icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kencan Buta Salah Alamat

Bab 5 Di Luar Jam Kerja

Jumlah Kata:1809    |    Dirilis Pada: 11/11/2025

natap kemacetan pagi Jakarta. Sudah tiga hari sejak makan malam di Miya. T

ik-atau justru terlalu baik, s

elamat pagi, Cinta. Pastikan laporan PR untuk Q3 sudah di meja Winda

n resmi kedua: "Bagaimana hari ini? Sudah makan malam? Ja

an yang efisien, fokus, dan dihormati oleh Ibu Winda. Di luar kantor, ia adalah wanita yang diam

untuk presentasi besar mereka tentang proyek resor Bali. Ini adalah momen krusial bagi

veSpark. Dia harus benar-benar netral, seperti yang Kenan minta. Ia tidak

lan terdengar dari area res

NTA

dan aura kepercayaan diri seorang entrepreneur sukses. Dia berjalan cepat

anget!" seru Bulan, langsung memeluk Cinta erat. "Gimana, nih,

rik Bulan ke sudut ruangan di deka

udah bilang, ini bukan CreativeSpark yang

kantor barumu sekeren ini, sih? Gila! Pantesan kamu nggak mau aku ajak hang

oyek Bali ini serius. Bima Sena itu besar. Aku di sini untuk kerja. Jadi, kam

mana vibe Direktur Utamanya? Siapa namanya? Kenan, ya? Dia ada, kan? Dia

coba-coba ajak dia bercanda soal kencan buta atau hal personal. Dia benci distra

gul dari dua agensi kaku lainnya!" Bulan memiringkan kepalanya, matany

Sena. Dia client kamu. Lagipul

t. Ya udah, forget it. Aku mau siap-siap dulu di ruang rapat. Wish me luc

ela napas.

t dimulai di Ruan

a (VP Komunikasi) dan Pak Tono (Kepala Divisi Pemasaran

g akhir. Ia mengenakan setelan jas abu-abu tua, wajahnya tampak lelah

alam sepersekian detik, Kenan memberikan micro-expression yang hanya bisa dibaca oleh Cinta: sebuah k

r jam kerja' yang terlara

pat duduk di tengah

dah datang, Nona Bulan," sapa

ng krusial. Kenan berhadapan dengan wanita

Tuan Kenan. Saya Bulan dan ini tim sa

adalah Direktur dari CreativeSpark. Mereka akan mempr

, tatapannya dingin dan for

penuh warna, dan pendekatan digital yang sangat berani. Me

asi yang memukau, Kenan

las atas yang mencari ketenangan dan eksklusivitas. Pendekatan yang terlalu 'milenial' ini, apakah tida

Kenan akan se-detail itu. Ia mencoba mem

nda juga mengajukan pertanyaan sulit.

ran

gat berfokus pada exposure. Namun, untuk produk eksklusif, exposure berlebihan bisa merusak citra 'terbatas' yang menjadi n

i tiga hari mempelajari strategi Bima Sena.

kejutan, dan sedikit kekesalan. Kok kamu malah

, sedikit terbata. "Kami akan menggunakan media tertutup, dan

rena marah atau kecewa, melainkan karena bangga. Senyum tipis yang ia berikan

ma dua jam. Di akhir rapat,

timbangkan. Cinta, Anda bertugas menyusun ringkasan ma

Kenan," jawa

ik pada Cinta, "Gila, Cin! Pertanyaanmu tadi

a Sena, Bulan! Aku harus profesional! Lagipula, perta

segera kembali ke mode profesio

uan Kenan. Kami

. Tatapannya formal, tidak

an memanggil Cinta lagi. "Cinta, tinggal

nan menyandarkan punggungnya di kursi, senyum tipis

a Nona Bulan sangat tepat sasaran. Itu menunjukkan

menjaga nada bicaranya tetap netral, meskipun ha

a tidak perlu terlalu kaku. Anda adalah Spesialis Komunikasi. Sedik

k. "Saya akan m

ya perhatikan, Bulan terlihat sedikit mirip dengan Anda, terutama saat di foto.

