icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pasienku adalah Istri Mantan

Bab 2 Mbak, Siapanya Suami Saya

Jumlah Kata:1063    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

ku nanti kamu rapetin 'anu'nya jadi bikin aku g

ur tertawa ngakak. "Hahaha, pa

pasien operasi urgent. Saya sudah sering menolong per

carikan dokter lain

an gagal nafas didalam perut. Bisa juga yang lebih fatal saat istri bapak mengejan dan tidak segera ditolong malah

aya terima,"

mantan

n (celemek penolong persali

pasien. Nur segera meraih apron di

ur? di sini belum isi s

mau dipasangkan maskernya mbak?" taw

1/2 kocher (alat untuk memecah ketuban) dengan tangan kiri

makai apron, masker, da

traksi, aku mulai

," suara ketubannya meng

el, cairan apa itu,"

l dul terus pak,soal nyawa ini, bapak tenang ya, kalau bapak r

, " mantan ke

ang masih men

a kenceng banget, keras, ngeden sekuat tenaga.

k, " jaw

ngeden, ambil nafas panjang lewat mulut.

hh, heee

embul keluar sedikit lalu

pi di perut, seperti orang pup, istirahat d

yo tarik nafas panjang lewat hidung

eegghhhh," pasie

h salah,"

jalan lahi

ng ya sebagian jalan lahirnya. Daripada nanti

'o, " si mantan terlihat resa

lut untuk mengeluarkan kata-kat

mbaknya, mbaknya yang lebih peng

an episiotomi (pengguntingan jala

nekat, ngeden seperti p

gejan dengan semangat 45, dan alham

gkin kepala bayi tidak kunjung kelua

bersih, dan kapas basah, bia

u menuju lemari kaca dan me

kapas basah dan kuganti underpad

ng pant*t jangan diangkat biar tidak jalan

irnya dengan penuh perjuangan yan

n perlahan," kataku sambil melakukan sangga susur

ee...., " tangi

rsenyum mengikat dan memotong tali pusat. Kemudia

ntikkan obat untuk

iadzani?" aku menyerahk

dulu," sahutnya sambil me

? atau bayinya langsung dibersihkan?

dulu mbak, "

asa ya IMD," kat

membuka kain penutupnya dan

idekat pasien sambil meng

yang cuantik seperti kamu, " ucap mantan sambil m

mur-umur nolong persalinan gak pernah lihat tuh adegan sayang-sayangan, a

sayang-sayangan dulu, malu sama m

rdehem dan memandangiku.

a lahir selamat dan sehat, walau tadi a

dengan hati- hati dan ber

pu sentrongnya dan dekat

kan apa ya

pkan obat bius, jarum

engganti sarung tangan da

ke belakangku. Tapi aku biarkan saja s

obat bius di jalan la

teriakan dari pasien. M

yun. "Pak tolong jan

jarum. Mantan berpindah tempa

saya jahit y

ncapkan jarum d

si lagi dari kiri ke kanan

ya perlahan. Aku diam

u berucap, "Hati-hati Del jahitnya," sambil

i di belakang saya, nyenggol lampu sentrong, dan bilang Dal del dol,

l, aku diam deh

ien tersipu meliha

an menjahit d

kuan suami saya, sebenarny

buatku tersenyum di bal

adalah

e

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Menolong Persalinan Istri Mantan2 Bab 2 Mbak, Siapanya Suami Saya 3 Bab 3 Bertemu Ibu Mantan4 Bab 4 Tolong Pasangkan Anting Anak Saya5 Bab 5 Apa mbak Adel Sudah Punya Calon Suami 6 Bab 6 Tolong Mandikan Bayi Saya7 Bab 7 Buket Bunga dari Siapa Ini 8 Bab 8 Pak Roma dan Bu Ani9 Bab 9 Roma! Dia milikku!10 Bab 10 POV Roma : Pertemuan Pertama dengan Adelia11 Bab 11 pov Roma : Selingkuh itu Indah12 Bab 12 pov Roma : Saat Persalinan Istriku Ditolong Mantan13 Bab 13 Pov Rania : Siasat Rania14 Bab 14 pov Dokter Andi : Perasaan Apakah ini 15 Bab 15 Adelia, Awassss!16 Bab 16 Menceritakan Masa Lalu17 Bab 17 pov dokter Andi : Bertemu Orang Tua Adelia18 Bab 18 Permintaan Maafmu Tidak Berguna, Roma!19 Bab 19 pov Penulis : Sandiwara yang Ketahuan20 Bab 20 Ide Adelia21 Bab 21 pov Dokter Andi : Siapa yang Memberitahu Mama 22 Bab 22 pov penulis : Gelud23 Bab 23 pov dokter Andi : Hujan-hujanan24 Bab 24 Romansa Sepanjang Jalan25 Bab 25 Melting Berulangkali26 Bab 26 Persiapan Bertemu Orang Tua Dokter Andi27 Bab 27 Perseteruan Di Meja Makan28 Bab 28 Butuh Donor Darah29 Bab 29 Papa Restui Kalian, Asal ...,30 Bab 30 Kedatangan Roma saat Dinas31 Bab 31 Aqiqah Rumania32 Bab 32 Tawaran dari Roma33 Bab 33 Membeli Rumah34 Bab 34 Rencana Masa Depan35 Bab 35 Mas Andi Memeluk Cal36 Bab 36 Penjelasan Mas Andi37 Bab 37 Sengaja Ditabrak 38 Bab 38 Mengumpulkan Bukti39 Bab 39 Clara Meminta Maaf40 Bab 40 Rejeki Bertubi-tubi41 Bab 41 Pulang dari Rumah Sakit42 Bab 42 Syukuran43 Bab 43 Senjata Makan Tuan44 Bab 44 Keracunan45 Bab 45 pov dokter Andi : Permintaan Rania46 Bab 46 pov Rania : Roma Insyaf47 Bab 47 pov Roma : Curiga Adelia Hamil48 Bab 48 pov dokter Andi : Bantuan dari Papa49 Bab 49 Sah!50 Bab 50 Malam Pertama (ending)