icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DINIKAHI KONGLOMERAT

Bab 4 DK4

Jumlah Kata:867    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

A

n menghampirinya sambil membaw

caya?" tanyaku sambil meletakkan kopi untuknya. Bapak dengan

au mendengar kamu malah mengaku-ngaku orang lain jadi suamimu! Bapak tidak pernah mengajari kamu untuk memandang orang dari hartanya!"

Bapak sama Ibu liburan naik pesawat, ya biar percaya!" u

, kaya dan miskin di hadapan Tuhan itu sama! Yang membedakan h

isa naik mobil mewah, gaji banyak! Nikmat Tuhan mana lagi yang akan kita dustakan! Bapak gak pernah mengajari anak gadis Bapak

k yang nanya Sinta duluan?" Ibu memecah ob

apak dan Ibu orang baik dan selalu menjalankan perintah Allah! Sinta ingin mengajak Bapak dan Ibu

atir jika si peneror ini memang tidak main-main. Bisa saja dia mencari kelemahanku agar aku meninggalk

shraf betul-betul mencintaku? Sementara aku pun sering sekali melihat berita gossip di televisi jika banyak sekali wanita cantik dan muda yang

alam whatsappnya. Dia bagiku masih terlalu asing meski statusnya sudah jadi suami. Aku masih sangat khawatir jika dia

kamu minta rokok saja ke akang buat upahnya!" uc

vi bisa dengan leluasa masuk karena memang memiliki referensi orang dalam di sana. Begitu pun dengan suami Teh Rena

ah bapak penuh kebahagiaan, bagaimanapun bapak berfikir bisa mendapat keuntungan meski hanya sebungkus

bertiga bahu membahu menyelesaikan semuanya tepat waktu. Acaranya akan di laksana

u. Kini fokusku pada penggorengan. Meng

wa bahagia dari kakak-kakak sepupuku

mewah untuk ukuran acara rumahan seperti ini. Semua bia

mbali disibukkan dengan menyiapkan teras rumah kakek yang luma

gkar hanya tinggal menunggu Pak Ustadz. Entah sudah berapa gelas kopi yang kubuatkan untuk mereka

ua jam. Lagian mobilnya juga terlihat sudah bersih dan terparkir di halaman rumah.

a hidangan yang sengaja kami sajikan ini bisa diterima dengan baik. Meskipun menghabiskan dana lebih dari lima juta, tapi saya dan keluarga ikh

akan meninggikan dirinya sendiri. Aku berjalan ke halaman mencari Bapak. Terlihat samar

ampirinya. Kutatap

pak seda

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
“[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. "Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?" cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. "Ibu kenapa?" Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. "Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?" isaknya. Wa' Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. "Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan”