icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Setiap Rahasiamu Akan Kubongkar

Bab 4 meja makan

Jumlah Kata:1805    |    Dirilis Pada: 01/11/2025

enangan air, menciptakan bayangan panjang yang seolah menari-nari di dinding kamar. Selina duduk di meja makan, menatap secangk

atat semua yang terjadi hari ini. Aku ingin belajar bagaimana men

, strategi kita bukan hanya soal mengalahkan orang lain. Ini soal m

nya sebelumnya tidak memberi hasil yang signifikan. Selina selalu satu langkah di depan, dan Rafael semakin

ael terguncang. Aku harus memaksanya melihat Selina dan Alya

kin agresif, tapi terlalu percaya diri justru membuka celah yang bisa dimanfaatkan. Selina mulai menyusun st

nyambutnya dengan senyum hangat dan menyiapkan ruang santai di teras belakang

depannya. "Aku ingin kita bicara tentang hari ini, bukan hanya tentang

mbut. "Aku... aku merasa bingung, Selina. Dina semakin agresif. Aku tidak i

p langkah yang kau ambil harus berdasarkan prinsip, bukan perasaan s

a adalah sosok yang lebih kompeten dan dapat membantu Rafael di berbagai bidang. Tapi langkah ini justru membuka peluang bagi Selina. Ia

ggunakan nada manis, canda, dan bahkan ancaman halus. Namun Rafael kini lebih waspada. Selina telah me

ta. Mereka duduk di pojok yang tenang, Alya menulis

mencoba merusak kebahagiaan orang lain biasanya akan lengah jika kita tetap cerdas dan tenang. K

ius. "Aku mengerti, Bu. Aku ingin b

a. Kita membentuk masa depan yang kuat, dan setiap langkah hati-ha

dan membuat kesalahan strategi. Selina melihat ini sebagai peluang. Ia mulai merancang langkah lebih cerdik, memanfaatk

g membaca dokumen di ruang kerja, dan dirinya sendiri. Ia menyadari satu hal: pertarungan ini bukan han

a teman Rafael yang memiliki posisi strategis dalam bisnis untuk makan malam di rumah, bukan u

n Rafael dengan janji-janji dan kata-kata manis. Namun Rafael kini mampu menilai niat sebenarnya. Setiap g

kota. Ia tahu pertarungan belum selesai, tetapi ia juga sadar satu hal: kekuatan sejati tidak datang dari kekasih yang mud

Selina. Frustrasi meningkat, dan ia mulai kehilangan arah. Selina melihat ini sebagai peluang. Ia mulai meny

urun. Ia merasa damai, meskipun tahu esok akan ada tantangan baru. Kali ini, Selina bukan hanya bertahan; ia yan

rgaku. Tidak sekarang, tidak pernah. Dan setiap langkah mer

ng kerjanya, memikirkan langkah berikutnya. Dina kini mulai bergerak dengan cara yang lebih berani dan licik. Ini

ncoba mencari tahu pola pesan Dina. Aku ingin mem

elawan dengan kekuatan atau emosi. Kita harus pintar membaca setiap

afael di sebuah kafe yang sepi, menyasar waktu ketika Selina kemungkinan sibuk dengan pekerjaan dan Alya

ar dengan ketenangan. "Dina mungkin cerdik, tapi ia tidak tahu bahwa kita juga

yang biasa ia gunakan. Ia berbicara lembut, menanyakan kehidupan pribadi Rafael, dan

l di benaknya: setiap niat yang dilakukan tanpa pertimbangan pasti akan menimbu

pertemuan ini untuk menunjukkan integritas dan stabilitas keluarganya. Ia mengirimkan sebuah pesan singkat n

n tubuh, dan cara Dina mencoba memengaruhi Rafael. Selina tersenyum melihat itu; putrinya kini

menghadiri seminar yang sama, bahkan mencoba menyelipkan komentar manis melalui media sosial. Selina menanggapi setiap langkah dengan strategi

