icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka

Bab 4 antara keputusasaan dan tekad untuk bertahan

Jumlah Kata:1916    |    Dirilis Pada: 21/10/2025

ya, menimbulkan bayangan gelap yang sulit dihapus. Tubuhnya pegal, namun rasa takutnya tidak bisa di

awa aroma tanah basah yang membuatnya ingin bernapas lebih dalam. Namun di dalam hati, ia tahu, udara segar

enguar tipis. Pelayan muda itu datang me

up?" tanyanya dengan nada lembut, s

Tidak terlalu, tapi aku.

enatap piring di depannya, merasa bersalah karena harus menyembunyikan strategi ya

dari biasanya-lampu temaram, buku-buku berjajar rapi, meja kayu besar dengan beber

," katanya. "Apakah kau m

as. "Tidak, Tuan. Aku hany

tu bagus. Tapi jangan sampai membuatmu lelah,

ahu, setiap kata Arion bukan hanya peringatan-itu ujian. Ia harus menyeim

tuju pada jendela yang sedikit terbuka. Angin masuk membawa aroma hujan semalam y

iba-tiba, suara langkah terdengar dari tangga. Lira menahan napas. Arion

tanyanya. Nada suaranya dingin, tapi

atapnya. "Aku... hanya

erakan. "Udara segar atau memberontak? Kau harus memilih

Dingin menusuk tulang, tapi tekadnya tetap membara. Ia tahu bah

i rel balkon. "Kau keras kepala, Lira," kata

nuh tantangan. "Aku tidak main-main, Tu

angan lupa, setiap langkahmu selalu aku amati. Kau mung

pada ketakutan, ia akan kehilangan dirinya sen

tat semua gerak Arion, setiap rutinitas pelayan, dan setiap celah yang bisa diman

gam dingin itu, menilai apakah bisa dijadikan jalur pelarian. Jantungnya berdegup

bayangan. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya,

tapnya. "Aku... hanya me

am. "Udara segar atau mencari jalan keluar? K

on adalah ujian, setiap gerakan harus diperhitungkan.

adalah strategi, harapan, dan refleksi tentang ketakutannya. Ia tahu, pe

bali pada gadis itu. Ia merasa tertantang, terikat, dan tergoda. S

on keluar dari ruang tertentu dengan pura-pura men

disengaja?

ura kaget. "Tidak, Tu

pi kau harus hati-hati, Lira. Kadan

kencang. Ia tahu, permainan ini semak

n pengamatan, latihan fisik, dan manipulasi psikologis untuk menciptakan

gelisah. Ada sesuatu dalam diri Lira yang membuatnya tidak bisa sepenuhnya mengendalikannya. Se

dan keberanian. Ia tahu, setiap langkah yang ia ambil harus diperhitungkan. Jika salah, Ar

lkon. Ia merasa tertarik, tergoda oleh permainan yang semakin mene

rion. "Setiap gerakanmu selalu membuatku penasaran

rjuangannya baru dimulai. Ia tidak akan menyerah,

namun pikirannya bergerak cepat. Ia tahu bahwa setiap detik adalah kesempatan dan ancaman sekaligus. Malam sebelumnya, ia mengama

u selalu muncul di kepala Lira. Tidak hanya menakutkan, tapi juga

embuatnya sedikit tenang. Wajah pelayan itu terlihat

ira. Tidur cukup?" ta

ski wajahnya tegang. "Kurang tidur

gi. Lira menatap makanan yang tersaji. Ia tahu ia harus

pelayan, mencatat setiap celah yang mungkin bisa ia manfaatkan. Ia tahu, satu kesalahan keci

npa peringatan. Tatapannya menem

, suaranya dingin namun tenang. "

