icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan Tinggalkan Aku

Bab 4 Matahari pagi kali ini terasa lebih menekan

Jumlah Kata:2255    |    Dirilis Pada: 16/10/2025

atinya berat. Beberapa minggu terakhir telah mengubah hidupnya secara drastis. Tekanan pekerjaan, ancaman dari pesaing per

tersembunyi. Setiap orang yang tampak ramah bisa menyimpan niat buruk, dan setiap langkah yang ia ambil selalu d

baru. Salah satu klien penting mengancam untuk menarik kontrak k

p hari membawa ujian baru yang semakin sulit. "Apa yang

nternal. "Kamu harus menyiapkan strategi dan laporan yang bisa meyakinkan klien. Ini

rategi, memeriksa setiap data, dan mulai merancang langkah yang ak

sikap tegas. Matanya menatap tajam, dan setiap anggota tim tahu bahwa ia menuntut kesempurnaan. Saat ma

ota tim yang skeptis. Lucas, eksekutif yang beberapa minggu lalu merendahkannya, kini terlihat semakin agresif

gatan sekaligus dukungan. "Avi, tetap fokus. Jangan biarkan siapa pun mengganggumu," bisiknya.

gi yang telah ia siapkan. Suasana tegang, setiap kata yang diucapkan menjadi penentu kesuksesan

ata yang dilakukan pesaing perusahaan, ditujukan untuk merusak kredibilitas Damian.

ya tegas. Lucas menelan ludah, tampak terpojok. Avi merasakan kombinasi takut dan lega.

secara pribadi, mencoba memanfaatkan posisinya untuk menjebak atau merusak reputasinya. Avi me

lus, menunjukkan bahwa ia sedang diawasi dan setiap langkahnya bisa dipantau. Jantungnya berdebar kencang,

ja di ruang pribadi. "Kamu terlihat gelisah," katanya singkat. Suaranya

Tapi saya... saya akan menanganinya," jawabny

tmu takut. Aku ingin kamu tahu... aku mempercayaimu sepenuhnya," katanya. Kata-ka

ang semakin agresif, menyusun laporan rahasia untuk klien, dan memastikan bahwa informa

anyakan kabar kakaknya, memberikan nasihat pribadi, atau tersenyum tipis saat Avi berhasil menyelesaikan tugas su

ikan. Setiap tatapan, setiap kata singkat yang Damian ucapkan, membuat jantungnya berdebar. Ia tahu

ahwa pesaing tidak hanya menargetkan perusahaan, tapi juga mencoba mengganggu dirinya secara pribadi

bahwa langkah selanjutnya harus sangat hati-hati. Seti

umen itu sebentar, lalu menatap Avi. "Kam

, Pak. Saya... saya

u kamu bisa. Tapi ingat... dunia ini keras. Jangan biarkan siapa

ikit bangga. Ia mulai menyadari kekuatan yang tumbuh dalam dirinya, keberanian ya

ebarkan rumor, memanipulasi dokumen, dan bahkan mencoba menjebak Avi di depan klien penting. Tekanan menin

erikan arahan singkat, dan kadang tersenyum tipis saat Avi berhasil mengatasi tantangan. H

emi kakaknya, ia tidak akan mundur. Apapun risiko, apapun bahaya yang mengintai,

elap, lampu-lampu yang menyala, dan bayangan gedung-gedung t

ini," katanya singkat, suaranya ha

kasih, Pak. Saya... saya hanya ingin

Tidak ada ancaman, tidak ada tekanan, hanya dua manusia yang be

lang. Suara tetes hujan yang jatuh di jendela apartemennya menciptakan irama monoton, seolah mengingatkan bahwa dunia yang ia masuki t

an terakhir terus mencoba menjatuhkannya, tidak pernah berhenti. Ancaman yang muncul kini tidak hanya berupa rumor dan manipulasi dokumen,

esar mulai mengguncang perusahaan. Mereka mencoba memanfaatkan isu internal, dan beberapa inf

kesalahan bisa berdampak besar, bukan hanya pada kariernya, tapi juga pada reputasi Damian dan

fikasi semua informasi, dan memastikan tidak ada satu pun data yang bisa disalahgun

angka dan dokumen. Ini adalah ujian untuk membuktikan kemampuann

menatap tim dengan tatapan tajam. Setiap orang tahu bahwa situasi ini tidak main-main. Saat matan

duduk di sudut, memeriksa dokumen, mencatat setiap angka, dan menyiapkan presentasi yang bisa menyelamatkan perusahaan. Ia mulai memahami

informasi yang salah, dan mencoba menjebak Avi di depan klien penting. Tekanan meningkat, dan Avi merasa beban yang

ikan arahan singkat, dan sesekali menatap Lucas dengan dingin. Ada rasa percaya yang tersirat

dokumen demi dokumen, membandingkan angka, dan menemukan pola yang bisa membantu mereka mengalahkan p

