icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah

Bab 6 tidak pernah menyangka

Jumlah Kata:2091    |    Dirilis Pada: 28/10/2025

artemen Dylan, menatap layar laptop yang menampilkan data lengkap Project Ocean 71. Di tangannya, flashdisk yang

n du

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
Kau Bersandiwara Seolah Tak Bersalah
“Pernikahan Nadira batal menjelang akad setelah ia mengetahui bahwa calon suaminya, Fadlan, ternyata seorang pria yang masih terikat pernikahan. Keluarga Nadira pun harus menanggung rasa malu yang begitu mendalam di tengah keramaian undangan dan kerabat. Di tengah kekacauan hatinya, Nadira lari dan mengurung diri di kamar, menahan tangis yang tak kunjung reda. Beberapa saat kemudian, ibunya, Sri, mengetuk pintu dengan hati-hati dan masuk sambil menahan cemas. "Nadira... ada seseorang yang bersedia menggantikan Fadlan. Ia akan menikahimu hari ini juga," kata Sri, menatap putrinya dengan mata penuh harap. Nadira menatap ibunya dengan kaget dan ketakutan. "Siapa, Bu? Aku... aku nggak mau menikah dengan orang yang baru kukenal!" suaranya gemetar. Ibunya menghela napas panjang. "Ini demi keluarga kita, Nak. Kita sudah malu sekali hari ini. Tolong, Nadira... terimalah. Ia... ia orang baik, tetangga kita sendiri. Namanya Rafli." Rafli, pria yang usianya jauh lebih tua dari Nadira, dikenal sebagai tetangga yang dingin dan terkesan sombong. Ia juga seorang duda yang jarang terlihat bercampur dengan tetangga lain. Mengetahui hal ini, Nadira menolak dengan tegas, hatinya penuh rasa takut dan cemas. Namun, hari itu, tak ada jalan lain. Untuk menutupi malu keluarga, Nadira akhirnya harus menerima pernikahan mendadak itu. Hari-hari pertama setelah pernikahan berlangsung canggung. Rafli yang selama ini dikenal dingin, ternyata menyimpan sisi lembut yang tersembunyi. Ia sabar menghadapi kegelisahan Nadira, meski tetap mempertahankan sikap tegasnya. Nadira pun perlahan menyadari, bahwa di balik aura sombongnya, Rafli adalah pria yang bertanggung jawab dan berhati hangat, walau jarak usia mereka terasa jelas. Kini, Nadira harus menghadapi kehidupan barunya-menyesuaikan diri dengan seorang suami yang awalnya asing, dan belajar menemukan arti cinta yang tak selalu datang dari kenyamanan, tapi juga dari kesabaran, pengertian, dan waktu yang berjalan bersama.”
1 Bab 1 menjadi hari bahagia2 Bab 2 sudah pesan sarapan3 Bab 3 sering terbangun di tengah malam4 Bab 4 tanpa rencana5 Bab 5 bukti besar6 Bab 6 tidak pernah menyangka7 Bab 7 Semua yang terjadi membuatnya sadar8 Bab 8 mereka membawa dokumen penting9 Bab 9 mereka berlindung sementara10 Bab 10 ruang kerja11 Bab 11 rahasia12 Bab 12 telah berhasil mereka lewati13 Bab 13 amarah yang membara14 Bab 14 segera diperiksa15 Bab 15 mereka bisa memutarbalikkan16 Bab 16 Mereka sudah mulai menyelidiki17 Bab 17 semakin kritis18 Bab 18 bekerja bersamaan19 Bab 19 mulai ramai20 Bab 20 berdatangan21 Bab 21 sebelumnya telah menimbulkan dampak besar22 Bab 22 harus tersusun rapi23 Bab 23 Tidak ada ruang24 Bab 24 keterlibatannya25 Bab 25 pembenaran