icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah

Bab 4 tanpa rencana

Jumlah Kata:2745    |    Dirilis Pada: 28/10/2025

adira kini tinggal sementara, jauh dari rumah megah keluarga Roosevelt. Ia meninggalkan segalanya semalam tanp

kali di layar, tapi ia tidak berani menjawab. Setiap dering terasa seperti pengingat akan l

ina, tetapi juga karena Rafli tampak menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar. Ia tahu suaminy

pintu. Ia menegang, menatap lubang intip. Dylan berdiri di

h ini," katanya sam

perlahan. "Kau tahu

u jurnalis, Nadira. Tugas utamaku tahu h

menuhi ruangan. Nadira menerima satu gelas,

luarkan map berisi foto-foto hitam putih yang tampak diambil s

engan seseorang - wajah pria itu buram, tapi dari postur tub

mnya nyaris t

ari kematian Lina. Kapal di latar belakangnya adalah kapal kargo Roosevelt Cruise yang s

pa

u sesuatu. Dan begitu dia mencoba membocorkannya, s

rnya. "Kau pikir Raya

satu-satunya. Ini permainan keluarga, Nadira.

di ruang makan, memandangi berita di layar televisi: laporan anonim tentang "transak

leh tajam ke Rayan yang tam

opinya tanpa ekspresi. "Dan ak

bilang

pikir, adikku. Hanya dia yang cukup bodo

a aku tidak tahu apa yang kalian lakukan pada Lina? Aku menutup mulut selama i

nya dengan keras. "Jaga

g ke dalam kubangan dosa, dan sekaran

in, nyaris tanpa emosi. "Kalau kau ingin hidup tenang

adam. "Aku tidak takut lagi, Rayan. Kalau Nadira ber

na. "Kau pikir dia akan percaya padamu setelah t

ajahnya memucat.

n? Kau ingin memperingatkannya. Tapi justru karena itu,

nimpanya. Air mata jatuh tanpa suara. "

"Dan itulah kenapa aku menyukaimu, Rania. Kau selalu be

tapi tekad kuat. "Aku ingin tahu siapa yang menulis lapor

Dylan. "Dan sebelum kau menuduhku, bukan aku yang me

ia

an

embeku.

menyangka akan menyebar secepat ini." Dylan menghela napas. "Kau tahu apa artinya? Sekarang

ati lembut, tapi tidak menyangka gadis itu

a pasti sudah mengawasi Rania. Dan aku curiga... bu

apnya, ngeri

berhenti di depan kantorku setiap malam. Platnya

adira berusaha bernapas, tapi udara seol

emperingatkanmu dulu. Tapi setelah ini...

sama dengan wajah kosong. Ia tahu arah semuanya - dan

" katanya begitu suar

apa, Rafli? Kau lupa siapa yang

main den

u pengecut untu

, aku bersumpah, aku akan mengungkap semuanya - bahka

hancuran, padahal kau sendiri yang menandatangani

. "Kau tidak

masuk kenapa Lina ada di kapal malam i

menjatuhkan ponselnya, tangannya bergetar. Rasa bersalah yan

an keluar. Ia menulis cat

seseorang. Jangan khawa

mbatan kota, tempat ia dulu pertama kali berbicara lama d

iru tua. Wajahnya tampak lelah, tapi matanya masih j

Aku tahu kau yang me

d membuat semuanya kacau. Aku hanya ingin d

au tahu siapa yang melakuka

i belum sempat menjawab, su

jembatan tak jauh dari tempat mereka berdiri.

erimis, napas terengah, jantung berdegup kencang. Dari kejauhan, siluet ses

di sisi jembatan, bersembunyi di balik

rjadi?" tany

"Kita baru saja melewati gari

pinya. "Mereka tidak akan berhenti, Dira. Sekarang, b

begitu, aku akan melindungi diriku sendi

gar. Tapi bagi Nadira, itu bukan tanda keselamatan

, tekadnya berubah menjadi sesuatu yang lebih

t, jaketnya basah oleh sisa hujan semalam. Rania kini terbaring di ruang perawatan intensif setelah peluru nyasar me

ahnya tegang, kemeja hitamnya kusut, dan matanya merah seperti habis begadang.

padaku?" suaranya berat,

pria itu tanpa gentar. "Kau akan melar

fli menunduk, suaranya meninggi tapi bergetar. "Kau hampir mati semalam,

Rafli. Mereka tahu aku hidup, dan mereka tahu aku tidak akan berhenti.

it di sana, rasa bersalah yang belum pernah ia tunjukkan. "K

jelaskan pada

mengepal, rahangnya menge

kau memang tidak mau karena tahu aku

uar, memberi kabar singkat bahwa kondisi Rania stabil. Nadira segera mas

m lemah begitu melihat Nadira masu

ang. "Seharusnya aku yang

suaranya nyaris tak terdengar. "Mereka

gan sahabatnya erat. "

pat melihat satu hal... logo di mobil hitam yang mengikuti kita."

adira. Napasnya tersengal, dan panda

masuk Rafli, meski mungkin tidak sepenuhnya sadar. Tapi aya

tar cepat. "Aku harus tahu apa ya

a lirih. "Kau tidak tahu si

tajam yang dipenuhi tekad. "Ju

ggu di luar, bersandar di mobil hitamnya. Ia menatapnya tanpa kata,

a dingin sambil membuka pintu mobil

dengark

at. "Aku sudah cukup m

Hatinya retak, tapi pikirannya sudah bulat. Ia tahu apa langkah berikutnya: mencari ja

ota. Ia mengenakan blazer hitam dan kacamata gelap, menyamar seperti karyawan kantor. Berkat bantuan

ak jantungnya berpacu cepat, keringat dingin menetes di punggungnya.

eperti prajurit logam, lampu-lampu kecilnya berkedip pelan. Nadira duduk

yar, kebanyakan berisi laporan keuangan dan daftar pengiriman kapal

riman senjata ilegal yang disamarkan sebagai muatan kapal wisata. Dan yang lebih m

ira berbisik,

tiba-tiba padam. Bunyi langkah sepatu terdengar di bel

uatu?" suara berat

tam dan menatapnya dengan senyum licik. "Aku har

nggam flashdisk di tangannya erat-

kau tahu, kadang kematian bukan soal siapa yang me

itu

u ayahku. Tapi Lina terlalu dekat dengan Rafli waktu

menjalari tulang Na

dia sekarang mencoba mencintaimu. Tapi cinta

pisau. Nadira menatap Rayan

ah lebih dekat, suaranya menurun. "Kalau kau benar-benar mencin

a masih memegang flashdisk yang berisi sebagian data dari Project Ocean 71

ang te

lihatnya. Semua bukti. Dan Rayan muncul.

la, Nadira. Kalau benar perusahaan mereka menyelundupkan senjata,

dira pelan. "Dan nam

a. "Kau percaya

anpa suara. "Aku ingin percaya dia tidak b

enatap foto lama di tangannya-foto Lina tersenyu

itu, Lina," gumamnya. "Kau tahu

diri di sana, pucat tapi tegas. "Kau harus bicar

"Kau tidak tahu apa ya

ahu tentang Project Ocean

melindunginya. Lina tahu sesuatu yang bisa menghancurkan perusahaan, dan ayah m

n sedih. "Kau pikir Na

lam bayangan malam. "Aku tidak tahu. Tapi

uhan Roosevelt yang dipecat dua tahun lalu. Pria itu, berkacamata dan gugup, mem

ar di dermaga. Seorang pria turun dari tangga kapal, mengenakan jas

." bisik

lampu. Tak lama kemudian, suara letusan samar terdengar, dan tubuh Lina

s. Dunia di sekitarnya runtuh. Dylan menatapny

tidak akan tenang sampai aku mend

lah pergi. Hujan deras mengguyur halaman, petir menyambar langit. Ia mengetuk pintu

