icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat

Bab 3 

Jumlah Kata:715    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

a. Aku menggunakan lift servis turun ke garasi, gerakanku cepat dan senyap

dilewatkan. Aku menjaga jarak aman, lampu depanku mati. Dia mengemudi dengan cepat, me

edung apartemen modern yang ramping. Aku

i lift. Sikap profesionalnya telah hilang. Dia mengenaka

berlari ke arahnya, ekspresinya c

" keluhnya, s

um lebar di wajahnya. Dia men

suaranya rendah dan intim. "Aku punya

it, di mana sisa-sisa kembang a

, matanya membelalak. "

dalam-dalam. "Aku janji, Kania. Sedikit lagi. Begitu k

u bergema di benakku. Kembang api perayaan. Aku pernah bilang padanya itu terlalu mewah, bahwa kami harus menabung. Di

aku bisa s

ya di leher Damar, menempe

mar," desahnya. "Aku cembur

dan serak. "Kamu tidak pu

ya meluncur turun ke dadanya. "Tunjukkan p

engangkatnya, kakinya melingkari pin

it kecil sam

t Kania lagi. Kaca mobilnya gelap, tapi aku bisa melihat sil

yang-bayang. Setetes air mata lolos dan menelusuri j

atnya secara langsung adalah hal lain. Pengkhianata

i-janjinya, sumpa

us, dan terang-terangan. Apakah hanya itu yang diperlukan? Ma

lam-dalam. Lalu sekali lagi. Aku tidak ak

ana. Aku punya

lah tali penyelamat. Aku akan menanggung ini. Aku a

mah yang kami bangun bersama, dipenuhi kenangan yang kini ternoda. Aku langsun

ngun kaget oleh suara pintu kamar ti

, siluetnya diterangi oleh la

i sini. Aku kh

idur, kelegaan membanjir

dah pergi. Kamu tidak menjawab te

khawatir karena alibi sempurnanya, ist

, suaraku datar. "Pasti mas

"Benar-benar berantakan. Tapi

idur, meraih tanganku. Sen

sadarku. Berbohong. Berpura-pura.

bahwa dunia sempurnanya masih utuh. Dia menarikku

iknya. "Jika aku kehilanganmu, aku tidak akan tahu ha

kannya, kata-katanya meli

Sebentar lagi, kamu akan mendapat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat
Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat
“Malam ini adalah perayaan sepuluh tahun pernikahan kami. Suamiku, Damar Adijaya, seorang taipan teknologi, memesan hotel termahal di Jakarta untuk sebuah pesta mewah. Dia menarikku mendekat untuk sorotan kamera, membisikkan betapa dia mencintaiku. Sesaat kemudian, aku melihatnya menggunakan kode rahasia yang kami ciptakan bersama untuk menggoda selingkuhannya, Kania, tepat di depan mataku. Dia meninggalkan pesta kami, berbohong tentang urusan pekerjaan darurat, untuk menemuinya. Kembang api perayaan yang dia siapkan? Itu untuk perempuan itu. Keesokan harinya, perempuan itu muncul di rumah kami, dalam keadaan hamil. Aku melihat dari jendela saat senyum perlahan mengembang di wajah suamiku. Beberapa jam kemudian, perempuan itu mengirimiku foto Damar yang sedang berlutut melamarnya. Dia selalu bilang padaku bahwa dia belum siap punya anak denganku. Selama sepuluh tahun, aku adalah istri yang sempurna dan suportif. Aku juga seorang ahli keamanan siber yang membangun arsitektur yang menyelamatkan perusahaannya. Sepertinya dia sudah melupakan bagian itu. Saat mobilku menuju bandara untuk rencana pelarianku, kami berhenti di lampu merah. Di sebelah kami ada sebuah Rolls-Royce, dihias untuk pernikahan. Di dalamnya ada Damar dan Kania, dalam balutan tuksedo dan gaun putih. Mata kami bertemu melalui kaca. Wajahnya pucat pasi karena terkejut. Aku hanya melempar ponselku ke luar jendela dan menyuruh sopir untuk jalan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10