... hanya ingin menyeles

iklah. Tapi ingat, setiap

ahu, setiap gerakan harus diperhitungkan. Namun ada s

gannya gemetar saat menyentuh logam dingin. Hatinya berdegup kencang, namun t

lakang. Arion berdiri di pintu, me

sini?" tanyanya, nada d

atapnya. "Aku... hanya

atau mencari jalan keluar? Kau selal

iap kata Arion adalah ujian. Namun ada sa

a. Jantung gadis itu berdetak kencang. Ada ketakuta

, "semakin kau berontak, sema

ba menahan rasa takut. "Aku

a tetap menembus. "Bagus. Keberanian itu menarik... tapi

iti. Ia menyadari satu pola: Arion selalu meninggalkan ruang kerjanya selama be

kah-langkah yang akan diambil jika kesempatan itu datang. Jantungnya

ada, lebih berhati-hati, bahkan lebih menantang dalam diam. Semakin Lira berusaha melaw

. Ia merasakan dingin yang menusuk, tapi tekadnya semakin k

bayangan gadis itu di balkon. Ia mena

nya, suaranya dalam. "Tapi itu

nuh tantangan. "Aku tidak main-main, Tu

an lupa, setiap langkahmu selalu aku amati. Kau mungki

jika ia menyerah pada ketakutan, ia akan kehilangan d

uar dari ruang tertentu. Ia menjatuhkan buku dan dokumen

disengaja?

ura kaget. "Tidak, Tu

pi kau harus hati-hati, Lira. Kadan

kencang. Ia tahu, permainan ini semak

n pengamatan, latihan fisik, dan manipulasi psikologis untuk menciptakan

Ada sesuatu dalam diri Lira yang membuatnya tidak bisa sepenuhnya mengendalikannya. Setiap

ventilasi besar di ruang bawah tanah. Tubuhnya tegang, napasnya te

hunya. Arion muncul dari bayangan,

, Lira," katanya, suara

. "Aku... tidak ak

s. Keberanianmu menarik... tapi ingat,

i titik kritis: satu langkah salah, dan kebebasannya hilang selamanya. Na

lah strategi, refleksi, dan tekad untuk bertahan. Ia tahu perjalan

pada gadis itu. Ia merasa tertantang, terikat, dan tergoda. Sema

nemukan kekuatan untuk melawan sepenuhnya, a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka
Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka
“Lira tak pernah menyangka bahwa aksinya membela seorang pelayan laki-laki akan membawa dirinya ke nasib yang jauh lebih berbahaya. Dalam sekejap, ia disergap oleh sekawanan orang misterius, dan akhirnya jatuh ke tangan seorang pria yang haus akan kehangatan seorang wanita. Pria itu, Arion, memiliki cara yang membuat setiap detik bersamanya terasa menakutkan sekaligus memikat. Lira kini harus menghadapi dilema: apakah ia sanggup menahan semua keinginan Arion yang begitu besar, ataukah ia akan menemukan kekuatan untuk melepaskan diri dari cengkeramannya?”
1 Bab 1 membantu pelayan yang terjerat masalah2 Bab 2 menyimpan mata yang tak terlihat3 Bab 3 Lira merasakan sesuatu akan terjadi4 Bab 4 antara keputusasaan dan tekad untuk bertahan5 Bab 5 Arion terlalu kuat untuk ditaklukkan6 Bab 6 Ia berhasil mengambil risiko terbesar7 Bab 7 Tubuhnya basah kuyup8 Bab 8 ke mana harus bersembunyi9 Bab 9 obsesinya yang mengerikan10 Bab 10 Malam itu terasa seperti jebakan11 Bab 11 melakukan kesalahan12 Bab 12 akhirnya ia bisa melangkah bebas13 Bab 13 menyelamatkan hidupnya14 Bab 14 Lira ingin marah15 Bab 15 Setelah berhari-hari bersembunyi di tempat terpencil16 Bab 16 Di dalam mobil tua17 Bab 17 akibat pelarian beberapa jam18 Bab 18 ketenangan19 Bab 19 Harlan tetap memantau20 Bab 20 menghentikanku21 Bab 21 dikenal lebih cerdas dan agresif22 Bab 22 Mereka tahu kita datang23 Bab 23 perasaan itu segera digantikan24 Bab 24 Mereka memanfaatkan kepanikan25 Bab 25 mencurigakan dari pihak ketiga26 Bab 26 menerima pesan dari sumber anonim