i taman kota. Mereka duduk di bangku panjan

ak kebahagiaan orang lain biasanya akan lengah jika kita tetap waspada dan cerdas. Kita tidak h

kad. "Aku mengerti, Bu. Aku ingin b

epan yang kuat, bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk orang-orang yang kit

uat Dina bertindak lebih emosional, mengirim pesan-pesan yang kontradiktif, dan mencoba berbagai trik untuk memancing Rafael. Namun

badai di luar sana. Ia menatap Alya yang sedang menulis catatan, memikirkan Rafael yang sedan

u pertarungan belum usai. Kali ini, Selina bukan hanya bertahan; ia yang mengatur permainan

mulai kacau. Selina melihat ini sebagai peluang. Ia mulai merancang langkah balasan yang lebih strategis: bukan untuk

hatinya, dan hujan yang membasahi kota. Ia menyadari satu hal: kemenangan bukan hanya tentan

eluargaku. Tidak sekarang, tidak pernah. Dan setiap langkah m

sanya ia pertahankan kini memudar. Ia mulai sadar bahwa permainan ini tidak semudah

li ini ia lebih siap. Kali ini, ia bukan hanya bertahan; ia yang mengatur permainan, memast

n kekuatan yang tidak bisa diganggu siapa pun. Selina tersenyum tipis, menutup matanya sejenak, dan berkata

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Setiap Rahasiamu Akan Kubongkar
Setiap Rahasiamu Akan Kubongkar
“Sebuah ultimatum diberikan oleh Selina kepada Dina, wanita yang mulai merusak keharmonisan rumah tangga Selina dan Rafael. Pilihan yang diberikan Selina tegas: menjadi istri kedua atau menghilang selamanya. Menurut Selina, seorang wanita yang bijaksana tidak akan merampas kebahagiaan wanita lain. Namun, kata-kata itu sama sekali tidak ada dalam kamus hidup Dina. Wanita itu terus maju, tanpa ragu, mencoba merebut tempat Selina di hati Rafael. Selina masih bisa menahan diri jika hanya hatinya yang terluka. Namun, ketika putrinya, Alya, yang mulai remaja, menangkap adanya Dina dalam kehidupan keluarga mereka, Selina memutuskan untuk bertindak. Ia mulai menyusun rencana cermat, sebuah strategi yang akan meninggalkan jejak tak terlupakan bagi Rafael maupun Dina. Bertahan dengan seorang lelaki yang hatinya terbagi bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika sang istri kedua melancarkan serangan emosional yang beruntun. Bersama kedua saudara Rafael yang setia padanya, Selina melawan semua intrik dan tekanan dari Dina. Ia berjuang, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk putrinya yang sangat ia cintai. Apakah Selina akan tetap bertahan di samping Rafael, atau memilih berdiri sendiri, membangun hidup baru dengan kekuatan dan martabatnya sendiri?”
1 Bab 1 mencari keberanian2 Bab 2 mengubah3 Bab 3 aku lihat Ayah keluar sebentar4 Bab 4 meja makan5 Bab 5 mencoba mengacaukan6 Bab 6 keluarga mereka solid7 Bab 7 mengundang beberapa teman dekat8 Bab 8 mengambil keputusan9 Bab 9 hubungan yang sehat10 Bab 10 erlihat lebih percaya diri11 Bab 11 bukan hanya memberi perintah12 Bab 12 Ada rasa bangga dalam hatinya13 Bab 13 sedikit kerutan di dahi14 Bab 14 terbentang di atas panggung15 Bab 15 melainkan berita mengejutkan16 Bab 16 taman kecil17 Bab 17 tinggal di daerah terpencil18 Bab 18 tak bisa diabaikan19 Bab 19 beberapa tekanan20 Bab 20 tidak bisa fokus21 Bab 21 ceria22 Bab 22 mulai dirasakan23 Bab 23 dua rumah24 Bab 24 takut tidak bisa menghadapi25 Bab 25 bekerja sama