icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menantu Menjadi Madu

Bab 5 Disidang Papa

Jumlah Kata:1053    |    Dirilis Pada: 04/12/2021

ku, mengakhiri perdebatan yang

Irsan. Dulu dia begitu gigih berjuang agar bisa menikah deng

uk hidungnya, menuruti apa pun perintah ibu,

jadi di meja makan nanti, melihat keras kepa

semoga tuhan memberikan jalan kelu

dan adik-adiku, sedang meni

sapa Papa basa-basi

n, menghampiri Papa dan m

an," aja

terlihat kikuk. Sementara dua adikku yang bi

rjadi, meski aku belum cerita. Dan mereka pun segera beran

ami duluan ya

kanannya, kami permisi

awab Mas Irs

ting yang harus kita bicarakan," ucap Papa setelah

ng, dia memaksa tersen

a,

ejadian semalam, ternyata ibumu bersikap buruk pad

an kepala, tangann

Mas Irsan mengangguk, t

berharap kamu bisa meneruskan tugasku untuk melindungi Chika dan membimbingnya. Bukan

diam, menunggu P

n sampai masalah ini berlarut-larut. Sekarang Papa ma

a, Chika dan saya bisa menyelesaikan sendiri, tanpa campur

n kata lain, dia menganggap Papa orang lain, yang tak boleh ikut camp

kukan harus seijin Ibu, bahkan penghasilan Mas Irsan pun dikuasai mertuaku. Padahal Mas Irsan

kamu yang tiga juta ya, dua juta buat bensi

hum Ayah kandungnya, tapi uang nya diserahkan p

na?" ujarku frustasi, rumah sebesar ini dengan penghuni empat orang

an dapur, biasanya Ibu, kan dia

kan uang belanja. Berarti tugasku hanya mengolah bahan ya

in meremas mulut Mas Irsan, yang m

kalian tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri," ujar Papa, berusaha untuk bers

aki yang kucintai ini, menunggu sa

dia ikut pulang sama saya, saya yakin s

mau kembali kerumah

itu, Irsan?

n menata

nya kita haru

tu menawarkan perpisahan. Tidak ingin kah di

Ibu, lebih baik kita sampai

berubah keruh, dia menatapku tak percaya. Seda

sadar dengan ucap

seperti tahanan. Tiap hari hanya berkutat dengan pekerjaan yang tak ad

g aku tanya, siapa yang kuat menjadi aku?"

ama tinggal di rumah orang tuamu. Bukannya Papa bera

pernikahan kalian berak

ik ibunya sampai kapan pun. Tapi kamu sudah m

l, menyatukan dua wanita yang t

a itu sudah pudar, hingga kamu tidak ingin m

kan Ibu. Saya ingin membahagiakan beliau juga. Anak macam apa saya, y

nkan aku, Mas?"

dikit mengalah?"

Mas. Aku lelah, aku menyerah,

i. Tidak ingin kah kamu mempe

enjemput Chika, Pa. Saya tid

, sama dengan menyiksa Chika, kenapa kam

adaan saya," lirih

emua keputusan kepada Chika Apa dia bersedia kamu

kupedulikan tatapan memohon dari Mas Irsan. Nya

kan lagi keputusanmu

dia kembali bersamamu asal kita tinggal

berfikir. Saya permisi

jadi

Contin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka