icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sesal yang Terlambat

Sesal yang Terlambat

Penulis: Tiwie Sizo
icon

Bab 1 Tes DNA

Jumlah Kata:671    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

senda gurau, tiba-tiba menjadi sunyi. Semua mata tertuju padaku. Terutama mata kedua orang tuaku yang

ya. Perempuan yang telah melahirkan ku itu ta

ran. Sebuah acara sederhana setelah satu bulan lebih perempuan yang belum lama ini kunikahi melahirkan seorang bay

tersisa saat ini semuanya masih keluarga, begitu mungkin

n?" Kali ini suara

i itu anakku," jawab

manya. Bayi itu punya nama. Namanya F

hasil tes DNA menyatakan jika dia memang darah dagingku." Aku kembali berujar dengan dingi

seluruh keluargaku, terutama di depan Mama dan Papa, seolah disini dialah yang terzolimi. Benar-benar pa

angat mirip denganmu? Beginilah rupamu waktu kamu masih bayi dulu, Ark

dilahirkannya benar-benar anakku? Bisa saja dia sudah hamil saat menjebakku waktu itu." Aku sudah tidak tahan lagi. Aku mua

perempuan tanpa mengenakan busana dan tak mengingat apapun. Lalu selang beberapa bulan kemudian, perempuan itu datang mencariku untuk meminta pertanggung jaw

ya terpaksa menikahi perempuan itu. Perempuan yang aku yakini sedari awal memang telah

tipu dengan sandiwaranya ini. Dia mungkin bisa membohongi semua orang dengan wajah memelasnya, tapi tidak denganku. Beberapa bulan hidup bersama sejak aku terpaksa menikahinya membu

DNA." Akhirnya aku menden

tersenyum si

jika kita melakukan tes DNA? Bayi ini meman

meski aku tahu dia ingin menyangkal. Kena kau! Tes DNA tak bisa dibohongi. Pasti dia sedang risau karena tak ingi

k mau membuang uang dan waktumu. Karena kamu pasti tidak akan teri

buruk. Tes DNA tidak akan bisa menghapus itu," tambah Ainun l

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sesal yang Terlambat
Sesal yang Terlambat
“Bukankah lima tahun lalu dia memilih pergi, saat aku memintanya melakukan tes DNA untuk membuktikan jika anak yang dilahirkannya itu memang benar anakku? Lalu kenapa sekarang dia datang dan memohon padaku agar aku mau melakukan tes DNA? Apa sebenarnya yang dia inginkan? Apa karena sekarang aku sudah semakin sukses hingga dia ingin menjadikan anak yang ada bersamanya sebagai alat untuk memanfaatkan ku? Saat aku bertanya kenapa dia muncul lagi setelah sekian lama, jawabannya sungguh di luar dugaan. Dia bilang ingin menitipkan anaknya padaku karena waktunya di dunia ini mungkin sudah tidak akan lama lagi.”