lan basah, Avi masih bekerja. Damian masuk, menatapnya dari pintu. "Kamu

i kecemasannya. "Hanya memastikan se

i keras. Jangan biarkan siapa pun meremehkanmu, dan jangan biarkan siapa pu

emperingatkan bahwa ia sedang diawasi dan setiap langkahnya bisa dimanipulasi. Jantung Avi berdebar, tap

erja lembur. "Kamu terlihat tegang," katanya singkat. "Aku ingin kamu tahu... aku

ngga, kagum, dan ketertarikan. Damian bukan hanya bos, tapi juga seseorang ya

ra langsung, mempertahankan posisinya, menyusun laporan rahasia untuk klien, dan memastikan b

utnya: menanyakan kabar kakaknya, memberi nasihat pribadi, tersenyum tipis saat Avi berhasil mengatasi tug

rhadap Damian. Setiap tatapan, setiap kata singkat yang Damian ucapkan, membuat jantungnya berdebar. Ia t

kepada klien dan mencoba menjebak Avi di depan Damian. Tekanan mencapai puncaknya. Avi harus menggunakan semua kemampuan yang ia pelaja

aian dengan presisi, tapi juga memberikan kepercayaan penuh kepada Avi. "Aku menaruh

putasi Avi, dan menggunakan tekanan psikologis untuk menjebaknya. Namun Avi mulai menemukan kekuata

n, menatap kota yang gelap. Lampu-lampu gedung memantul di jalan basah, menciptakan bayangan

i ini," katanya singkat, suarany

kasih, Pak. Saya... saya hanya ingin

Tidak ada ancaman, tidak ada tekanan, hanya dua manusia yang be

Damian meningkat, godaan semakin nyata, dan intrik terus mengintai di setiap sudut. Tapi tekad Avi tetap tegu

nya, bukan hanya sebagai bos, tetapi juga sebagai seseorang yang memahami dan mempercayainya. Hubungan

ancaman menunggu, banyak intrik yang harus dihadapi, dan banyak rahasia yang belum terungkap. Tapi satu hal yang ia yakini: ia akan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Tinggalkan Aku
Jangan Tinggalkan Aku
“Awalnya Alvira, yang akrab dipanggil Avi, hanya ingin memastikan kesembuhan sang kakak terjamin setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis. Namun biaya untuk menopang hidup sang kakak tidaklah sedikit, apalagi harta benda keluarga yang tiba-tiba diambil alih tanpa pemberitahuan. Tabungannya habis untuk membayar biaya pemakaman dan perawatan saat sang kakak terbaring koma. Hingga akhirnya, ia tidak punya pilihan lain dan nekat bekerja di sebuah tempat yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan dalam hidupnya. Ya, ia memutuskan menggunakan tubuhnya demi menghasilkan uang dengan cepat. Namun, ia tak menyangka bahwa keputusan itu menjadi awal pertemuannya dengan Damian Verrell, seorang Presiden Direktur tampan dan dingin, yang berani membayarnya mahal-bahkan lebih parah lagi, menawarkan kontrak kepadanya sebagai simpanan. Avi tak punya pilihan lain. Demi kesembuhan sang kakak, ia rela mengorbankan segalanya. Semuanya bermula dari sebuah klub malam mewah, tempat di mana Damian Verrell, pria dengan wajah menawan dan otak cemerlang, berkuasa. Sosok yang dicita-citakan banyak wanita, namun hatinya tetap tertutup rapat, seakan hanya menyisakan ruang untuk kepentingannya sendiri.”
1 Bab 1 kehilangan orang tua mereka dalam kecelakaan2 Bab 2 kemenangan kecil3 Bab 3 Seiring berjalannya waktu4 Bab 4 Matahari pagi kali ini terasa lebih menekan5 Bab 5 tidak sendiri6 Bab 6 perasaan pribadinya semakin nyata7 Bab 7 mulai membuka hatinya8 Bab 8 bukan hanya sebagai bos9 Bab 9 Kota Jakarta malam itu sepi10 Bab 10 Kakaknya duduk di ruang tamu11 Bab 11 Hubungan mereka semakin dekat12 Bab 12 Ancaman selalu muncul13 Bab 13 aku bangga padamu14 Bab 14 menjadi bagian penting dalam hidupnya15 Bab 15 tidak pernah hilang16 Bab 16 belum pernah ia rasakan sebelumnya17 Bab 17 meninggalkanmu18 Bab 18 bertindak meski takut19 Bab 19 Setiap keputusan yang ia buat bisa berakibat fatal20 Bab 20 meragukan dirimu sendiri21 Bab 21 kehilangan22 Bab 22 Tidak ketika semua rahasia belum terungkap23 Bab 23 pertama kalinya24 Bab 24 Senyum samar muncul di wajahnya25 Bab 25 Mereka berjalan masuk bersama-sama26 Bab 26 bukan karena penyesalan27 Bab 27 hanya satu hal yang mereka percaya sepenuhnya28 Bab 28 bukan hanya sahabat29 Bab 29 memantau30 Bab 30 kesalahan