icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DINIKAHI KONGLOMERAT

Bab 3 DK3

Jumlah Kata:896    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

A

abi Muhammad kuliah S1 atau S2, enggak 'kan, Bu? Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mend

skan menerima pinangan Tuan Muda Ashraf. Meskipun hati kecilku belum yakin, tapi dalam istikharohku itu yang

masak malah

saja sampai. Memang betul dia yang membiayai semua acara satu tahun meninggalnya almarhumah

kit rusak, jatuh doang sih, tapi gak kotor! Itu buat kamu aja sama suami kamu, masih

anganku. Dia beringsut berdiri dan berjalan

ya Allah! Memberinya kebahagiaan dan kesejahteraan. Hatiku terasa

dipecat, bisa suruh nyupirin truk Uwa aja, yang satu kemari

bku. Uwa itu adalah panggilan Bahasa da

a dia 'kan punya karir dan pendidikan bagus, jadi gak boleh sembarangan milih suami! Apalagi kerj

ga. Kalau bukan karena cara almarhumah nenek, aku lebih baik ikut berobat

ling atas dibungkus plastik, berarti itu yang kue jatuh tadi. Aku m

Aku segera memindahkan berdu

i plastik sini,

ng aja!" kataku sambil hendak me

a aja! Dalemnya masih bagus!" ucapnya sambil

kang juga di rumah!" Ibuku mengha

tong kue tersebut dibagi dua dengan Wa Imah. Mere

kue yang harganya jauh lebih baik dari itu. Kue yang sengaja kubeli dengan harga te

ah memakan kue rusak itu. Sambil memotong-motong kue yang masih bagus dan memasukannya

makin terlatih mengerjakan pekerjaan dapur. Sebetulnya tugas utamaku hanyalah mengurus nyonya Adireja yang kini me

ang ART bagian dapur yang juga sebayaku. Di sana kami bertiga, ada aku Rani dan Sindi yang bagian meng

lai berubah padaku. Terlebih melihat aku dipe

eka berdua yang tahu , selain keluargaku. Namun apakah mungkin mereka yang menerorku? Atau sal

uan Muda Ashraf. Namun semenjak aku kerja di sana, aku tidak pernah meilhatnya. Ka

uan. Bercabang memikirkan semuanya. Tiba-tiba

at warung terus bel

mbuatkannya kopi. Bergegas berjalan mengambil termos air dan menuangnya pad

anggilnya. Dia dan Wa Imah masih sed

k tergopoh-gopoh dan ikut

vi kho ada yang mirip sama suami kamu, ya? Tapi dia d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
“[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. "Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?" cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. "Ibu kenapa?" Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. "Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?" isaknya. Wa' Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. "Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan”