapi-gaya profesional ala Korea yang lembut namun berwibawa. Pakaian ini adalah ko

a curiga," gumamnya p

udut yang pencahayaannya bagus, menutupi area rumah yang sederhana, hanya memperlihatk

gilan video. Di sana, muncul wajah seorang wanita paruh baya yang

hirnya bisa bicara dengan Anda," sa

anya sedikit gemetar, bukan karena gugup, melainkan karena rasa mual yang tib

atar belakang manajemen rumah tangga dan acara yang sangat baik. Tapi, mengap

n jebakan yang sudah

mengelola keuangan tanpa ada kelebihan dana, dan menjadi problem solver yang cepat. Saya ingin tantangan baru di dunia profesional, d

tersenyum, merujuk pada

ak Arya, seorang CEO muda di bidang teknologi fintech, sangat membutuhkan seseor

diri, menjelaskan bagaimana ia menggunakan software kalender dan spreadsheet

ancara, ponsel Elsa bergetar

esi wajahnya sempat berubah tegang, tetapi ia segera me

, Bu Elsa?" t

mengganggu." Elsa berbohong. Ia tahu Ika pasti menelepon untuk memastikan Elsa bai

ergian ke luar negeri dan terkadang memerlukan laporan atau brief mendesak di tengah malam. Apak

tahu, obat Kankernya sering membu

u saya fleksibel dan saya sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan. Saya bisa menjamin,

su untuk Delon, melainkan senyum penantang takdir. Ia harus meyakin

eraih kantong plastik kecil, lalu memuntahkan isinya. Air mata keterpurukan itu

dian, sebuah notifik

mengatur pertemuan virtual Anda dengan Bapak

yum puas karena Jendela Kaca itu kini telah memberinya

kecilnya, menikmati kesunyian sore dan menatap penuh harap ke kebun sayurnya. P

a berdering. Tertuli

i lagi, lalu menjawab panggilan video itu. Ia harus m

! Ada apa?" sa

olos muncul. Di belakang Ika terlihat

ang terima kasih banyak sudah bantu aku kemarin. Kakak

. Ia pasti lupa betapa

kelelahan saja karena tadi pagi aku langsung membersihkan rumah. S

wajah Kakak agak dingin. Jan

engan Delon Junior? Dia baik-baik saja kan?" Elsa segera me

kali, Alhamdulillah. Justru karena dia bai

Aneh bag

dari pasar atau swalayan. Aku mau sayuran hijau yang Kak Elsa tanam di kebun!

erkejut. Tiba-tiba, kebun rahasianya, tempat

Aku akan petik sekarang juga. Aku bungkus

a mengambil keranjang panen.

ak! Aku belum selesai."

eh Mas Delon dan diberikan padaku. Pokoknya

ini, bukan karena sakit Kanker, melainkan k

w ke rumah Kakak sekarang! Dia mau mengambil sayurannya dan s

Matanya membulat. Hanya ada waktu sekit

tadi?" Suara Elsa terdengar sedikit panik, tet

lau Mas Delon sudah sampai, tolong bantu dia memilih

i senyum itu kali ini adalah campuran antara kepanikan (karena harus menata diri dan menyembunyikan laptop

gilan video. Ia melihat pantulan dirin

ng! T

a merapikan keranjang cucian dan menaruh buku-buku di rak. Ia harus menciptakan ilusi rumah yang dam

wa ia benar-benar "baik-baik s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Senyum yang berharga mahal2 Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit3 Bab 3 Taman Rahasia di balik kaca4 Bab 4 Wawancara rahasia5 Bab 5 Kunjungan di kebun6 Bab 6 Kehangatan di Balik Layar7 Bab 7 Wawancara dengan sang CEO8 Bab 8 Dua Kehidupan di Tengah Kebun Alasan di Balik Jaket Tebal9 Bab 9 Misi rahasia jantung kota10 Bab 10 Harga Sebuah Kerahasiaan11 Bab 11 Dua misi sebelum tengah hari12 Bab 12 Jamuan di balik Kepalsuan13 Bab 13 Pekerjaan adalah pelarian14 Bab 14 Riset IPO dan ancaman perjalanan15 Bab 15 Keberangkatan Rahasia dan Harga Diri di Udara16 Bab 16 Kejutan Di Mata Arya17 Bab 17 2 jam setelah ketegangan18 Bab 18 Keseimbangan di ketinggian19 Bab 19 Konfrontasi di ambang pintu20 Bab 20 Tamparan kesopanan21 Bab 21 Sendirian di ruang tunggu kehidupan22 Bab 22 Eksekusi kebohongan 3 hari23 Bab 23 Protokol Kanker dan Kesepian24 Bab 24 Tetes racun25 Bab 25 Hari Terakhir Racun dan Konfrontasi Kepulangan ​26 Bab 26 Bekas Luka Rahasia dan Penyesalan yang Membeku27 Bab 27 Harga Diri dan Tuntutan Prioritas28 Bab 28 Batasan Dingin dan Harga Pengorbanan29 Bab 29 Panggilan Tengah Malam dari Hati yang Terluka30 Bab 30 Pagi Dingin, Tanggung Jawab Sendiri31 Bab 31 Proyek Mandiri dan Penolakan Bermartabat32 Bab 32 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Tatapan Cemburu33 Bab 33 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Janji Masa Depan ​34 Bab 34 Batas Kekuatan dan Penolakan Terakhir ​35 Bab 35 Harga Diri, Proyek Arya, dan Permintaan Maaf di Tengah Malam ​36 Bab 36 Mandiri37 Bab 37 Kepulangan yang Tak Sama Lagi38 Bab 38 Jarak yang Menjadi Nyata39 Bab 39 Puncak Rapuh di Bawah Langit Kampung ​40 Bab 40 Rahasia yang Tersingkap dan Pintu yang Tertutup41 Bab 41 Penyesalan yang Terlambat dan Kebohongan demi Cinta42 Bab 42 Pintu yang Terkunci dan Rumah di Masa Depan43 Bab 43 Murka di Tanah Kamboja44 Bab 44 Layar yang Berpijar dan Larangan untuk Pulang45 Bab 45 Rapuh dalam Keheningan Malam46 Bab 46 Kepulangan yang Asing di Rumah Sendiri47 Bab 47 Privasi yang Terampas dan Luka yang Kian Dalam48 Bab 48 Memutus Rantai Ketergantungan49 Bab 49 Benteng Pertahanan dan Pertemuan Tersembunyi50 Bab 50 Api Cemburu dan Sisa Tenaga yang Terkuras ​51 Bab 51 Kebaya Putih di Tengah Pesta yang Megah ​ ​Pagi itu, kediaman52 Bab 52 Pilihan untuk Waras53 Bab 53 Pertemuan di Gerbang Perpisahan54 Bab 54 Membeli Kembali Kebebasan dengan Air Mata55 Bab 55 Pamitnya Sang Bidadari yang Terluka56 Bab 56 Sisa Tenaga di Depan Gerbang Baru57 Bab 57 Puing-Puing yang Tersisa58 Bab 58 Rahasia yang Tak Terbendung Lagi59 Bab 59 Rumah sakit