dir

mparnya

aranya bergetar di antara hujan dan air mata. "Aku suda

erah, suaranya serak. "Aku

au tidak mengh

ku menolak, mereka akan membunuhmu juga. Kau meng

in deras, mengguyur tubuh mereka berdua. "Kau ta

uh rasa bersalah. "Aku menyesa

adira berbisik lirih, air matanya bercampur hujan. "D

dirian di bawah derasnya hujan. Pria itu mematung

sevelt benar-benar kehilangan segalanya - dan i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
“Pernikahan Nadira batal menjelang akad setelah ia mengetahui bahwa calon suaminya, Fadlan, ternyata seorang pria yang masih terikat pernikahan. Keluarga Nadira pun harus menanggung rasa malu yang begitu mendalam di tengah keramaian undangan dan kerabat. Di tengah kekacauan hatinya, Nadira lari dan mengurung diri di kamar, menahan tangis yang tak kunjung reda. Beberapa saat kemudian, ibunya, Sri, mengetuk pintu dengan hati-hati dan masuk sambil menahan cemas. "Nadira... ada seseorang yang bersedia menggantikan Fadlan. Ia akan menikahimu hari ini juga," kata Sri, menatap putrinya dengan mata penuh harap. Nadira menatap ibunya dengan kaget dan ketakutan. "Siapa, Bu? Aku... aku nggak mau menikah dengan orang yang baru kukenal!" suaranya gemetar. Ibunya menghela napas panjang. "Ini demi keluarga kita, Nak. Kita sudah malu sekali hari ini. Tolong, Nadira... terimalah. Ia... ia orang baik, tetangga kita sendiri. Namanya Rafli." Rafli, pria yang usianya jauh lebih tua dari Nadira, dikenal sebagai tetangga yang dingin dan terkesan sombong. Ia juga seorang duda yang jarang terlihat bercampur dengan tetangga lain. Mengetahui hal ini, Nadira menolak dengan tegas, hatinya penuh rasa takut dan cemas. Namun, hari itu, tak ada jalan lain. Untuk menutupi malu keluarga, Nadira akhirnya harus menerima pernikahan mendadak itu. Hari-hari pertama setelah pernikahan berlangsung canggung. Rafli yang selama ini dikenal dingin, ternyata menyimpan sisi lembut yang tersembunyi. Ia sabar menghadapi kegelisahan Nadira, meski tetap mempertahankan sikap tegasnya. Nadira pun perlahan menyadari, bahwa di balik aura sombongnya, Rafli adalah pria yang bertanggung jawab dan berhati hangat, walau jarak usia mereka terasa jelas. Kini, Nadira harus menghadapi kehidupan barunya-menyesuaikan diri dengan seorang suami yang awalnya asing, dan belajar menemukan arti cinta yang tak selalu datang dari kenyamanan, tapi juga dari kesabaran, pengertian, dan waktu yang berjalan bersama.”
1 Bab 1 menjadi hari bahagia2 Bab 2 sudah pesan sarapan3 Bab 3 sering terbangun di tengah malam4 Bab 4 tanpa rencana5 Bab 5 bukti besar6 Bab 6 tidak pernah menyangka7 Bab 7 Semua yang terjadi membuatnya sadar8 Bab 8 mereka membawa dokumen penting9 Bab 9 mereka berlindung sementara10 Bab 10 ruang kerja11 Bab 11 rahasia12 Bab 12 telah berhasil mereka lewati13 Bab 13 amarah yang membara14 Bab 14 segera diperiksa15 Bab 15 mereka bisa memutarbalikkan16 Bab 16 Mereka sudah mulai menyelidiki17 Bab 17 semakin kritis18 Bab 18 bekerja bersamaan19 Bab 19 mulai ramai20 Bab 20 berdatangan21 Bab 21 sebelumnya telah menimbulkan dampak besar22 Bab 22 harus tersusun rapi23 Bab 23 Tidak ada ruang24 Bab 24 keterlibatannya25 Bab 25 pembenaran