icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan Tinggalkan Aku

Bab 5 tidak sendiri

Jumlah Kata:1803    |    Dirilis Pada: 16/10/2025

uasana terasa berat bagi Avi. Meski ia sudah terbiasa dengan tekanan dunia Damian Verrell, ancaman yang muncul kali ini berbed

, situasinya lebih buruk dari yang kita perkirakan. Pesaing besar mencoba menyera

usan, setiap langkah, bahkan setiap kata yang ia ucapkan bisa dimanfaatkan sebagai senj

mprehensif dan strategi pertahanan. Ini bukan sekadar dokumen, ini akan menen

mi kakaknya, ia tidak bisa mundur. Setiap detik yang ia habiskan di si

as yang membuat setiap orang merasa diawasi. Tatapannya kemudian berpindah ke Avi. A

dan langkah-langkah untuk menghadapi pesaing. Avi duduk di sampingnya, mempresentasikan temuan terba

dan bahkan mencoba memancing Avi untuk salah langkah di depan klien. Tekanan meningkat, dan

Avi sesekali, memberi isyarat singkat untuk tetap tenang. "

sa setiap data, dan menyiapkan rencana kontinjensi untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

di kantor. Damian masuk, menatapnya dari pintu. "Kamu

Hanya memastikan semua

Jangan biarkan siapa pun meremehkanmu, dan jangan biarkan siapa pun memanfaatkanmu."

palsu, mencoba menjebak Avi di depan klien, dan bahkan mengancam akan menyebarkan rumor buruk ke media.

r bisa bertahan di sini? Aku akan memastikan semuanya runtuh," demikian bunyi pesan itu. Jantung Avi berdebar kenc

ya. "Aku tahu kamu merasa tertekan," katanya singkat. "Tapi aku m

Ia menyadari perasaannya mulai tumbuh semakin kuat terhadap pria ini, me

ncuri dokumen penting, dan bahkan mencoba menjebak Avi untuk melakukan kesalahan fatal. Tekanan mencapai puncaknya. Avi

aat Avi berhasil menghadapi tantangan itu. Hubungan mereka semakin kompleks: ant

jalan basah, Avi duduk di balkon apartemen, menatap kota yang tenang nam

ini," katanya singkat, suaranya ha

kasih, Pak. Saya... saya hanya ingin

Tidak ada ancaman, tidak ada tekanan, hanya dua manusia yang be

n setiap langkah harus diperhitungkan. Tapi satu hal tetap jelas: tekadnya tidak goyah. Demi kakaknya, ia

hir. Banyak rahasia yang belum terungkap, banyak ancaman yang harus dihadapi, dan banyak strategi yang harus diterapkan. Tapi ia yakin pada satu hal: ia tidak

a sendiri: cepat, tidak menentu, dan penuh kecemasan. Hatinya terasa berat. Beberapa minggu terakhir membawa tekanan yang l

nformasi penting tentang perusahaan Damian, strategi klien, dan data rahasia yang jika jatuh ke tangan pesaing b

. Sebuah pesan mun

menentukan nasibmu. Jangan

ambigu, tidak samar. Lucas sudah meningkatkan seran

urat. Lucas mencoba menjebakmu di presentasi besok. Pak Damian sudah me

pun bisa menghancurkan reputasinya, bahkan bisa mengancam perusahaan Damian secara kesel

rapat, memimpin tim dengan sikap tegas. Tatapannya tajam, menembus setiap anggota

n pesan yang tidak bisa diabaikan: ak

kan rumor palsu, dan menjebak Avi di depan klien penting. Tekanan meningkat, d

an pesaing, dan menjelaskan strategi defensif yang bisa menetralkan ancaman. Damian menatapnya sesaat, lalu

ang secara pribadi. Ia mulai menyebarkan informasi palsu tentang Avi, mencoba memanipulasi media, dan b

memberikan arahan singkat, dan sesekali tersenyum tipis saat Avi berhasil mengatasi masalah. Hubungan mer

g ia perkirakan. Ia mencoba menyusun strategi, memverifikasi setiap data, dan memastikan tidak ad