i dia. Kenan membahas kencan buta

k mengerti maksud Anda soal

ya menghargai akting Anda. Anda berhasil menjaga profesionalitas

an pekerjaan saya,"

uk Anda," Kenan berkata, wajahnya kembali serius

u, Tuan

ensi, tanpa bias. Saya tidak mau ada intervensi personal dari Anda. S

n siapkan analisis ko

pemandangan kota. "Satu hal lagi. Saya melihat a

panik. "Gosip a

atkan posisi ini tanpa melalui wawancara yang suli

inta maaf. Saya tidak bisa m

kan pada mereka bahwa Anda layak. Dan saya akan bantu And

na?" tan

Saya ingin Anda ikut. Anda harus hadir sebagai Spesialis Komunikasi Korporat saya. Anda harus menunjukkan pad

kolega dan investor? Ini jauh dari sekadar 'adendum

ru bekerja tiga hari. Apak

kungan eksekutif," Kenan berkata, nadanya tak terbantahkan. "Datanglah ke kantor saya pukul 19.00. Saya akan menunggu. Jangan ter

a tentang pekerjaan. Ini tentang mendekatkan diri pada Kenan, yan

iapkan diri saya," jawab Cinta

menuju pintu, Kena

in

berb

i ini hangat dan tulus, bukan se

adalah hasil kerja keras Anda. Jangan bia

erhasil memberikan pukulan mental yang menyakitkan, lal

memanas. Gosip di kantor tidak penting. Yang penting adalah, malam ini, ia akan berada di sis

Di mata Kenan, garis

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kencan Buta Salah Alamat
Kencan Buta Salah Alamat
“Katanya, persahabatan murni antara cewek dan cowok itu mitos. Pasti ada, deh, salah satu yang diam-diam baper. Nah, ini yang dialami Cinta. Selama tujuh tahun, Cinta mati-matian menyimpan perasaannya buat Raka, sahabatnya sendiri. Tapi, namanya juga takdir, Cinta harus telan pil pahit karena Raka malah milih cewek lain. Hancur, kan? Lagi galau-galaunya patah hati, Cinta akhirnya setuju aja waktu Bulan, sahabatnya yang super iseng, nyuruh dia gantiin ikut blind date alias kencan buta. Anggap aja healing, ya kan? Eh, siapa sangka, acara kencan buta itu malah jadi super chaos! Cinta salah orang! Dia bukannya ketemu cowok yang harusnya jadi pasangan Bulan, malah nyasar kencan sama... calon bosnya sendiri! Coba bayangin betapa malunya! Ini salah siapa coba? Salah kencan buta? Salah takdir? Mungkin emang bener ya, yang namanya cinta itu punya jalannya sendiri. Mau salah alamat kayak apa pun, kalau udah jodoh, si tulang rusuk nggak akan pernah tertukar pemiliknya!”
1 Bab 1 Patah hati2 Bab 2 Pria yang baru ia temui3 Bab 3 pastikan itu tidak terjadi4 Bab 4 Tidak merepotkan5 Bab 5 Di Luar Jam Kerja6 Bab 6 Cinta bergegas kembali ke rumahnya7 Bab 7 Kenan sudah di Bali8 Bab 8 menghadapi Bulan9 Bab 9 Cinta tiba di kantor10 Bab 10 Di tengah kemacetan11 Bab 11 Kenan sudah menelepon dari lobi12 Bab 12 Singapura memang ngaruh ya13 Bab 13 pinjaman dari Kenan14 Bab 14 Bagaimana kamu bisa menjadi pacar Kenan 15 Bab 15 sebelum resmi menyandang status Nyonya Pramudita16 Bab 16 Bulan madu17 Bab 17 Enam bulan pernikahan akan terasa begitu cepat18 Bab 18 membuat Nyonya Pramudita sakit kepala19 Bab 19 Lima tahun lagi berlalu20 Bab 20 kenapa kelinciku yang bernama Coco21 Bab 21 memuntahkan semua sisa sarapannya22 Bab 22 Kenan terlihat jauh lebih gugup23 Bab 23 tiga dokter spesialis kandungan berbeda24 Bab 24 Ramuan rahasia25 Bab 25 undangan baby shower26 Bab 26 super posesif27 Bab 27 mau lihat cucu Mama