icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat

Bab 5 

Jumlah Kata:501    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

jaan yang sunyi dan metodis. Begitu Damar pergi,

k Damar. Dia mencin

kecil dan buram yang mewakili paku

. Sebaiknya kamu kemasi barang-barangmu dan

a Maheswari. Kehamilan itu membuatny

nya tidak berarti apa-apa lagi

mpulkan semua barang yang mengikatku padanya. Foto, hadiah, pakaian yang dia belikan

pa yang kubutuhkan: beberapa set pakaian praktis, laptop terenkrip

nggalku sudah dikemas dan menunggu di dekat pintu. Aku du

ku bergetar lagi. P

k cincin. Tangan Kania terulur, sebuah berlian besar

gitu perceraiannya selesai. Dia bilang dia ingin pernik

tua. Dia bilang padaku dia tidak saba

tinggalkan vila itu. Aku akan

. Saat masih menikah denganku. Keberani

i, aku

mendapatkan semua kebahagiaan

senyum. Biarkan dia berta

m tanpa tanda pengenal masuk ke jalan masu

rumah untuk terakhir kalinya, dan berjal

kota. Kami berjarak sekitar dua puluh menit d

n obrolan bersemangat da

! Pasti pernika

wati persimpangan. Mobil terdepan adalah Rolls-Royc

r jendela, rasa in

nan. Di sampingnya, dalam gaun pengantin putih, adalah Kania Maheswari

n. Untuk sepersekian d

gung. Dia melihatku, di dalam mobil asing, dengan sebuah kope

Sopirku melaju, menin

ku, yang dia kenal. Berdering dan terus b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat
Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat
“Malam ini adalah perayaan sepuluh tahun pernikahan kami. Suamiku, Damar Adijaya, seorang taipan teknologi, memesan hotel termahal di Jakarta untuk sebuah pesta mewah. Dia menarikku mendekat untuk sorotan kamera, membisikkan betapa dia mencintaiku. Sesaat kemudian, aku melihatnya menggunakan kode rahasia yang kami ciptakan bersama untuk menggoda selingkuhannya, Kania, tepat di depan mataku. Dia meninggalkan pesta kami, berbohong tentang urusan pekerjaan darurat, untuk menemuinya. Kembang api perayaan yang dia siapkan? Itu untuk perempuan itu. Keesokan harinya, perempuan itu muncul di rumah kami, dalam keadaan hamil. Aku melihat dari jendela saat senyum perlahan mengembang di wajah suamiku. Beberapa jam kemudian, perempuan itu mengirimiku foto Damar yang sedang berlutut melamarnya. Dia selalu bilang padaku bahwa dia belum siap punya anak denganku. Selama sepuluh tahun, aku adalah istri yang sempurna dan suportif. Aku juga seorang ahli keamanan siber yang membangun arsitektur yang menyelamatkan perusahaannya. Sepertinya dia sudah melupakan bagian itu. Saat mobilku menuju bandara untuk rencana pelarianku, kami berhenti di lampu merah. Di sebelah kami ada sebuah Rolls-Royce, dihias untuk pernikahan. Di dalamnya ada Damar dan Kania, dalam balutan tuksedo dan gaun putih. Mata kami bertemu melalui kaca. Wajahnya pucat pasi karena terkejut. Aku hanya melempar ponselku ke luar jendela dan menyuruh sopir untuk jalan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10