icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pasienku adalah Istri Mantan

Bab 3 Bertemu Ibu Mantan

Jumlah Kata:1162    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

lu riang serta gembira. Eh itu

adal

lu Yang, " dengan c

aya teman SMA pa

manggut

jahit dulu ya, "

ruang bayi. Nanti malam bisa rawat gabung dengan ibu. Tapi kalau i

saya tanya ibu saya dulu. Nant

i dan membawanya berla

a rapi dan tentu saja saya sisakan lubang sebagai man

pak Roma bisa minta tolong mintakan baju

k," sahutnya sambil b

eka dengan hati-hati badan pasien. Kemudian mengoleskan betadin ke kasa

nta, " Roma mengulurkan baj

mbil baju dan pembalut kemudi

n seperti biasa, tidak ada pantangan, boleh miring-miring dan duduk. Kal

menganggu

k, coba ibuk uyeg-uyeg perutnya sampai keras. Kalau tidak keras juga perutnya, dan ibu merasa keluar darah byor-byoran dari jalan lahir, segera lapor ke saya atau teman saya. Ja

ya paham ." K

aya tinggal ke ruang perawat." Ujarku sambil me

lat, itu tempat ari-arinya nanti bisa dibawa pulang."

ri pandangan bu Rania dan pak Ro

aku menghent

Sama seperti saat SMA dulu. Maaf aku se

Yap, sama-sama sudah tugas saya pa

pai dicurigai mau nyubit anaknya dan menu

t Nur sedang memberikan injeksi (sunt

lat ashar uru

ngantar bayi pak Roma la

persalinan) dan heacting set (alat menjahit) aku dekonta

an sambil nulis partograf (lembar la

g tidak bisa tepat waktu saat menjumpai pasien

ugas yang belum s

laporan pasien yan

a aku menulis, tiba-tiba Rom

Aku bingung nuntunnya ke kam

u lalu bangkit dari duduk dan be

tersenyum begitu masuk VK (kamar tindakan persa

adi mas Roma gak berani nuntun saya pipis,

mari saya tuntun ke kamar kecil, tapi kalau p

a kuat mbak, "

belakang ya," Aku memapah bu Rani

saya buang ya?" tanya bu

u pembalut sudah penuh, g

penuh mbak pembalut

di ganti kasanya bu,

mar mandi, aku kembali mem

ak kompeten dan amanah, jadi saya minta tolong pasangkan an

s aja kalau suaminya nyriwet dan lebay kayak ta

aya pasangkan kalau bayinya

ruangan VIP yang tadi dipe

g harus diwaspadai dan sering terjadi pada persalinan normal adalah 2 ja

" sahut bu

keluhan, saya pindah ke ruang vip, saya pamit dul

hut pasutri te

uai janji, aku me

nap ya, kan cuma 6 orang, aku mau ke VK,

uittt, mau mindah pasien apa mindah pa

o profesinal. Mbuh mantan, mbuh bukan, kita kan haru

han ? saya cek tensi

pindah ke kursi

ursi roda. Setelah bu Rania duduk, aku mendorongnya

laikum, " aku mengetuk pint

1 sudah menunggu bayi bu Rania. Dan seraut w

s bener dah ketemu lag

masih SMA dan kuliah?" tanya perempuan setengah baya y

" sahutku tersenyum sambil mempersilahkan bu

ng kayak gini? apa rahasiany

jadi langsin

n rahasia Adelia terus kepoin cerita ini

e

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Menolong Persalinan Istri Mantan2 Bab 2 Mbak, Siapanya Suami Saya 3 Bab 3 Bertemu Ibu Mantan4 Bab 4 Tolong Pasangkan Anting Anak Saya5 Bab 5 Apa mbak Adel Sudah Punya Calon Suami 6 Bab 6 Tolong Mandikan Bayi Saya7 Bab 7 Buket Bunga dari Siapa Ini 8 Bab 8 Pak Roma dan Bu Ani9 Bab 9 Roma! Dia milikku!10 Bab 10 POV Roma : Pertemuan Pertama dengan Adelia11 Bab 11 pov Roma : Selingkuh itu Indah12 Bab 12 pov Roma : Saat Persalinan Istriku Ditolong Mantan13 Bab 13 Pov Rania : Siasat Rania14 Bab 14 pov Dokter Andi : Perasaan Apakah ini 15 Bab 15 Adelia, Awassss!16 Bab 16 Menceritakan Masa Lalu17 Bab 17 pov dokter Andi : Bertemu Orang Tua Adelia18 Bab 18 Permintaan Maafmu Tidak Berguna, Roma!19 Bab 19 pov Penulis : Sandiwara yang Ketahuan20 Bab 20 Ide Adelia21 Bab 21 pov Dokter Andi : Siapa yang Memberitahu Mama 22 Bab 22 pov penulis : Gelud23 Bab 23 pov dokter Andi : Hujan-hujanan24 Bab 24 Romansa Sepanjang Jalan25 Bab 25 Melting Berulangkali26 Bab 26 Persiapan Bertemu Orang Tua Dokter Andi27 Bab 27 Perseteruan Di Meja Makan28 Bab 28 Butuh Donor Darah29 Bab 29 Papa Restui Kalian, Asal ...,30 Bab 30 Kedatangan Roma saat Dinas31 Bab 31 Aqiqah Rumania32 Bab 32 Tawaran dari Roma33 Bab 33 Membeli Rumah34 Bab 34 Rencana Masa Depan35 Bab 35 Mas Andi Memeluk Cal36 Bab 36 Penjelasan Mas Andi37 Bab 37 Sengaja Ditabrak 38 Bab 38 Mengumpulkan Bukti39 Bab 39 Clara Meminta Maaf40 Bab 40 Rejeki Bertubi-tubi41 Bab 41 Pulang dari Rumah Sakit42 Bab 42 Syukuran43 Bab 43 Senjata Makan Tuan44 Bab 44 Keracunan45 Bab 45 pov dokter Andi : Permintaan Rania46 Bab 46 pov Rania : Roma Insyaf47 Bab 47 pov Roma : Curiga Adelia Hamil48 Bab 48 pov dokter Andi : Bantuan dari Papa49 Bab 49 Sah!50 Bab 50 Malam Pertama (ending)