. "Kamu terlihat lelah," katanya si

enangkan dirinya. "Hanya memastik

anmu, dan jangan biarkan siapa pun memanfaatkanmu." Kata-kata itu membuat hati Avi berdebar. Ia menyadari perasaannya

ang semakin agresif, menyusun laporan rahasia untuk klien, dan memastikan bahwa se

am, memeriksa dokumen, menyiapkan strategi, dan menghadapi ancaman yang terus meningkat. Kada

partemen, menatap kota yang basah. Hatinya kacau, penuh tekanan, da

i ini," katanya singkat, suarany

kasih, Pak. Saya... saya hanya ingin

Tidak ada ancaman, tidak ada tekanan, hanya dua manusia yang be

i Avi di media, mengirim dokumen palsu ke klien besar, dan bahkan mencoba menyerang kakaknya secara pri

tan yang membuat hati Avi berdebar. Hubungan mereka semakin rumit, an

rtemennya, menatap kota yang gelap. Hujan turun perlahan, menimbulkan suara ritmis yang

arkan siapa pun membuatmu

ak. Saya... saya hanya ingin melindungi semua

u. Dan itu sebabnya aku memperca

s meningkat, dan godaan terhadap perasaan pribadinya semakin nyata. Tapi ia yakin satu hal: ia tidak sendiri. Damian ada di sisiny

dan ketegangan emosional dengan Damian mencapai titik yang sulit diabaikan. Tapi tekad Avi tetap teguh. Demi kakakny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Tinggalkan Aku
Jangan Tinggalkan Aku
“Awalnya Alvira, yang akrab dipanggil Avi, hanya ingin memastikan kesembuhan sang kakak terjamin setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis. Namun biaya untuk menopang hidup sang kakak tidaklah sedikit, apalagi harta benda keluarga yang tiba-tiba diambil alih tanpa pemberitahuan. Tabungannya habis untuk membayar biaya pemakaman dan perawatan saat sang kakak terbaring koma. Hingga akhirnya, ia tidak punya pilihan lain dan nekat bekerja di sebuah tempat yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan dalam hidupnya. Ya, ia memutuskan menggunakan tubuhnya demi menghasilkan uang dengan cepat. Namun, ia tak menyangka bahwa keputusan itu menjadi awal pertemuannya dengan Damian Verrell, seorang Presiden Direktur tampan dan dingin, yang berani membayarnya mahal-bahkan lebih parah lagi, menawarkan kontrak kepadanya sebagai simpanan. Avi tak punya pilihan lain. Demi kesembuhan sang kakak, ia rela mengorbankan segalanya. Semuanya bermula dari sebuah klub malam mewah, tempat di mana Damian Verrell, pria dengan wajah menawan dan otak cemerlang, berkuasa. Sosok yang dicita-citakan banyak wanita, namun hatinya tetap tertutup rapat, seakan hanya menyisakan ruang untuk kepentingannya sendiri.”
1 Bab 1 kehilangan orang tua mereka dalam kecelakaan2 Bab 2 kemenangan kecil3 Bab 3 Seiring berjalannya waktu4 Bab 4 Matahari pagi kali ini terasa lebih menekan5 Bab 5 tidak sendiri6 Bab 6 perasaan pribadinya semakin nyata7 Bab 7 mulai membuka hatinya8 Bab 8 bukan hanya sebagai bos9 Bab 9 Kota Jakarta malam itu sepi10 Bab 10 Kakaknya duduk di ruang tamu11 Bab 11 Hubungan mereka semakin dekat12 Bab 12 Ancaman selalu muncul13 Bab 13 aku bangga padamu14 Bab 14 menjadi bagian penting dalam hidupnya15 Bab 15 tidak pernah hilang16 Bab 16 belum pernah ia rasakan sebelumnya17 Bab 17 meninggalkanmu18 Bab 18 bertindak meski takut19 Bab 19 Setiap keputusan yang ia buat bisa berakibat fatal20 Bab 20 meragukan dirimu sendiri21 Bab 21 kehilangan22 Bab 22 Tidak ketika semua rahasia belum terungkap23 Bab 23 pertama kalinya24 Bab 24 Senyum samar muncul di wajahnya25 Bab 25 Mereka berjalan masuk bersama-sama26 Bab 26 bukan karena penyesalan27 Bab 27 hanya satu hal yang mereka percaya sepenuhnya28 Bab 28 bukan hanya sahabat29 Bab 29 memantau30 Bab 30 kesalahan