icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Penulis: Evie Yuzuma
icon

Bab 1 DK1

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

A

! Cepetan angkat dan goreng!" s

marut kelapa sedikit lagi!" tukask

-akang kamu! Udah pada datang! Masaknya belum ke

sendiri! Airnya udah aku rebus juga dalam ter

itu jangan banyak tingkah, tinggal bikin kopi aja su

Kudengar Rema, kakak sepupuku yang

Si Ba

gga, tapi entah kenapa ketika mendengar sendiri ucapan itu

endidikan 'kan sukanya banyak tingkah da

ah belagu!" sambung Rena, K

ki karir bagus. Memang nasib baik tidak berpihak pada keluargaku. Ibuku yang merupakan anak bontot menikah dengan seorang lelaki yang h

u datang. Meskipun usianya sudah mencapai lima

ak baik menentang yang lebih tua!" ucap Kakek dengan sekilas me

ya tidak tega melihatku. Dia segera berdiri meni

bergegas meninggalkan pekerjaan memarut

a. Kudengar riuh sepupu-sepupuku menya

epupuku di dalam rumah. Mereka sela

kakek!" Dan mereka terdeng

h baik. Dan keempat cucunya yang kini sudah menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi. Cuc

pakan adik termudanya. Hanya Wa Imah saja, yang merupakan kakak ketiga dari ibu yang memang hidupnya sama juga

Sementara Kak Selvi meskipun usianya sudah memasuki kepala tiga. Dia masih belum m

wari kopi tersebut pada K

amu? Kami minta maaf gak bisa hadir

" ucapku sebetulnya

ak ada seorangpun dari keluarga yang menghad

ang Sarif. Soalnya bos mereka 'kan nikah juga. Biar kita tampil maksimal, secara kan acara

nggal pernikahan kamu, Ta?" tukas Teh Selvi. Dia masih berbaring di pa

tu misterius kaluarga konglomerat yang katanya

olah aja cuma lulusan SMA, pekerjaan babu, mana mau dia! Me

nek tua yang sakit-sakitan kan ka

onsel murahan yang kubeli dari hasil kerja kerasku.

f, ya ... malah bentrok sama jadwal be

s! Gimana Mama? Baika

ten, perkembangan kesehatannya berkembang pesat! Aku tidak sa

i ke nirwana. Entah perbuatan baik apa yang kulakukan dul

at Al-qurán yang selalu dia curi dengar setiap shubuh. Ah, biarlah kebahagiaan ini kugenggam sendiri dulu. Bahkan da

suamiku. Ahsraf Adireja Putra, tapi tetap saja ayahku tidak mengerti siapa sebetulnya kini menantunya. Maklu

wangi lumpur sawah. Bergelut mencari rejeki di sa

glomerat Adireja grup dengan santun memperlakukan ibunya ketika hendak naik pesawat!" Teh Se

n Ashraf ... lihat saja, nanti pas acara perayaan di kantor, akan kupepet ... gak a

mimpi ketinggian! Na

ake baju apa, ya! Aku peng

brol. Membicarakan tentang pesta yang akan

aku datang dengan gaun Cinderell

-senyum sendiri

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
“[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. "Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?" cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. "Ibu kenapa?" Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. "Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?" isaknya. Wa' Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. "Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan”